Pengamat Sebut Timnas U17 Berbeda, ASEAN Championship 2026 Jadi Ajang Pembuktian
Kurniawan Dwi Yulianto, pelatih timnas u17 Indonesia saat memimpin persiapan latihan untuk mengarungi ASEAN U17 Championship 2026 di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, Jawa Timur, Minggu (12/4/2026) malam.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
07:47
13 April 2026

Pengamat Sebut Timnas U17 Berbeda, ASEAN Championship 2026 Jadi Ajang Pembuktian

Timnas u17 Indonesia siap memasuki babak baru di bawah asuhan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto.

Pengamat sepak bola nasional, Rizal Pahlevi, menilai situasi ini menjadi menarik sekaligus penuh tantangan bagi Garuda Muda.

“Terkait Tmnas u17 ini tentunya tahun menarik mengingat pemain dan pelatih pun sudah berganti bagaimana coach Nova Arianto membuat standard begitu tinggi di mana tahun 2025 lalu mampu membawa Timnas u17 tembus ke Piala dunia dan meraih kemenangan bersejarah menaikkan level kita," kata pengamat yang biasa disapa Rizal itu kepada Kompas.com

Baca juga: Timnas U17 Indonesia Vs Timor Leste: Kurniawan Tanamkan Mental Pemenang

"Itu sesuatu yang membanggakan tapi memang tim sudah berganti. Tim pun banyak perubahan praktis mungkin hanya beberapa nama saja yang angkatan yang sebelumnya,” imbuhnya.

Turnamen ASEAN U17 Championship 2026 menjadi panggung awal bagi tim baru ini. Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste yang diprediksi berlangsung ketat.

Baginya, turnamen ini bukan sekadar pertandingan, melainkan fase penting dalam membangun fondasi permainan tim untuk menghadapi Piala Asia U17 2026  yang juga tergabung dalam grup bersama China, Jepang dan Qatar.

Baca juga: Timnas U17 Indonesia Vs Timor Leste, Siasat Kurniawan Hadapi Tekanan Laga Perdana

"Ini memang grup sangat sulit. Namun kita lihat di turnamen ASEAN u17 ini tentu menjadi situasi menarik. Menurut saya kita mempunyai kualitas yang cukup," ujar Rizal Pahlevi.

Ia menilai, meski kualitas tim saat ini masih dalam proses,  potensi tetap ada untuk berkembang.

"Walaupun secara standard mungkin tidak akan secepat dan sebaik permainan dari Timnas u17 sebelumnya dibawah asuhan Nova Arianto,” sambungnya. 

Belajar dari Kekalahan, Membangun Respons

Hasil-hhasil uji coba sebelum menghadapi turnamen ini juga belum sepenuhnya memuaskan. Namun, di balik itu Rizal Pahlevi melihat terdapat proses pembelajaran yang dinilai sangat berharga.

Pelatih timnas u17 Indonesia saat pemanasan sebelum latihan untuk persiapan ASEAN U17 Championship 2026 di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, Jawa Timur, Minggu (12/4/2026) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pelatih timnas u17 Indonesia saat pemanasan sebelum latihan untuk persiapan ASEAN U17 Championship 2026 di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, Jawa Timur, Minggu (12/4/2026) malam.

“Jadi ASEAN U17 ini adalah turnamen ideal sebagai ajang pemanasan untuk mematangkan skema permainan dari Coach KDY di tim seperti ini," kata pengamat dari Jakarta itu. 

"Kita melihat 3 laga ujicoba terakhir itu memang banyak menelan kekalahan akan tetapi jika dilihat dari perkembangan tidak juga ya bagaimana kita melihat laga persahabatan menghadapi China dengan kekalahan 0-7."

"Beberapa hari setelah itu di laga selanjutnya kita mampu memberi perlawanan yang berarti dengan hanya kalah 2-3,” imbuhnya.

Menurutnya, respons tim setelah kekalahan besar justru menjadi indikator perkembangan mental dan taktikal pemain.

Baca juga: Piala AFF U17 2026: Duel Guru dan Murid di Laga Perdana Timnas U17 Indonesia

“Kita tahu sendiri China adalah tim yang begitu subur dan bahkan memiliki pertahanan sangat baik, begitu subur, free flow dan bisa mencetak gol dari situasi manapun serta lewat manapun itu pembelajaran berharga buat Timnas u1,” tuturnya.

"Kita bisa belajar dari laga tersebut dan terbukti tim memberikan respon yang begitu baik."

Regenerasi dan Komposisi Tim Baru jadi Ujian Sesungguhnya di Babak Penyisihan Grup

Saat ini komposisi tim yang dibawa Kurniawan Dwi Yulianto menjadi gambaran proses regenerasi di tubuh Timnas U17 Indonesia.

Banyak wajah baru diberi kesempatan, meski ada dua pemain berpengalaman tetap dipertahankan sebagai tulang punggung tim. Seperti Mierza Firjatullah di Piala Dunia U17 2025 dan Putu Ekayana di Piala Asia U17.

Dengan komposisi ini, Indonesia menargetkan lolos ke semifinal sebagai langkah awal yang realistis.

Perjalanan tim akan dimulai dengan babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 menghadapi Timor Leste, Senin (13/4/2026), dilanjutkan melawan Malaysia, Kamis (16/4/2026) dan ditutup dengan laga melawan Vietnam, Minggu (19/4/2026) mendatang.

Setiap laga memiliki arti penting, mengingat hanya juara grup yang otomatis melaju ke semifinal, sementara posisi runner-up harus bersaing dalam jalur terbaik yang lebih ketat.

Untuk itu Rizal Pahlevi berharap, hasil dari laga-laga uji coba yang berat sebelumnya menjadi bekal berharga bagi tim.

"Terlepas dari pemain-pemain yang sudah transisi dengan kata lain tim yang sudah beda tapi saya rasa akan terasa manfaatnya dan akan kita lihat wajah-wajah timnas u17 yang berbeda dari laga persahabatan sebelumnya,” pungkasnya.

Tag:  #pengamat #sebut #timnas #berbeda #asean #championship #2026 #jadi #ajang #pembuktian

KOMENTAR