Eks Pengembang Chromebook Akui Kerap Temui Menteri dari Berbagai Negara, Tak Hanya Nadiem
- Eks Petinggi Google sekaligus mantan Ketua Tim Pengembang Chromebook, Caesar Sengupta mengaku banyak menemui Menteri Pendidikan dari banyak negara di seluruh dunia, bukan hanya Nadiem Makarim.
Hal ini Caesar sampaikan ketika menjadi saksi meringankan untuk Nadiem dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.
“Ya, ketika saya memimpin tim pengembangan Chromebook hingga tahun 2014, saya bertemu dengan banyak Menteri Pendidikan dari banyak negara di seluruh dunia,” ujar Caesar yang dihadirkan secara daring dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Cerita Eks Pejabat Google Pesimistis Usai Rapat dengan Nadiem Bahas Chromebook
Caesar mengatakan, dia telah bekerja sama dengan banyak negara untuk memastikan apakah Chromebook adalah perangkat yang tepat untuk para murid.
Pertemuan dengan para Menteri Pendidikan ini terjadi sekitar tahun 2012-2014.
Lalu, setelah Nadiem dilantik menjadi Mendikbud pada tahun 2019, Caesar sempat diajak rapat. Tapi, rapat ini baru terjadi pada Februari 2020.
Saat itu, Caesar diajak ikut rapat oleh Presiden Google Asia Pasifik saat itu, Scott Beaumont.
Sebagai pihak yang dulu terlibat pengembangan Chromebook, Caesar banyak menjawab pertanyaan dari Nadiem dan timnya.
“Tim kementerian banyak pertanyaan terkait Google for Education dan terkait Chromebook. Mereka juga menjelaskan visinya untuk digitalisasi dan peningkatan sistem edukasi di Indonesia,” jelas Caesar.
Baca juga: Eks Petinggi Google Ungkap Pertemuan dengan Nadiem, Tidak Ada Kesepakatan Pakai Chromebook
Dalam rapat itu, pihak Google diminta untuk memaparkan apa yang bisa dilakukan Google untuk membantu Kemendikbud mencapai visi mereka dalam memodernisasi sistem pendidikan di Indonesia.
Caesar menegaskan, dalam pertemuan itu Nadiem tidak ada menyampaikan atau menjanjikan apapun kepada Google. Termasuk, janji-janji Kemendikbud akan membeli banyak Chromebook untuk pengadaan kebutuhan sekolah.
Dalam dakwaan, Nadiem disebutkan pernah bertemu beberapa petinggi Google. Mulai dari Scott Beaumont dulu menjabat President of Google Asia Pacific dan Colin Marson selaku Head of Google for Education, Google Asia Pacific.
Pertemuan Nadiem dengan petinggi perusahaan teknologi ini terjadi pada tahun 2020. Saat itu, pengadaan TIK masih dalam perencanaan.
JPU menduga, pertemuan ini menjadi salah satu persekongkolan Nadiem dengan pihak Google untuk meloloskan produk Chromebook untuk dilakukan pengadaan di kementerian.
Dakwaan Chromebook
Dalam kasus ini, Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim bersama tiga terdakwa lainnya disebut telah menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp 2,1 triliun.
Nadiem didakwa memperkaya diri sendiri senilai Rp 809 miliar. Angka ini disebut berasal dari investasi Google ke Gojek atau PT AKAB.
Sementara, Mulyatsyah disebut menerima 120.000 dollar Singapura dan 150.000 dollar Amerika Serikat.
Nadiem disebutkan telah menyalahgunakan kewenangannya sehingga membuat Google menjadi satu-satunya penguasa pengadaan TIK, salah satunya laptop, di ekosistem teknologi di Indonesia.
Hal ini dilakukan dengan mengarahkan agar kajian pengadaan mengarah pada satu produk, yaitu perangkat berbasis Chrome yang merupakan produk Google.
Baca juga: Nadiem Minta Hakim Kabulkan Pengalihan Tahanan, Ungkap Kondisi Drop hingga Masuk IGD
Perbuatan ini Nadiem lakukan bersama tiga terdakwa lainnya, yaitu Eks Konsultan Teknologi di lingkungan Kemendikbudristek, Ibrahim Arief; Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Mulyatsyah; serta Direktur SD Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus KPA, Sri Wahyuningsih.
Atas perbuatannya, Nadiem dan terdakwa lainnya diancam dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Tag: #pengembang #chromebook #akui #kerap #temui #menteri #dari #berbagai #negara #hanya #nadiem