Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
ilustrasi melihat hilal idul adha 2026 tanggal berapa (menggunakan AI)
21:20
5 Mei 2026

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 menjadi salah satu momen yang sudah mulai banyak ditanyakan masyarakat sejak jauh hari. Selain berkaitan dengan ibadah kurban, penentuan tanggalnya juga penting untuk perencanaan libur dan aktivitas keluarga.

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: Idul Adha 2026 jatuh pada tanggal berapa. Jawabannya tidak selalu tunggal karena penetapan hari raya dalam Islam bisa berbeda tergantung metode yang digunakan.

Di Indonesia, setidaknya ada dua rujukan utama dalam menentukan awal bulan Hijriah. Muhammadiyah menggunakan pendekatan hisab global, sementara pemerintah mengombinasikan hisab dan rukyat.

Meski sering kali berbeda, untuk tahun 2026 justru ada potensi kesamaan tanggal antara kedua metode tersebut. Hal ini membuat publik semakin penasaran sekaligus berharap adanya keseragaman.

Lalu, kapan tepatnya Idul Adha 2026 dirayakan. Berikut penjelasan lengkap berdasarkan versi Muhammadiyah, pemerintah, serta prediksi dari BMKG.

Umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/6/2025). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym]Umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/6/2025). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym]

Idul Adha 2026 versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan tanggal Idul Adha 2026 melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sistem ini menggunakan parameter astronomi global untuk menentukan awal bulan Hijriah secara seragam di seluruh dunia.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Idul Adha 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Wage, 27 Mei 2026. Penetapan ini sekaligus memberikan kepastian lebih awal bagi warga Muhammadiyah dalam mempersiapkan ibadah kurban.

Adapun rincian penanggalan menurut KHGT adalah sebagai berikut. Awal Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026, sementara Hari Arafah (9 Zulhijah) pada Selasa Pon, 26 Mei 2026.

Metode yang digunakan Muhammadiyah mengacu pada Parameter Kalender Global (PKG). Dalam perhitungan tersebut, ijtimak menjelang Zulhijah terjadi pada Sabtu Pon, 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC.

Namun, karena parameter keterlihatan hilal global belum terpenuhi pada saat itu, maka awal Zulhijah ditetapkan mundur menjadi 18 Mei 2026. Dari sini, tanggal 10 Zulhijah atau Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026.

Idul Adha 2026 versi pemerintah

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama juga memperkirakan Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Tanggal ini bahkan sudah tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri sebagai hari libur nasional.

Meski demikian, penetapan resmi tetap akan dilakukan melalui sidang isbat. Sidang ini biasanya digelar menjelang akhir bulan Zulkaidah, yang diperkirakan bertepatan dengan 17 Mei 2026.

Pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal dalam menentukan awal bulan Hijriah. Pendekatan ini menggabungkan perhitungan astronomi dengan pengamatan langsung hilal di lapangan.

Selain itu, Indonesia juga mengacu pada kriteria MABIMS. Dalam kriteria ini, hilal dinyatakan dapat terlihat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Jika hasil rukyat dan hisab memenuhi kriteria tersebut, maka awal Zulhijah akan ditetapkan sesuai prediksi. Dengan begitu, besar kemungkinan Idul Adha 2026 akan dirayakan serentak pada 27 Mei 2026.

Prediksi BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memberikan gambaran astronomis terkait penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah. Data ini menjadi salah satu referensi penting dalam proses rukyat hilal.

Menurut BMKG, konjungsi geosentrik atau ijtima’ akan terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026. Peristiwa ini menandai posisi bulan dan matahari berada pada bujur ekliptika yang sama jika dilihat dari pusat Bumi.

Pada saat matahari terbenam di tanggal yang sama, ketinggian hilal di Indonesia diperkirakan berkisar antara 3,29 derajat di Merauke hingga 6,95 derajat di Sabang. Angka ini menunjukkan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk.

Selain itu, nilai elongasi juga diperkirakan berada di kisaran 8,91 derajat hingga 10,62 derajat. Angka tersebut sudah melampaui batas minimal kriteria MABIMS, yakni 6,4 derajat.

Dengan kondisi tersebut, secara astronomis peluang terlihatnya hilal cukup besar. Artinya, awal Zulhijah berpotensi dimulai pada 18 Mei 2026, sehingga Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026.

BMKG juga menegaskan bahwa rukyat hilal bagi yang menggunakan metode pengamatan dilakukan setelah matahari terbenam pada 17 Mei 2026. Sementara bagi metode hisab, perhitungan tetap mengacu pada parameter yang sama.

Editor: Chyntia Sami Bhayangkara

Tag:  #idul #adha #2026 #tanggal #berapa #penetapan #versi #muhammadiyah #pemerintah #diprediksi #sama

KOMENTAR