AC Milan Digulung Udinese 0-3, Allegri Bicara soal Krisis dan Formasi
– Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, memberikan penjelasan usai Rossoneri menelan kekalahan telak 0-3 dari Udinese di San Siro.
Stadion San Siro jadi panggung laga pekan ke-32 Liga Italia 2025-2026 AC Milan vs Udinese.
Eks bintang Inter Milan, Nicolo Zaniolo, menjadi momok bagi AC Milan.
AC Milan tertinggal lebih dulu lewat gol bunuh diri Davide Bartesaghi (27'). Setelah itu, Udinese memantapkan skor melalui Juergen Ekkelenkamp (27') yang menerima assist Zaniolo.
Tripoin disegel Zebrette berkat sumbangsih gol Arthur Atta (71') usai masa rehat.
Hasil tersebut menjadi kekalahan terburuk Milan musim ini, di tengah upaya tim memperbaiki performa dalam beberapa pekan terakhir melalui perubahan taktik.
Baca juga: Hasil AC MIlan Vs Udinese 0-3: Eks Inter Gemilang, Rossoneri Hancur
Pendekatan Taktik Baru
Sebelum laga, Allegri mencoba pendekatan baru dengan skema 4-3-3, menambah satu penyerang dengan mengorbankan bek tengah.
Namun, ia menegaskan bahwa perubahan formasi bukan penyebab utama kekalahan.
“Perubahan formasi sama sekali tidak ada hubungannya. Ini adalah momen sulit bagi tim. Kami kalah tiga dari empat laga terakhir,” ujar Allegri di DAZN.
Ia juga menyoroti tumpulnya lini serang Milan dalam beberapa pertandingan terakhir.
“Jika Anda berada di empat besar, tidak mencetak gol dalam empat laga bukanlah hal bagus. Hari ini kami punya peluang, tetapi tidak mencetak gol,” lanjutnya.
Baca juga: Klasemen Liga Italia Usai AC Milan Terkapar dan Juventus Amankan 3 Poin
Masalah Organisasi dan Pertahanan
Menurut Allegri, masalah utama terletak pada organisasi permainan dan ketenangan tim, terutama dalam bertahan.
“Kami bertahan dengan tidak terorganisasi karena terlalu terburu-buru. Bahkan pada gol kedua, kami dalam situasi tiga lawan satu,” katanya.
Ekspresi kecewa Luka Modric dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 11 April 2026. (Foto oleh MARCO BERTORELLO / AFP)
Ia menambahkan bahwa Milan kehilangan keseimbangan saat mencoba mengejar hasil.
“Sepak bola itu indah, tapi juga bisa buruk. Kami terlalu terburu-buru merebut bola dan terlalu lambat dalam mengalirkannya,” ucap Allegri.
Respons Suporter dan Target Liga Champions
Sorakan negatif dari suporter di akhir laga juga menjadi sorotan. Allegri menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika sepak bola.
“Ini bagian dari sepak bola. Saat menang Anda bagus, saat kalah Anda tidak. Itu wajar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa fokus tim kini adalah bangkit pada pertandingan berikutnya.
“Satu-satunya yang bisa kami lakukan sekarang adalah bekerja keras dan mempersiapkan laga berikutnya dengan tenang. Kami harus kembali bermain dengan lebih terorganisasi, sabar, dan jelas,” ujar Allegri.
Terkait peluang meraih tiket Liga Champions, Allegri mengakui posisi timnya kini terancam.
“Kekalahan ini membuat kami memahami bahwa posisi di Liga Champions sedang dalam bahaya,” katanya.
"Kami mulai dari mengejar Scudetto hingga kini membuat posisi di Liga Champions terancam."
"Ini adalah bagian dari sepak bola.Kami memiliki enam laga dan 18 poin tersisa."
Ia juga menanggapi performa Rafael Leao yang kembali menjadi sorotan.
“Bukan soal Rafa atau pemain lain. Ini soal tampil berbeda dan lebih sabar dalam bertahan,” ucap Allegri.
Tag: #milan #digulung #udinese #allegri #bicara #soal #krisis #formasi