BNPP RI Tingkatkan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan lewat Bimtek
- Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI melalui Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan (PRKP) resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Bidang Penataan Ruang Kawasan Perbatasan Negara di Yogyakarta, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis BNPP RI dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur pusat dan daerah guna meningkatkan efektivitas penyelenggaraan penataan ruang di wilayah perbatasan.
Saat membuka kegiatan, Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan Perbatasan BNPP RI Irjen Pol. Edfrie R Maith mengatakan bahwa bimtek tersebut dirancang sebagai upaya pembinaan berkelanjutan bagi aparatur sipil negara yang menangani penataan ruang kawasan perbatasan.
Menurutnya, kualitas kebijakan dan implementasi tata ruang sangat bergantung pada kapasitas aparatur yang menjalankannya di lapangan.
Baca juga: Seriuskah Indonesia Memulai Perbaikan Tata Ruang?
"Melalui bimtek ini, kami mendorong peningkatan kualitas dan efektivitas penataan ruang kawasan perbatasan, baik yang diselenggarakan pemerintah pusat maupun daerah," ujar Maith dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (3/6/2026).
Ia juga mengajak peserta dari berbagai daerah untuk aktif berdiskusi dan menyerap pengalaman para narasumber agar hasil pembelajaran dapat diterapkan secara konkret di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Asisten Deputi PRKP Ismawan Harijono menjelaskan bahwa bimtek diselenggarakan dengan metode blended learning yang mengombinasikan pembelajaran daring dan klasikal.
Metode tersebut dipilih agar proses peningkatan kapasitas berlangsung efektif, adaptif, dan mampu menjangkau kebutuhan peserta dari berbagai daerah.
Baca juga: Tutup Bimtek UMKM Wastra, Tri Tito Karnavian Dorong Tenun Alor Lebih Adaptif
Ismawan menambahkan, kegiatan tersebut juga dilengkapi modul pembelajaran terstruktur yang diakhiri dengan proses monitoring dan evaluasi untuk mengukur capaian peningkatan kapasitas peserta.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Adriadi Dimastanto menyampaikan bahwa IAP sebagai asosiasi profesional perencana wilayah dan kota memiliki peran penting dalam penyusunan dokumen tata ruang, seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Ia berharap bimtek tersebut dapat memperluas wawasan peserta mengenai pendekatan penataan ruang kawasan perbatasan yang berorientasi outward looking dan memiliki daya saing.
"IAP merasa terhormat dilibatkan dalam kegiatan ini. Kami berharap kolaborasi dengan BNPP RI dapat terus berlanjut. IAP siap berperan aktif dalam perencanaan, pemanfaatan, serta pengendalian penataan ruang kawasan perbatasan negara," ungkap Adriadi.
Baca juga: BNPP RI Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Persatuan Bangsa
Apresiasi terhadap penyelenggaraan bimtek juga disampaikan Sekretaris Badan Pengembangan SDM Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Deni Prasetyo yang mewakili Kepala BPSDM ATR/BPN.
Deni menilai konsistensi BNPP RI dalam menempatkan pengembangan kapasitas SDM sebagai bagian integral dari pengelolaan kawasan perbatasan merupakan langkah yang sangat krusial.
Menurutnya, penataan ruang di kawasan perbatasan memiliki konsekuensi strategis yang lebih luas dibandingkan wilayah lainnya karena berkaitan dengan daya saing nasional sekaligus efektivitas negara dalam menjaga kedaulatan.
"Tata ruang di perbatasan bukan sekadar dokumen, melainkan instrumen negara untuk mengelola wilayah dan berbagai kepentingan yang hadir secara bersamaan," jelas Deni.
Baca juga: Perda RTRW Tangsel Ketok Palu, Fokus Tata Ruang hingga Banjir
Ia menambahkan, tantangan saat ini tidak hanya terletak pada regulasi atau dokumen perencanaan, tetapi juga pada kapasitas aparatur dalam menerjemahkan instrumen tersebut menjadi kebijakan dan keputusan yang efektif di lapangan.
Oleh karena itu, bimtek diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas perspektif, serta memperkuat jejaring profesional lintas sektor.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri Kelompok Ahli BNPP RI sekaligus Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Manajemen Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Robert Simbolon, Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat Brigjen TNI Topri Daeng Balaw, Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Laut Yedi Rahmat, serta Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara Gutmen Ninggolan.
Melalui bimtek tersebut, BNPP RI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas aparatur sebagai fondasi pengelolaan kawasan perbatasan yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Baca juga: BNPP RI Gelar Kuliah Umum di NTT, Ajak Mahasiswa Bangun Masa Depan Kawasan Perbatasan
BNPP RI meyakini peningkatan kualitas SDM akan tecermin dalam pengambilan keputusan yang semakin tepat, terkoordinasi, dan mampu menjaga kepentingan strategis bangsa di wilayah perbatasan negara.
Tag: #bnpp #tingkatkan #kapasitas #aparatur #penataan #ruang #kawasan #perbatasan #lewat #bimtek