Kurniawan Dwi Yulianto Anggap Setiap Laga ASEAN U17 Championship 2026 Layaknya Final
Pelatih Timnas U17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, bersama pelatih Timor Leste (Emral Bin Bustamam), Vietnam (Christiano Roland), dan Malaysia (Muhammad Shukor Bin Adan) dalam konferensi pers di Surabaya, Sabtu (11/4/2026).(KOMPAS.com/SUCI RAHAYU)
16:30
11 April 2026

Kurniawan Dwi Yulianto Anggap Setiap Laga ASEAN U17 Championship 2026 Layaknya Final

- Timnas U17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, membeberkan target dan visinya menjelang bergulirnya turnamen kelompok umur ASEAN U17 Championship 2026 di Jawa Timur.

Menyadari ketatnya persaingan, sang pelatih menekankan pentingnya mentalitas juara bagi skuad Garuda Asia sejak peluit laga perdana dibunyikan.

Berdasarkan hasil undian, Timnas U17 Indonesia tergabung di Grup A dan akan bersaing sengit dengan Timor Leste, Malaysia, serta Vietnam.

Perjalanan anak asuh Kurniawan ini akan diawali dengan pertandingan pembuka melawan Timor Leste yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Senin (13/4/2026) malam WIB.

Dalam ranah pembinaan sepak bola usia dini, fokus utama sering kali diletakkan pada proses pengembangan individu ketimbang sekadar hasil akhir pertandingan.

Baca juga: Harapan Kurniawan Dwi Yulianto Jelang ASEAN U17 Championship 2026

Namun, eks striker andalan Persebaya Surabaya tersebut memiliki pendekatan yang mengombinasikan proses dengan tuntutan prestasi.

Ia mewajibkan para pemainnya untuk bertarung habis-habisan dan menanamkan prinsip bahwa setiap laga memiliki bobot yang sangat krusial.

"Ini sebenarnya pertanyaan yang sangat menarik dan selalu ada di sepak bola di usia muda ya," ujar Kurniawan Dwi Yulianto saat hadir dalam konferensi pers di Hotel Movenpick, Surabaya, Sabtu (11/4/2026).

"Jadi banyak orang bilang bahwa juara itu bukan target gitu kan. Karena pemain muda itu yang penting prosesnya."

"Kalau dari POV saya sendiri sebenarnya saya selalu menanamkan ke mindset para pemain bahwa winning mentality itu paling penting."

"Jadi bagi saya bagaimana pemain itu bisa fight dan tentu sebuah pertandingan terus harus ada hasilnya. Jadi saya mau setiap pertandingan itu final bagi para pemain saya," imbuhnya.

Misi Penebusan dan Persiapan Menuju Piala Asia

Baca juga: Kurniawan Ubah Beban Jadi Motivasi, Timnas U17 Indonesia Siap Lanjutkan Tradisi

Selain tekad untuk membentuk karakter pemenang pada diri pemain muda, Kurniawan juga mengusung misi pribadi yang emosional.

Pelatih Timnas U17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Emral Abus dalam konferensi pers jelang ASEAN U17 Championship 2026 di Surabaya, Sabtu (11/4/2026).KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Pelatih Timnas U17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Emral Abus dalam konferensi pers jelang ASEAN U17 Championship 2026 di Surabaya, Sabtu (11/4/2026).

Ia ingin menjadikan kejuaraan ini sebagai momen penebusan atas masa lalunya, di mana ia belum sempat mempersembahkan trofi bergengsi bagi tim senior saat masih aktif sebagai ujung tombak andalan Merah Putih.

"Dan secara pribadi saya pengen memberikan gelar buat bangsa ini," ungkap sang pelatih.

"Karena sebagai pemain saya tidak memberikan gelar apa-apa terhadap negara tercinta Indonesia," tambahnya.

Lebih jauh lagi, ajang tingkat regional ini dinilai krusial sebagai batu loncatan menuju panggung yang lebih tinggi.

Baca juga: Pesan Kurniawan untuk Pemain Timnas U17 Jelang ASEAN U17 Championship

Turnamen ini diproyeksikan menjadi arena pemanasan dan evaluasi yang ideal bagi Timnas U17 Indonesia sebelum mereka berlaga di putaran final Piala Asia U17 yang akan bergulir pada bulan Mei mendatang.

"Kemudian yang paling penting juga bahwa di AFF ini adalah salah satu persiapan kita juga menjelang ke Piala Asia U17 yang akan dimulai bulan Mei," tutur Kurniawan.

"Tentu ini sangat penting bagi para pemain bagaimana mereka bisa fokus, fight di setiap pertandingan. Karena bagi saya filosofi strong and winning mentality ini sangat penting untuk para pemain muda itu," pungkasnya.

Tag:  #kurniawan #yulianto #anggap #setiap #laga #asean #championship #2026 #layaknya #final

KOMENTAR