Vivace E Menjawab Kebutuhan Rumah Modern yang Estetik, Aman, dan Ramah Anak
Vivace E (Dok. Schneider Electric Indonesia)
17:24
25 Mei 2026

Vivace E Menjawab Kebutuhan Rumah Modern yang Estetik, Aman, dan Ramah Anak

Mala sedang sibuk melipat pakaian ketika anak pertamanya, Shana yang berusia tiga tahun sedang asyik bermain balok warna-warni di ruang tamu. Suara televisi terdengar pelan mengisi rumah mungil mereka di Tangerang, Banten, pagi itu.

Di sela permainan, Shana berjalan ke sudut ruangan. Pandangannya tertuju pada stopkontak yang berada rendah di sisi rak televisi. Dua lubang kecil yang memantulkan cahaya matahari itu tampak menarik rasa penasaran bocah tersebut. Perlahan, ia mengulurkan tangan hendak menyentuhnya. 

"Shana jangan, nanti kesetrum!" teriak Mala berlari mendekat. Ia spontan menjatuhkan pakaian yang sedang dilipat lalu menarik tubuh anaknya menjauh dari stopkontak itu.

Saat berbincang dengan Suara.com pada awal Mei 2026, Mala masih mengingat jelas momen yang nyaris membuatnya kehilangan sang buah hati. Ia mengaku hingga kini masih merinding membayangkan apa yang bisa terjadi jika dirinya terlambat beberapa detik saja.

"Untung waktu itu aku lihat. Refleks langsung narik dia menjauh," kata Mala.

Sudah tiga tahun terakhir Mala dan suaminya menghuni rumah subsidi mereka. Sedikit demi sedikit, pasangan muda itu merenovasi hunian sederhana tersebut agar terasa lebih nyaman dipandang dan betah ditempati. Mulai dari mengganti warna dinding, menambah rak televisi minimalis hingga memilih furnitur bernuansa modern yang sedang tren di media sosial.

Namun kejadian pagi itu membuat Mala menyadari satu hal yang selama ini luput dari perhatiannya. Ia terlalu fokus mempercantik rumah tanpa benar-benar memikirkan keamanan detail kecil di dalamnya, termasuk soal instalasi listrik dan stopkontak yang mudah dijangkau anak-anak.

Vivace E (Dok. Schneider Electric Indonesia)Vivace E (Dok. Schneider Electric Indonesia)

Tak Cuma Estetis, tapi Juga Harus Aman

Tren interior rumah pada 2026 mulai menunjukkan perubahan. Jika beberapa tahun terakhir gaya minimalis identik dengan tampilan dingin dan kaku, kini banyak keluarga muda justru mencari hunian yang terasa lebih hangat, personal, dan nyaman untuk ditinggali jangka panjang. 

Prinsip less but better semakin banyak diterapkan dalam desain rumah modern. Setiap elemen dipilih tidak hanya berdasarkan fungsi, tetapi juga kemampuannya menyatu dengan karakter interior rumah.

Interior Designer Margaretha Amelia Miranti mengatakan, perhatian terhadap detail seperti saklar dan stopkontak menjadi hal penting dalam desain interior modern. Perangkat kelistrikan yang sebelumnya dianggap sekadar pelengkap kini menjadi bagian dari elemen interior yang memengaruhi keseluruhan tampilan ruang.

“Jika desainnya terlalu menonjol atau tidak selaras dengan konsep desain ruang, hal tersebut bisa mengganggu keseluruhan komposisi interior,” kata Margaretha.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia DKI Jakarta, Ariya Sradha. Menurutnya, detail kecil seperti saklar dan stopkontak justru memiliki peran besar dalam menjaga kesatuan visual ruang.

“Pendekatan desain yang clean, slim, dan frameless menjadi pilihan utama karena memungkinkan elemen tersebut menyatu secara natural dengan berbagai konsep interior,” ujar Ariya.

