Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, Hasto: Jangan Sampai Ada Praktik yang Tidak Adil
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto buka suara soal polemik Bupati Malang HM Sanusi yang melantik anaknya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).(KOMPAS.COM/ASIP HASANI)
18:54
18 April 2026

Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, Hasto: Jangan Sampai Ada Praktik yang Tidak Adil

- Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto buka suara soal polemik Bupati Malang HM Sanusi yang melantik anaknya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menurut Hasto, pendidikan politik memang bisa dimulai dari lingkungan keluarga.

Namun, dia mengingatkan agar hal itu tidak dijadikan pembenaran untuk praktik yang berpotensi menimbulkan ketidakadilan.

“Tetapi kita juga melihat bahwa pendidikan politik itu juga dimulai dari keluarga, tetapi prinsipnya jangan sampai ada praktik-praktik yang tidak adil. Itulah yang dikritisi oleh PDI Perjuangan,” ujar Hasto saat ditemui di Sekolah Partai PDI-P, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDI-P: Jika Sesuai Aturan, Tidak Adil Menghalangi

Hasto menilai langkah tersebut “kurang elok” dan meminta agar prinsip meritokrasi tetap ditegakkan dalam pengisian jabatan publik.

“Kalau orang Jawa itu bilang ‘kurang elok’ ya. Bapaknya bupati, anaknya kepala dinas,” kata dia.

Baca juga: Polemik Pelantikan Anak Bupati Malang Jadi Kepala Dinas, BKPSDM Ungkap Proses Seleksinya

Hasto mengatakan, pihaknya telah menerima informasi terkait polemik yang melibatkan kepala daerah dari partainy tersebut.

Dia pun meminta Fraksi PDI-P untuk mengkritisi kebijakan itu agar tidak menimbulkan praktik yang bertentangan dengan prinsip keadilan.

“Fraksi PDI Perjuangan kami minta untuk mengkritisi hal tersebut. Karena bagaimanapun juga sistem meritokrasi itu harus dibangun. Kita nggak bisa mengedepankan hal-hal yang di luar meritokrasi tersebut,” kata dia.

Baca juga: Polemik Anak Bupati Malang Jadi Kepala Dinas, PDIP: Beliau Lulusan Doktor Cum Laude

Sebelumnya, Bupati Malang HM Sanusi melantik 447 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang pada Senin (13/4/2026).

Pelantikan itu menjadi sorotan publik karena salah satu pejabat yang dilantik adalah anak kandungnya, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Menanggapi perhatian publik tersebut, Dzulfikar mengaku memahami kegelisahan masyarakat mengingat statusnya sebagai anak bupati.

“Tentu saya memahami kalau publik mempertanyakan kualitas pejabat publik selaku pelayan masyarakat,” ujar Dzulfikar melalui pesan singkat, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Sosok Ahmad Dzulfikar, Anak Bupati Malang Peraih Cum Laude S3 UB yang Jadi Kadis LH

Dia juga menyampaikan permintaan maaf karena pelantikannya memicu perhatian publik. Namun, Dzulfikar menegaskan akan menjawab kritik melalui kinerja.

“Saya tidak bisa memberikan tanggapan apa pun, kecuali dengan kinerja,” kata dia.

Dzulfikar menyebut akan fokus pada program pengelolaan sampah, peningkatan layanan, serta penghijauan. Dia juga memastikan bahwa proses pengangkatannya telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan.

“Data dan history prosesnya silakan dilihat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Malang,” ujarnya.

Baca juga: Pelantikannya Jadi Kadis LH Disorot, Anak Bupati Malang Minta Maaf

Diketahui, Dzulfikar merupakan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.

Dia pernah menjabat sebagai pengawas tata bangunan dan infrastruktur, kepala seksi penanganan limbah domestik, hingga Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.

Pada 2023, Dia menjabat sebagai sekretaris di Dinas Lingkungan Hidup sebelum kemudian dipercaya sebagai pelaksana tugas kepala dinas.

Dari sisi pendidikan, Dzulfikar menyelesaikan studi doktoral (S3) di Universitas Brawijaya dengan predikat cum laude.

Disertasinya berjudul “Model Pengelolaan Lahan Akses Terbuka yang Berkelanjutan Melalui Pendekatan Triple Bottom Line”.

Tag:  #bupati #malang #lantik #anak #jadi #kadis #hasto #jangan #sampai #praktik #yang #tidak #adil

KOMENTAR