Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia
Indonesia Insurance Summit 2026 digelar di Yogyakarta (IST)
16:32
12 Juni 2026

Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia

Industri asuransi di Indonesia saat ini ibarat sedang menghadapi badai sempurna (perfect storm). Di satu sisi, dunia dihantui oleh ketidakpastian global mulai dari tensi geopolitik, perubahan iklim, hingga ancaman risiko siber dan disrupsi Kecerdasan Buatan (AI).

Namun di sisi lain, industri ini juga berhadapan langsung dengan pergeseran perilaku konsumen. Masyarakat masa kini menuntut perlindungan yang lebih tangguh dengan layanan yang serba cepat, transparan, dan instan.

Tantangan ganda inilah yang menjadi sorotan utama dalam gelaran Indonesia Insurance Summit (IIS) 2026 yang tengah berlangsung pada 11–13 Juni 2026 di Hotel Tentrem, Yogyakarta.

Risiko Baru vs Ekspektasi Nasabah

Ketua Steering Committee IIS 2026 sekaligus Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, secara blak-blakan membeberkan realitas keras yang sedang dihadapi pelaku industri saat ini.

Menurut Budi, tema "Insurance in a Volatile World: Strengthening Resilience, Trust & Innovation" sengaja dipilih karena sangat mencerminkan kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja.

"Risiko-risiko baru terus bermunculan, mulai dari perubahan iklim, risiko siber, disrupsi teknologi, hingga ketidakpastian ekonomi global. Pada saat yang sama, masyarakat menuntut perlindungan yang lebih baik dan layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan," tegas Budi Herawan.

Ia berharap, IIS 2026 tidak hanya menjadi ajang kumpul, tetapi ruang dialog yang menelurkan langkah nyata agar daya saing industri asuransi nasional tidak tertinggal, baik di level regional maupun global.

Indonesia Insurance Summit 2026 digelar di Yogyakarta (IST)Indonesia Insurance Summit 2026 digelar di Yogyakarta (IST)

Bertransformasi atau Ditinggalkan

Tekanan bertubi-tubi dari faktor eksternal dan internal ini memaksa perusahaan asuransi untuk merombak total model bisnis mereka. Hal ini diamini oleh Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara.

Yulius menegaskan bahwa ekspektasi masyarakat yang terus meningkat tidak bisa lagi dijawab dengan cara-cara konvensional.

"Industri perasuransian saat ini menghadapi lingkungan yang semakin kompleks. Transformasi adalah sebuah keharusan. Indonesia Insurance Summit 2026 menjadi momentum penting untuk menyatukan perspektif guna memastikan industri perasuransian Indonesia tetap relevan dan dipercaya," ujar Yulius.

Isu Krusial yang Digodok di IIS 2026

Guna merespons tantangan ganda tersebut, forum strategis yang mempertemukan regulator, pelaku industri, hingga pakar internasional dari Jepang dan Korea Selatan ini membahas sejumlah topik panas, di antaranya:

  • Dampak dinamika geopolitik global terhadap sektor keuangan.
  • Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital asuransi.
  • Program Penjaminan Polis untuk perlindungan ekstra bagi pemegang polis.
  • Penguatan permodalan dan implementasi Undang-Undang P2SK.

Puncak dari ajang yang dikawal langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini nantinya akan menghasilkan Yogyakarta Charter 2026. Kesepakatan ini akan menjadi komitmen bersama para petinggi asuransi RI untuk memperkuat resiliensi, tata kelola, dan perlindungan konsumen di tengah era dunia yang penuh gejolak.

Editor: Agatha Vidya Nariswari

Tag:  #indonesia #insurance #summit #2026 #terungkap #tantangan #ganda #asuransi #indonesia

KOMENTAR