Menlu Sudah Adukan Kekerasan Israel Terhadap Relawan GSF ke DK PBB
- Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkap, pihaknya telah mengadukan dugaan kekerasan oleh Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), pada 21 Mei 2026.
Tegasnya, dugaan kekerasan terhadap relawan Global Sumud Flotilla selama penahanan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.
"Kemlu juga telah menyampaikan kecaman ini di DK PBB pada 21 Mei lalu. Ini merupakan suatu tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan," tegas Sugiono saat menyambut kedatangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh Israel, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).
Baca juga: Anggota DPR Desak Dunia Internasional Perlu Bersikap Tegas Terhadap Israel
Dalam kesempatan tersebut, Sugiono mengecam Israel yang mencegat dan menangkap sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla.
"Tindakan militer Israel terhadap relawan kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Segala bentuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan," ujar Sugiono.
Ia menjelaskan, sembilan WNI dan relawan lainnya merupakan warga sipil yang tengah menjalankan misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina.
"Tindakan sewenang-wenang yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional," tegas Sugiono.
Baca juga: Golkar Dorong Terpenuhinya Hak 9 WNI yang Mengalami Kekerasan di Israel
Tidak lupa, Sugiono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Global Sumud Flotilla yang dinilai telah menunjukkan dukungan nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Ia menegaskan, dukungan terhadap Palestina dan penyelesaian melalui solusi dua negara merupakan bagian dari politik luar negeri Indonesia.
"Perjuangan rakyat Palestina dan resolusi dua negara yang kita harapkan merupakan bagian dari perjuangan dan politik luar negeri Indonesia. Saya kira saudara-saudara kita ini telah memberikan upaya nyata dalam mendukung perjuangan tersebut," ujar Sugiono.
Baca juga: Kesaksian Pilu 9 WNI yang Ditahan Israel: Alami Penyiksaan di Penjara Gelap dan Mogok Makan
Keluarga menyambut kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) aktivis Global Sumud Flotilla yang telah dibebaskan dari penahanan Israel di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) sore.
9 WNI yang Ditahan Israel Tiba di Indonesia
Diketahui, sembilan WNI yang sempat ditahan oleh Israel pada pertengahan Mei 2026 lalu tiba di Tanah Air, pada Minggu (24/5/2026).
Mereka disambut Sugiono, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko hingga keluarga di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Berdasarkan sumber dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sembilan WNI tersebut adalah, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang menaiki kapal Josef dengan status ditangkap Israel.
Kemudian, tiga orang yang menggunakan kapal Ozgurluk, yakni Thoudy Badai seorang jurnalis Republika, Rahendro Herubowo jurnalis dari Inews, dan Andre Prasetyo Nugroho jurnalis dari TV Tempo.
Baca juga: Perjalanan 9 WNI Global Sumud Flotilla: Sempat Ditahan Israel hingga Pulang ke Tanah Air
Lalu, ada jurnalis Republika, Bambang Noroyono atau Abeng yang menaiki kapal yang berbeda, yakni BoraLize.
Sugiono mengatakan, pemerintah terus melakukan koordinasi dan negosiasi sejak para aktivis tersebut diintersep pada 18 Mei 2026 hingga akhirnya dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.
“Pada sore hari ini, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, kita menyambut kembali kedatangan saudara-saudara kita yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0,” kata Sugiono.
Menurut dia, kepulangan para WNI tersebut tidak lepas dari berbagai upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia.
Baca juga: Begini Proses Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Tentara Israel, Ada Peran Turkiye
Sugiono juga menyoroti peran sejumlah negara sahabat dalam membantu proses pemulangan para WNI, khususnya Turkiye.
“Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turkiye, Jordan, dan Mesir yang juga telah membantu, terlebih kepada pemerintah Turkiye yang turut membantu penjemputan saudara-saudara kita ini dari Ashdod,” ujar Sugiono.
Tag: #menlu #sudah #adukan #kekerasan #israel #terhadap #relawan