Perjuangan Sumarsih Belum Selesai hingga Pemerintah Melaksanakan 6 Agenda Reformasi
Orang tua korban tragedi 1998 Maria Catarina Sumarsih duduk ditengah-tengah peserta Aksi Kamisan yang ke-876 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2025).(KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
10:18
25 Mei 2026

Perjuangan Sumarsih Belum Selesai hingga Pemerintah Melaksanakan 6 Agenda Reformasi

- Aktivis hak asasi manusia (HAM), Maria Catarina Sumarsih menegaskan bahwa perjuangannya tidak akan selesai selama pemerintah belum melaksanakan enam agenda reformasi.

Sumarsih sendiri yang merupakan ibu dari Bernardinus Realino Norma Irawan atau Wawan yang tewas dalam Peristiwa Semanggi I pada 1998.

"Kalau sampai kapan perjuangan untuk melanjutkan perjuangan Wawan dan kawan-kawannya yang belum selesai, yaitu gerakan mahasiswa bersama rakyat ketika memperjuangkan negara Indonesia itu menjadi negara yang demokratis dengan tuntutan melaksanakan agenda reformasi," ujar Sumarsih dalam siniar Gaspol! Kompas.com, dikutip Senin (25/5/2026).

Baca juga: Media Sosial dan Ancaman Baru bagi Perempuan Pembela HAM

Enam agenda reformasi yang dituntut kepada pemerintah adalah adili Soeharto dan kroni-kroninya; amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 agar Indonesia menjadi demokratis; dan hapus dwifungsi TNI.

Selanjutnya, laksanakan otonomi daerah seluas-luasnya; tegakkan supremasi hukum; serta ciptakan pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

"Saya melakukan kegiatan ini dalam bentuk apapun di antaranya adalah untuk merawat perjuangan reformasi dan demokrasi," ujar Sumarsih.

Baca juga: Revisi UU HAM Akan Bawa Perubahan Penting, Apa Saja?

Di samping itu, sebagai ibu dari korban Peristiwa Semanggi I pada 1998, Sumarsih tidak ingin ada lagi peristiwa lain seperti tragedi yang menewaskan anaknya itu.

Tegasnya, siapapun yang berkuasa harus menghentikan kekerasan dan menjalankan sumpahnya seperti yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945.

"Jadi ada dua hal, yang pertama cukup Wawan yang menjadi korban. Yang kedua, ketika akhirnya perjuangan ini tidak segera selesai, ya akhirnya saya harus merawat perjuangan untuk reformasi dan demokrasi," ujar Sumarsih.

Baca juga: Ini 11 Kewenangan Komnas HAM yang Bakal Diatur dalam Revisi UU HAM

Di samping itu, ia menjelaskan makna waran hitam dari pakaiannya yang kerap dikenakan selama aksi dan menyampaikan tuntutan.

"Hitam itu lambang keteguhan. Keteguhan di dalam cinta. Sampai sekarang saya mencintai Wawan dan cinta itu yang menyemangati perjalanan, perziarahan kami sekeluarga," ujar Sumarsih,

Tag:  #perjuangan #sumarsih #belum #selesai #hingga #pemerintah #melaksanakan #agenda #reformasi

KOMENTAR