Perankan 5 Posisi Berbeda di Timnas Indonesia, Ini Respons Calvin Verdonk
Kerap dimainkan di 5 posisi berbeda mulai dari bek hingga gelandang serang di Timnas Indonesia, Calvin Verdonk berikan respons berkelas dan mengaku tak keberatan.[ANTARA FOTO/Fauzan/bar]
12:18
31 Maret 2026

Perankan 5 Posisi Berbeda di Timnas Indonesia, Ini Respons Calvin Verdonk

Bintang Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, belakangan ini menyita perhatian publik berkat transformasi posisinya yang sangat luar biasa.

Sejak melakoni debutnya bersama Skuad Garuda, pemain klub Lille tersebut tercatat telah menempati lima posisi berbeda di atas lapangan hijau.

Menanggapi bongkar pasang peran ekstrem yang dialaminya, pemain keturunan Aceh ini mengaku sama sekali tidak merasa keberatan.

Baginya, memberikan kontribusi maksimal bagi kesuksesan tim nasional adalah sebuah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

"Saya bermain di posisi mana pun pelatih menempatkan saya. Entah itu, gelandang, atau bek sayap, bek tengah. Hari ini juga nomor 10. Saya akan bermain di posisi mana pun yang pelatih mau dan itu tidak masalah," tegas Verdonk saat diwawancarai di mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Evolusi permainan Verdonk memang terbilang sangat fantastis dalam 14 penampilan resminya berseragam Merah Putih sejauh ini.

Pada era kepemimpinan pelatih Shin Tae-yong, ia lebih sering difokuskan sebagai tembok kokoh di barisan lini belakang.

Saat itu, Verdonk kerap dipercaya untuk mengisi pos bek tengah kiri dalam skema tiga bek sejajar maupun beroperasi aktif sebagai wingback kiri.

Ketangguhannya teruji secara nyata saat ia ditugaskan menjaga area pertahanan dalam laga-laga berat melawan tim elit Asia seperti Arab Saudi, Australia, hingga Jepang.

Perubahan peran yang cukup signifikan mulai terlihat ketika tongkat kepelatihan beralih ke tangan Patrick Kluivert.

Mantan legenda Barcelona itu berani menarik posisi Verdonk lebih ke sentral lapangan untuk diplot menjadi seorang gelandang bertahan.

Peran krusial sebagai pemutus rantai serangan lawan tersebut ia jalankan dengan sangat apik saat bertanding melawan Lebanon, Irak, hingga Saint Kitts and Nevis.

Kini, di bawah komando pelatih baru John Herdman, transformasi sang pemain kembali berlanjut secara radikal dengan mengemban tugas sebagai gelandang serang.

Puncak inovasi taktik dari sang arsitek asal Inggris ini terlihat jelas pada partai final FIFA Series 2026 saat melawan Bulgaria pada Senin (30/3/2026).

Dalam laga krusial di SUGBK tersebut, Verdonk diinstruksikan untuk mengisi satu dari dua pos gelandang serang dalam skema formasi 3-4-3.

Meski timnya terpaksa menelan kekalahan tipis 0-1, performa brilian Verdonk yang memerankan posisi "nomor 10" tetap mendapatkan apresiasi setinggi langit dari staf pelatih.

"Penampilannya malam ini luar biasa. Dia pemain yang komplet. Ia punya kecerdasan taktik, kecepatan, stamina, akselerasi, dan visi umpan yang baik," puji John Herdman pada sesi jumpa pers seusai pertandingan.

Sang juru taktik meyakini bahwa atribut teknis lengkap yang dimiliki Verdonk sangat krusial bagi fondasi strategi permainan tim pada masa mendatang.

"Dan saya pikir Calvin akan menjadi bagian besar dari masa depan tim ini dalam mengontrol tempo di lini tengah," ucap Herdman.

"Saya bangga dengan Calvin. Dia bermain di level tertinggi malam ini. Dia pantas mendapatkan lebih," tuturnya menambahkan pujian untuk sang pemain.

Kematangan taktik dan fleksibilitas tingkat tinggi Verdonk di level internasional tentu sangat berbanding lurus dengan tingginya jam terbang yang ia dapatkan di benua Eropa.

Sepanjang musim ini, ia tercatat sudah dipercaya tampil sebanyak 21 kali di berbagai kompetisi bergengsi bersama klubnya.

Jumlah penampilan tersebut mencakup 13 laga reguler di kerasnya kompetisi Liga Prancis serta tujuh pertandingan sengit di ajang Liga Europa.

Kontribusi nyatanya di atas lapangan sukses membantu Lille bertengger di peringkat kelima klasemen domestik dengan 47 poin, sekaligus melaju mulus ke babak 16 besar Liga Europa.

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #perankan #posisi #berbeda #timnas #indonesia #respons #calvin #verdonk

KOMENTAR