Namun, kebutuhan masyarakat saat ini tidak berhenti pada aspek estetika semata. Di balik desain yang rapi dan modern, faktor keamanan tetap menjadi perhatian utama, terutama pada perangkat kelistrikan yang digunakan setiap hari di rumah.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta tahun 2025 mencatat sebanyak 66,7 persen kasus kebakaran dipicu korsleting listrik. Risiko tersebut semakin besar bagi keluarga dengan anak kecil. Sebuah studi dalam Journal of Forensic Sciences tahun 2023 menemukan 47,2 persen kasus kematian akibat sengatan listrik terjadi pada anak di bawah usia 18 tahun. Kondisi itu membuat banyak keluarga muda kini mulai mencari perangkat kelistrikan yang tidak hanya estetik, tetapi juga memiliki fitur keamanan tambahan. 

Melihat kebutuhan tersebut, Perusahaan global di bidang teknologi energi, Schneider Electric menghadirkan Vivace E, rangkaian saklar dan stopkontak yang dirancang untuk menjawab kebutuhan hunian modern di Indonesia. Produk ini menggabungkan aspek estetika dan fitur keamanan dengan harga yang kompetitif.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan mengatakan keluarga modern kini tidak lagi harus memilih antara desain yang estetik atau keamanan untuk perangkat kelistrikan di rumah. Keduanya telah dihadirkan bersamaan melalui Vivace E.

"Melalui Vivace E, kami menghadirkan sakelar dan stopkontak dengan desain modern yang menyatu dengan interior, sekaligus memberikan perlindungan yang andal untuk penggunaan sehari-hari," kata Martin kepada Suara.com.

Desain saklar dan stopkontak yang sleek, slim, dan frameless membuat perangkat kelistrikan Vivace E dapat menyatu lebih natural dengan berbagai konsep interior rumah. 

Dengan empat pilihan warna, yakni White, Black, Wine Gold, dan Light Grey, Vivace E memberi keleluasaan bagi pemilik rumah maupun desainer interior untuk menyesuaikan perangkat kelistrikan dengan karakter dan nuansa setiap ruang.

Vivace E juga hadir dalam beragam pilihan produk, mulai dari saklar lampu, stopkontak, aksesoris hotel, hingga soket data dan telekomunikasi. Variasi tersebut memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan kebutuhan berbagai jenis ruang, baik hunian maupun area komersial.

Vivace E (Olah data Suara.com/Schneider IElectric)Vivace E (Olah data Suara.com/Schneider IElectric)

Keunggulan Vivace E dengan Perlindungan Berlapis

Tidak hanya mengedepankan tampilan visual modern yang sleek, slim, dan frameless, Vivace E juga dirancang dengan sejumlah fitur perlindungan untuk keamanan kelistrikan.

Di tengah penggunaan perangkat elektronik yang semakin padat, sistem kelistrikan rumah kini bekerja hampir tanpa henti setiap hari. Mulai dari televisi, pendingin ruangan, mesin cuci, hingga pengisian daya gawai membuat stopkontak menjadi salah satu titik yang paling sering digunakan di rumah. Kondisi tersebut membuat perangkat kelistrikan rentan mengalami panas berlebih apabila tidak didukung material dengan standar keamanan yang baik.

Karena itu, Vivace E menggunakan material polycarbonate dengan ketahanan panas hingga 850 derajat Celsius berdasarkan glow-wire test. Material tersebut membantu perangkat tetap kuat dan tidak mudah berubah bentuk ketika terpapar panas, sehingga dapat mengurangi risiko yang muncul akibat penggunaan listrik intensif.

Vivace E juga dilengkapi sistem grounding yang berfungsi memberikan jalur pengamanan ketika terjadi gangguan listrik. Pada varian tertentu, tersedia fitur double-pole switched socket yang mampu memutus jalur live dan neutral secara bersamaan. Sistem ini membantu memberikan isolasi yang lebih baik saat stopkontak tidak digunakan maupun ketika perangkat dimatikan.

Selain itu, terminal soket dirancang lebih besar untuk memudahkan pemasangan kabel sekaligus mendukung koneksi listrik yang lebih stabil. Fitur ini memudahkan teknisi listrik dalam proses pemasangan sehingga instalasi lebih rapi dan efisien.

“Vivace E dirancang dengan standar keselamatan sesuai dengan SNI dan sertifikasi IEC (International Electrotechnical Commission)” kata Martin Setiawan.

