Komentar Simone Inzaghi soal Potensi Tangani Timnas Italia
- Pelatih Al Hilal, Simone Inzaghi, secara mengejutkan menutup pintu bagi spekulasi kepulangannya ke Eropa untuk menukangi Timnas Italia.
Meski namanya santer disebut sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Gennaro Gattuso, pelatih yang kini berkarier di Arab Saudi tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di luar negeri bersama Al Hilal.
Kegagalan Gli Azzurri menembus putaran final Piala Dunia 2026 memicu gelombang desakan perombakan di kursi kepelatihan Timnas Italia.
Namun, Inzaghi yang saat ini tengah menikmati kesuksesan di Liga Pro Saudi memilih untuk menghormati kontraknya dan menjauh dari tekanan atmosfer sepak bola di tanah kelahirannya.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-50, Inzaghi mengungkapkan bahwa kehidupan di Timur Tengah memberikan perspektif baru bagi karier profesionalnya.
Baca juga: Presiden Napoli Disebut akan Izinkan Antonio Conte Latih Timnas Italia
Bersama Al Hilal, ia mampu membawa tim bersaing ketat di papan atas klasemen, hanya terpaut lima angka dari Al-Nassr.
“Situasi di Arab Saudi sangat fantastis dari semua sudut pandang: gaya hidup, infrastruktur olahraga dan non-olahraga, ketenangan yang menyertai Anda bahkan dalam pekerjaan yang penuh tekanan seperti pekerjaan saya,” kata Inzaghi dalam sebuah wawancara bersama Liberta.
Mengenai alasan finansial yang sering ditudingkan publik, mantan pelatih Inter Milan ini memberikan jawaban tegas.
Inzaghi menyebutkan bahwa keputusannya meninggalkan Italia lebih didorong oleh keinginan mencari ketenangan mental.
“Salah. Mendapatkan banyak uang tentu menyenangkan, tetapi faktor lain mendorong saya ke sini. Untungnya, saya tidak membutuhkan uang,” lanjutnya.
“Keinginan untuk mencoba pengalaman yang benar-benar baru di lingkungan yang benar-benar baru."
"Tahun-tahun yang saya habiskan di Inter sangat memuaskan dari sudut pandang profesional, tetapi juga sangat menegangkan."
Baca juga: Allegri Bicara Soal Masa Depan dan Peluang Jadi Pelatih Timnas Italia
"Saya merasa perlu untuk merasakan sepak bola di level tinggi, tetapi juga untuk melepaskan diri dari beban tekanan yang telah menjadi sangat berat," tegas Simone Inzaghi.
Simpati untuk Kegagalan Gli Azzurri
Simone Inzaghi (kiri) merayakan gol Kalidou Koulibaly dalam laga 16 besar Piala Dunia Antarklub Man City vs Al Hilal di Camping World Stadium, 30 Juni 2025. (Foto oleh PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)
Inzaghi tidak memungkiri rasa sedihnya melihat Italia harus absen dari panggung dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah takluk dari Bosnia-Herzegovina.
Walaupun begitu, ia tetap optimis bahwa sepak bola Italia memiliki kekuatan untuk bangkit kembali di masa depan.
“Saya sangat menyesal Italia tidak akan berada di Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut,” ujar Inzaghi.
“Saya 100% orang Italia, saudara laki-laki saya juga memenangkan Piala Dunia. Sepak bola Italia akan pulih, saya yakin akan hal itu. Meskipun begitu, saya meninggalkan sepak bola Italia karena sejumlah alasan.”
Meskipun merasa terhormat karena namanya masuk dalam bursa calon suksesor Gattuso, Inzaghi menekankan bahwa fokusnya saat ini tidak akan beralih karena merasa masih memiliki kewajiban profesional di klubnya saat ini.
“Saya merasa tersanjung, tetapi seperti yang saya katakan, saya baik-baik saja di sini dan saya masih memiliki kontrak satu tahun lagi dengan Al-Hilal,” pungkasnya.
Antonio Conte Menjadi Kandidat Terdepan
Dengan mundurnya Inzaghi dari bursa calon pelatih, nama pelatih Napoli, Antonio Conte, kini mencuat sebagai kandidat terdepan untuk kembali menangani tim nasional.
Baca juga: Masa Depan Timnas Italia Setelah Gattuso Pergi dengan Sakit di Hati
Laporan dari La Gazzetta dello Sport mengungkapkan bahwa Conte sangat tertarik untuk melakoni periode keduanya bersama Gli Azzurri.
Meski saat ini masih terikat kontrak dengan Napoli hingga Juni 2027, Presiden klub, Aurelio De Laurentiis, disebut-sebut siap memberikan restu bagi pelatih berusia 56 tahun tersebut untuk merapat ke federasi.
Persetujuan dari Aurelio De Laurentiis diyakini tidak akan menjadi kendala besar, terutama jika Giovanni Malago nantinya terpilih sebagai Presiden FIGC yang baru pada pemilihan 22 Juni 2026 mendatang.
Sembari menunggu pelatih tetap yang diprediksi baru akan diumumkan pada akhir Juni, posisi nahkoda sementara kemungkinan besar akan dipercayakan kepada Silvio Baldini untuk memimpin laga persahabatan di bulan Juni.
Tag: #komentar #simone #inzaghi #soal #potensi #tangani #timnas #italia