Derap Ribuan ASN Kenakan Seragam Loreng Ikut Latihan Militer Komcad
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) tengah yel-yel sebelum diberangkatkan untuk mengikuti Latihan Dasar Militer (Latmilsar) Komponen Cadangan (Komcad), Rabu (22/4/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
06:23
23 April 2026

Derap Ribuan ASN Kenakan Seragam Loreng Ikut Latihan Militer Komcad

- Sebanyak 1.773 Aparatur Sipil Negara (ASN) berderap dan bersorak yel-yel sambil mengenakan seragam loreng.

Mereka mengikuti gelombang pertama dari berbagai kementerian dan lembaga mulai menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) di lokasi masing-masing pada Rabu (22/4/2026).

Suherlan Maulana menjadi satu dari banyak ASN yang ikut pelatihan, harus meyakinkan keluarganya untuk mengikuti latihan ini.

“Awalnya sangat berat karena anak istri pun berat, tidak mendukung,” kata Maulana di sela-sela kegiatan Latsarmil Komcad di Baseops Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026).

Perlahan-lahan, orang-orang terdekatnya itu luluh hingga mendapat lampu hijau untuk menjadi peserta Komcad.

“Tapi dengan kita berikan pemahaman, akhirnya orangtua, anak, istri juga mendukung, mengikhlaskan,” kata ASN asal Kementerian Sosial tersebut.

Maulana dan ribuan ASN mengikuti Latsarmil selama 1,5 bulan yang tersebar di sejumlah lokasi.

Lokasi-lokasi itu yakni Pusat Komunikasi Badan Intelijen Negara (Puskom Belneg), Resimen Induk Daerah Militer Jaya (Rindam Jaya), Pusat Pendidikan Kesehatan TNI Angkatan Darat (Pusdikes Puskesad), Brigade Infanteri 1 Pasukan Marinir 1 (Brigif 1 Pasmar 1), Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Pusbahasa Kodiklatau), serta Wing Pendidikan 500/Umum Atang Sendjaja (Wingdik 500 Atang Sendjaja).

Pelatihan dasar kemiliteran Komcad dimulai pada 22 April 2026 dan peserta yang lulus akan ditetapkan sebagai anggota Komcad pada 5 Juni 2026.

Baca juga: 1.773 ASN Mulai Latihan Dasar Militer Komcad

Selain pemerintah pusat, sebanyak 500 ASN dari Pemerintah Daerah (Pemda) di Sulawesi Selatan juga tengah mengikuti Latsarmil untuk menjadi Komcad.

Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lama mengatakan, Latsarmil tersebut telah berlangsung selama tiga minggu dan dibuka pada 30 Maret 2026.

Gabriel menyebutkan, rekrutmen Komcad melalui unsur ASN ini juga akan diikuti oleh sejumlah pemerintah daerah lainnya.

“Nanti akan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, kemudian Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau, bahkan pemerintah daerah yang berada di jajaran wilayah timur ini,” ungkap Gabriel.

Baca juga: 1.773 ASN Ikuti Latsar Komcad, Menhan Minta Pelatih Tak Arogan, Hindari Kontak Fisik

Dalam konteks ini, prajurit TNI berpangkat bintang tiga itu menyoroti besarnya potensi ASN sebagai kekuatan pertahanan.

“Contoh ASN, ini kurang lebih jumlah sekitar hampir 5 juta di seluruh Indonesia. Ini potensi kekuatan pertahanan yang terbesar. Tentunya proses penyiapannya ini harus dilalui dan disiapkan oleh kita semua,” kata dia.

Jumlah bakal terus bertambah

Sejauh ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah memiliki hampir 50.000 personel Komcad sejak rekrutmen dan pelatihan pertama pada 2021.

Dalam hal ini, Gabriel menjelaskan, Komcad terdiri dari beberapa unsur, yakni komponen reguler, ASN dari berbagai kementerian/lembaga, serta unsur dari badan usaha swasta.

Menurut dia, perusahaan swasta tidak bisa dilepaskan dari negara karena perusahaan swasta tidak bisa berdiri sendiri.

“Dengan demikian kita berharap program ini bukan saat ini saja tetapi akan berlanjut dan berlanjut terus,” ujar Gabriel.

Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Letjen TNI Gabriel Lama saat ditemui di Baseops Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026).KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Letjen TNI Gabriel Lama saat ditemui di Baseops Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026).

Perkuat pertahanan negara

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menilai pembentukan Komcad dari unsur ASN bertujuan memperkuat pertahanan negara.

Pesan ini disampaikan Gabriel saat membacakan amanat Sjafrie ketika memimpin upacara pembukaan Latsarmil di Baseops Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026).

“Pembentukan Komponen Cadangan dari unsur ASN kementerian dan lembaga menjadi wujud nyata sinergi dalam memperkuat pertahanan negara,” kata Gabriel.

Baca juga: Cerita Maulana, Ikut Latsarmil Komcad ASN meski Sempat Tak Diizinkan Istri

Sjafrie menjelaskan bahwa penyelenggaraan pertahanan negara memiliki dasar konstitusi yang kuat, yakni Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002.

Aturan tersebut menegaskan kewajiban setiap warga negara untuk ikut serta dalam upaya bela negara, yang diwujudkan melalui Sistem Pertahanan Semesta (Sishankamrata) dengan melibatkan seluruh elemen bangsa.

“Hal ini penting untuk memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai ancaman,” ujar Gabriel.

Baca juga: 500 ASN Pemda Sulsel Juga Ikuti Latihan Dasar Militer Komcad

Ia juga menyoroti dinamika situasi strategis yang terus berkembang di tingkat global, regional, dan nasional.

Menurutnya, perubahan tersebut menghadirkan ancaman yang semakin kompleks dan sulit diprediksi.

Di sisi lain, posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas dan strategis menuntut kesiapan pertahanan yang matang dan terintegrasi.

Karena itu, pertahanan negara dijalankan melalui strategi pertahanan defensif aktif dengan konsep “Perisai Trisula Nusantara”.

“Yang dilakukan melalui pertahanan berlapis, pengendalian titik-titik strategis atau choke points) serta pengamanan wilayah udara secara menyeluruh atau air blanket,” jelas Gabriel.

Dalam pelaksanaannya, Sjafri bilang, sistem pertahanan melibatkan Komponen Utama, Komponen Cadangan, dan Komponen Pendukung.

Komponen Cadangan berfungsi sebagai kekuatan tambahan yang dapat dikerahkan untuk memperkuat Komponen Utama sekaligus meningkatkan ketahanan nasional.

“Dalam sistem pertahanan semesta, Komponen Cadangan bersifat sukarela sehingga keikutsertaan warga negara didasarkan pada kesadaran dan komitmen untuk membela negara,” ujar Gabriel..

“Proses pembentukannya dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur, mulai dari rekrutmen dan seleksi yang transparan, Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil), hingga saatnya nanti akan ditetapkan sebagai anggota Komponen Cadangan,” tambah dia.

Dengan begitu, Kementerian Pertahanan menganggap Komcad dari unsur ASN merupakan wujud nyata sinergi dalam memperkuat pertahanan negara.

Tag:  #derap #ribuan #kenakan #seragam #loreng #ikut #latihan #militer #komcad

KOMENTAR