Vivace E juga dilengkapi fitur child safety shutter. Fitur ini dirancang untuk membantu mencegah anak bersentuhan langsung dengan bagian listrik bertegangan di dalam stopkontak. Fitur ini sangat cocok untuk keluarga modern dengan anak kecil yang menginginkan tampilan detail yang estetis dan juga ramah anak.

Pada penggunaan normal, mekanisme shutter akan terbuka ketika kedua pin steker dimasukkan secara bersamaan dengan tekanan yang seimbang. Namun, apabila anak memasukkan benda asing hanya ke salah satu lubang stopkontak, shutter akan tetap tertutup sehingga benda tersebut tidak dapat menyentuh bagian bertegangan di dalamnya.

“Dengan adanya fitur child safety shutter, risiko sengatan listrik akibat kontak tidak disengaja dapat dikurangi,” ujarnya.

Saat ini, Vivace E sudah tersedia di berbagai toko alat kelistrikan dan toko bangunan di seluruh Indonesia. Produk ini juga dapat diperoleh melalui kanal resmi Schneider Electric Indonesia di platform e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia.

Di tengah biaya renovasi dan penataan rumah yang terus meningkat, faktor harga menjadi pertimbangan penting bagi banyak keluarga muda saat memilih perangkat interior maupun kelistrikan. Vivace E dipasarkan mulai kisaran Rp30 ribuan per unit, membuat perangkat dengan desain modern dan fitur keamanan kini lebih mudah dijangkau untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Peluncuran Vivace E (Dok. Schneider Electric)Peluncuran Vivace E (Dok. Schneider Electric)

Tips Listrik Aman untuk Keluarga Modern

Martin mengingatkan keluarga muda agar tidak hanya mempertimbangkan desain dan harga saat memilih saklar maupun stopkontak. Menurutnya, aspek keamanan seperti kualitas material dan fitur proteksi juga penting karena perangkat tersebut digunakan setiap hari di rumah.

“Detail kecil seperti saklar dan stopkontak sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari. Karena itu, penting memilih perangkat yang bisa mendukung rumah yang aman dan nyaman bagi keluarga,” kata Martin.

Selain perangkat di ujung instalasi listrik, sistem pengamanan utama di rumah juga perlu diperhatikan. Ketua Bidang Standardisasi Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia, Helvin Herman Tirtadjaja menjelaskan penggunaan Residual Current Circuit Breaker (RCCB) atau dikenal dengan Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) penting untuk membantu mendeteksi arus bocor yang tidak bisa dibaca oleh Miniature Circuit Breaker (MCB) biasa.

"Jika instalasi listrik dipasang GPAS atau RCCB, maka tidak akan ada kasus kematian akibat tersetrum," kata Helvin dalam forum Community Schneider Electric. Suara.com telah mendapatkan izin dari Schneider Electric untuk mengutip penjelasan Helvin dalam forum tersebut.

GPAS atau RCCB dapat membantu mengurangi risiko tersetrum maupun kebakaran karena perangkat akan otomatis memutus aliran listrik saat terjadi kebocoran arus. Untuk perlindungan tambahan tersebut, Schneider Electric Indonesia juga menghadirkan berbagai varian GPAS atau RCCB berkualitas yang dirancang untuk membantu meningkatkan keamanan kelistrikan rumah tangga.

Bagi Mala, momen saat Shana hampir menyentuh stopkontak di ruang tamu menjadi pengingat bahwa rumah modern bukan hanya soal tampilan yang estetik dan nyaman dipandang. Di balik detail kecil seperti saklar dan stopkontak, ada rasa aman yang sama pentingnya bagi keluarga, terutama untuk anak-anak yang sedang aktif mengeksplorasi rumah.

“Ternyata pilih stopkontak nggak bisa asal. Nggak cuma lihat desainnya bagus, tapi juga harus aman apalagi kalau punya anak kecil,” katanya.

Editor: Chyntia Sami Bhayangkara

Tag:  #vivace #menjawab #kebutuhan #rumah #modern #yang #estetik #aman #ramah #anak

KOMENTAR