China Pamer GPU Gaming Lokal, Performa Sudah Dekati RTX 3060
Ilustrasi GPU Lisuan Tech.(TomsHardware)
11:09
25 Mei 2026

China Pamer GPU Gaming Lokal, Performa Sudah Dekati RTX 3060

- Upaya China dalam membuat kartu grafis (Graphic Processing Unit/GPU) gaming sendiri telah membuahkan hasil.

GPU LX 7G100 versi ritel bikinan perusahaan China, Lisuan Technology, kini telah diuji dan menghasilkan performa yang jauh lebih baik dibanding versi sampel.

Ulasan di platform BiliBili menunjukkan bahwa GPU LX 7G100 dengan RAM 12 GB secara umum mampu menjalankan berbagai game modern dengan kinerja yang cukup baik.

Pencapaian ini dianggap penting karena Lisuan mengembangkan GPU tersebut menggunakan hardware, arsitektur, driver, dan ekosistem software buatan sendiri.

Di atas kertas, LX 7G100 hadir dengan spesifikasi yang cukup modern. GPU ini dibekali memori GDDR6 berkapasitas 12 GB, empat port DisplayPort 1.4a, dukungan output hingga resolusi 8K 60 Hz HDR, serta kompatibilitas dengan API grafis seperti DirectX 12, Vulkan 1.3, OpenGL 4.6, dan OpenCL 3.0.

Baca juga: China Lawan Blokir AS, Rilis Superkomputer Monster Tanpa GPU Nvidia

LX 7G100 dibanderol sekitar 3.300 yuan (sekitar Rp 8,5 juta). Tantangan terbesar GPU ini terletak pada performanya dibanding produk pesaing, khususnya bila dibandingkan dengan yang harganya setara.

Dengan harga tadi, LX 7G100 berada di kisaran yang sama dengan kartu grafis kelas menengah dari Nvidia, seperti GeForce RTX 5060 Ti. Sayangnya, hasil pengujian menunjukkan performanya masih tertinggal cukup jauh.

Pengujian dari benchmark sintetis 3DMark, performa LX 7G100 disebut berada di kisaran GeForce RTX 3060 yang dirilis sekitar lima tahun lalu.

Benchmark 3DMark GPU LX 7G100 bikinan Lisuan TechnologyTrendy Gamer Benchmark 3DMark GPU LX 7G100 bikinan Lisuan Technology

Sementara dalam pengujian game, hasilnya kurang mengesankan, bila dibandingkan GPU Nvidia.

Dalam game Cyberpunk 2077 pada resolusi 1080p menggunakan FSR 3 Quality dan frame generation, GPU Lisuan mencatat rata-rata 88 fps. Sebagai perbandingan, GeForce RTX 4060 mampu menghasilkan 232 fps, sedangkan Intel Arc B580 mencapai 243 fps.

Di game Black Myth: Wukong, LX 7G100 menghasilkan sekitar 56 fps. Adapun pada Forza Horizon 5, performanya hanya mencapai 48 fps dengan pengaturan grafis Low.

Benchmark 3DMark GPU LX 7G100 bikinan Lisuan TechnologyTrendy Gamer Benchmark 3DMark GPU LX 7G100 bikinan Lisuan Technology

Meski demikian, pengulas LX 7G100 mencatat bahwa banyak game modern dapat dijalankan dengan cukup stabil dan minim crash.

Hal ini menjadi kemajuan besar bila dibanding GPU lokal China sebelumnya, seperti Moore Threads MTT S80 yang sempat mengalami banyak masalah kompatibilitas game dan membutuhkan berbagai pembaruan driver sebelum dapat digunakan secara optimal.

PR lainnya yaitu dari aspek software. Panel driver yang tersedia pada GPU China ini masih tergolong sederhana. Begitu pula dengan fitur pemantauan sistem yang masih terbatas, dan kemampuan overclocking yang belum konsisten.

Baca juga: China Bikin Payung Canggih untuk Saingi Starlink

GPU ini juga belum mendukung hardware ray tracing, walaupun sudah umum ditemukan di GPU modern Nvidia, AMD, maupun Intel.

Lisuan kabarnya telah mengonfirmasi bahwa dukungan ray tracing baru akan hadir pada GPU generasi keduanya di masa mendatang.

Dari berbagai hasil pengujian itu, LX 7G100 dianggap lebih menarik sebagai pencapaian teknologi bagi industri semikonduktor China, dibanding sebagai produk ritel bagi gamer saat ini, dihimpun KompasTekno dari Techspot, Senin (25/5/2026).

Tag:  #china #pamer #gaming #lokal #performa #sudah #dekati #3060

KOMENTAR