Sambut Piala Dunia 2026, Jangan Jadikan Ajang Judi di Aceh dan Tetap 'Santuy'
Ilustrasi piala dunia. (FIFA)
11:32
3 Juni 2026

Sambut Piala Dunia 2026, Jangan Jadikan Ajang Judi di Aceh dan Tetap 'Santuy'

Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa, namun Kepolisian RI Daerah (Polda) Aceh memberikan peringatan keras bagi para pencinta bola di Serambi Mekkah.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, mengimbau warga agar tidak menodai pesta sepak bola terbesar sejagat itu dengan praktik perjudian dalam bentuk apa pun.

Dalam keterangannya di Banda Aceh, Rabu, jenderal bintang dua ini menegaskan bahwa judi adalah tindak pidana serius yang memiliki konsekuensi hukum nyata.

"Perjudian ini berpotensi menimbulkan dampak sosial yang merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Karena itu, kami mengingatkan masyarakat tidak menjadikan Piala Dunia sarana perjudian dalam bentuk apa pun," tegas Marzuki.

Dukung Tim Jagoan dengan Dewasa dan 'Santuy'

Selain soal judi, Kapolda juga menyoroti potensi gesekan antar-suporter.

Mengingat fanatisme masyarakat Aceh terhadap sepak bola yang sangat tinggi, ia meminta agar perbedaan dukungan tidak menjadi pemecah belah.

Ia berharap warga menyikapi euforia kemenangan maupun kekalahan dengan kepala dingin.

"Perbedaan dukungan harus disikapi secara dewasa, santuy, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Jangan karena berbeda dukungan, kemudian saling mengejek, menghina, hingga memprovokasi yang dapat memicu konflik," kata dia.

Marzuki juga mengimbau agar para pendukung tidak melakukan selebrasi berlebihan yang bisa mengganggu ketertiban umum, seperti konvoi liar di jalan raya atau menyalakan petasan.

Sebaliknya, bagi mereka yang timnya kalah, ia meminta agar kekecewaan tidak diluapkan dengan tindakan anarkis.

"Kami mengingatkan jangan ada yang merusak fasilitas tempat menonton bersama, warung kopi, kafe, dan lainnya hanya karena kecewa tim yang didukungnya kalah. Tindakan tersebut tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga berimplikasi hukum," kata Marzuki memperingatkan.

Piala Dunia sebagai Perekat Silaturahmi

Bagi Kapolda, Piala Dunia seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, apalagi budaya "nobar" (nonton bareng) di warung kopi sudah menjadi tradisi kental di Aceh.

"Kami memahami sepak bola merupakan olahraga yang diminati masyarakat di Provinsi Aceh. Jadikan ajang Piala Dunia sebagai bentuk kebersamaan serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," tuturnya.

Ia memastikan bahwa Polda Aceh beserta jajaran akan terus melakukan langkah preventif, edukatif, hingga pengawasan ketat selama turnamen berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat dan Kanada.

"Kami mengajak masyarakat tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal Aceh. Tunjukkan bahwa masyarakat Aceh menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Tidak menjadikan kejuaraan tersebut ajang perjudian dan bertindak anarkis," tutupnya. (Antara)

Editor: Dwi Bowo Raharjo

Tag:  #sambut #piala #dunia #2026 #jangan #jadikan #ajang #judi #aceh #tetap #santuy

KOMENTAR