KPK: Info Pengadaan Sepatu Rp 27 M di Sekolah Rakyat Jadi Bahan Kajian
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan informasi terkait anggaran pengadaan sepatu untuk siswa di Sekolah Rakyat mencapai Rp 27 miliar akan menjadi bahan pengayaan dalam kajian yang sedang dilakukan tim KPK.
“KPK juga sudah masuk dalam kerangka pencegahan dengan melakukan kajian terkait dengan program Sekolah Rakyat sehingga informasi-informasi ini (sepatu siswa) tentu akan menjadi pengayaan bagi tim,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Buka-bukaan Kemensos soal Pengadaan Sepatu Rp 27 Miliar yang Disorot KPK
Budi mengatakan, dari informasi tersebut, tim KPK akan melihat proses bisnis dalam pengadaan program tersebut.
Dia mengatakan, jika memang dalam tahapannya ditemukan celah korupsi, kerangka pencegahan yang disiapkan diharapkan bisa memitigasi tindakan tersebut.
“Oleh karena itu, KPK tentunya terbuka dalam kerangka pencegahan untuk bersinergi, berkolaborasi dengan pihak siapapun karena kalau kita bicara pencegahan tentu KPK tidak bisa sendiri, butuh sinergitas ya dengan para pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.
Baca juga: Respons KPK soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar
Keterangan Mensos soal pengadaan sepatu Rp 27 miliar
Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) membongkar pengadaan anggaran sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang disebut mencapai angka fantastis senilai Rp 27 miliar.
Dalam klarifikasinya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa anggaran Rp 27 miliar tersebut hanya perencanaan awal, bukan angka sebenarnya.
Ia juga membongkar pengadaan anggaran sepatu untuk siswa dan guru Sekolah Rakyat yang tidak ada sangkut pautnya dengan foto bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah.
Terkait polemik anggaran sepatu Sekolah Rakyat ini, Wakil Ketua KPK Agus Joko Pramono juga ikut merespons ihwal potensi adanya celah korupsi.
Gus Ipul mengatakan, anggaran Rp 27 miliar untuk sepatu tersebut masih berupa perencanaan awal yang telah ditetapkan.
Selanjutnya, Kemensos baru akan melakukan proses pengadaan yang angkanya lebih turun alias lebih murah dari anggaran perencanaan awal.
"Proses pengadaan ini dilelang secara terbuka dan nanti hasilnya pasti lebih murah dari perencanaannya," kata Gus Ipul saat ditemui di lokasi proyek Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya, Senin (4/5/2026).
"Kalau sekarang disebut Rp 700.000 (per sepatu), nanti bisa hasilnya jauh di bawah itu. Nanti kan akan ada proses lelang, saya tidak terlalu mengerti detail tentang proses lelang itu," ucapnya.
Oleh karena itu, Gus Ipul telah memperingatkan anggotanya di Kementerian Sosial (Kemensos) untuk tidak memainkan anggaran agar program tersebut berjalan dengan baik.
"Saya sudah sampaikan kepada para penanggung jawab, tidak boleh ada lobi, titipan, rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpan dalam proses pengadaan," jelasnya.
Pemberian Khofifah
Foto Gus Ipul bersama Khofifah dengan cepat menjadi viral di media sosial setelah diketahui harga sepatu yang diberikan ke siswa Sekolah Rakyat hanya Rp 100.000-an.
Gus Ipul menegaskan sepatu tersebut merupakan pemberian dari Khofifah, bukan pengadaan dari Kemensos.
“Jadi bukan itu yang dimaksud sepatu (Sekolah Rakyat), itu diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat oleh Gubernur Jatim, bukan pengadaan dari Kemensos," jelas Gus Ipul.
Baca juga: Mensos Bersama Wamensos Bakal ke KPK Besok Terkait Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
Gus Ipul memahami kalau foto tersebut menjadi buah bibir masyarakat karena dinarasikan pengadaannya bernilai tinggi.
"Supaya tidak jadi salah paham ya, di media sosial itu kan fotonya apa, programnya apa, jadi orang bingung. Jadi fitnah enggak karu-karuan ini," ucapnya.
Karena sepatu tersebut merupakan pemberian dari Khofifah, Gus Ipul mengaku tidak mengetahui berapa jumlahnya.
Ia menegaskan kembali bahwa sepatu tersebut bukan bersumber dari anggaran Kemensos dan pabrik pembuat sepatu itu juga tidak menjalin kerja sama dengan Kemensos.
"Jadi ini supaya enggak salah paham di media sosial itu kan sampai pabrik sepatunya klarifikasi, 'Saya enggak ikut-ikut,' katanya. Ya memang enggak ikut," tuturnya.
Tag: #info #pengadaan #sepatu #sekolah #rakyat #jadi #bahan #kajian