Strategi 'Reverse Engineering' John Herdman di Piala AFF 2026: Lebih dari Sekadar Target Juara
John Herdman terapkan strategi reverse engineering di Piala AFF 2026 untuk membangun Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030. (kitagaruda.id)
11:06
20 Mei 2026

Strategi 'Reverse Engineering' John Herdman di Piala AFF 2026: Lebih dari Sekadar Target Juara

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menerapkan strategi reverse engineering atau rekayasa balik untuk membangun masa depan sepak bola Tanah Air yang lebih solid.

Alih-alih hanya fokus pada target instan menjuarai Piala AFF 2026, ia secara terbuka menyatakan bahwa turnamen regional tersebut akan dijadikan ajang krusial untuk memetakan talenta muda yang siap mentas di panggung dunia.

Mengingat Piala AFF berada di luar kalender resmi FIFA, Herdman mengambil keputusan berani untuk memaksimalkan potensi pemain domestik guna memperkuat kedalaman skuad jangka panjang.

Piala AFF Jadi Laboratorium Timnas Indonesia

John Herdman siapkan masterplan Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2027. Evaluasi pemain lokal dan padukan dengan diaspora Eropa dalam enam bulan ke depan. [Dok. KitaGaruda]John Herdman siapkan masterplan Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2027. Evaluasi pemain lokal dan padukan dengan diaspora Eropa dalam enam bulan ke depan. [Dok. KitaGaruda]

Mantan pelatih Timnas Kanada itu memandang Piala AFF 2026 sebagai sarana evaluasi paling tepat untuk mengukur kemampuan pemain muda lokal saat menghadapi kompetisi internasional.

Ia ingin memastikan setiap keputusan pemanggilan pemain memiliki dasar perhitungan yang akurat demi mendukung target besar menuju Piala Dunia 2030.

"Ya, persiapan adalah reverse engineering (rekayasa balik). Pertama, saya harus memahami siapa saja kumpulan pemain yang akan ada," ujar John Herdman melalui kanal YouTube ANTARA TV, Rabu (20/5/2026).

Pria berusia 50 tahun tersebut menyadari besarnya harapan publik agar Indonesia kembali merajai Asia Tenggara lewat raihan trofi juara.

Namun, ia menegaskan bahwa kemenangan harus diraih melalui proses yang benar dengan fondasi tim yang berkelanjutan.

"Jadi, sekarang saya punya kesempatan melalui Piala AFF untuk menilai pemain domestik. Saya ingin memastikan bahwa saya memberi kesempatan kepada pemain muda di turnamen itu," ucapnya.

Menurut Herdman, turnamen ini menjadi panggung bagi pemain potensial untuk membuktikan diri layak masuk proyek besar menuju Piala Dunia 2030.

FIFA Matchday Jadi Simulasi Hadapi Qatar

Selain agenda Piala AFF, Herdman juga telah menyusun rencana uji coba internasional yang dinilai sangat strategis untuk mengasah kualitas permainan tim.

Pertandingan persahabatan melawan Oman pada FIFA Matchday Juni 2026 dianggap penting untuk mempelajari karakter permainan khas Timur Tengah.

Hal itu menjadi relevan karena Timnas Indonesia akan menghadapi Qatar pada ajang Piala Asia 2027 mendatang.

"Jadi, satu bagian adalah Piala AFF, menilai kumpulan pemain domestik untuk memahami pemain mana yang bisa membantu kami untuk Piala Asia 2027," ungkap Herdman.

"Kemudian, di sisi lain, ada FIFA Matchday Juni 2026 yang memberi kami kesempatan menghadapi Oman, yang merupakan negara Timur Tengah yang harus kami pelajari cara mengalahkannya," tambahnya.

Herdman optimistis Indonesia mampu berkembang lebih jauh dengan persiapan yang terukur dan disiplin tinggi.

"Kami perlu belajar bagaimana mengalahkan tim-tim tersebut dan mendominasi mereka," ujar sang pelatih.

Fokus Bangun Identitas Permainan

Menurut Herdman, membangun tim nasional yang kuat bukan pekerjaan instan.

Ia kini fokus mematangkan identitas permainan, chemistry antar-pemain, serta kerangka taktik yang akan digunakan untuk menghadapi Piala Asia 2027.

Setiap pemusatan latihan diarahkan untuk memperkuat koneksi antar-pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Langkah tersebut diambil agar seluruh pemain memiliki pemahaman yang sama mengenai visi besar yang ingin dicapai federasi.

Dengan perencanaan matang dan disiplin tinggi, Herdman yakin Timnas Indonesia berada di jalur yang tepat untuk meraih prestasi besar pada masa depan.

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #strategi #reverse #engineering #john #herdman #piala #2026 #lebih #dari #sekadar #target #juara

KOMENTAR