FIFA Naikkan Harga Tiket Piala Dunia 2026, Kongres AS Layangkan Protes Keras
FIFA menuai kontroversi usai menaikkan harga tiket kategori terbaik untuk partai final Piala Dunia hingga tiga kali lipat. (Foto oleh Don MacKinnon / AFP)(AFP/DON MACKINNON)
11:02
8 Mei 2026

FIFA Naikkan Harga Tiket Piala Dunia 2026, Kongres AS Layangkan Protes Keras

Badan pengatur sepak bola dunia, FIFA, memicu kontroversi setelah menaikkan harga tiket terbaik untuk laga final Piala Dunia hingga tiga kali lipat.

Berdasarkan pantauan pada situs penjualan resmi hari Kamis, tiket kategori depan 1 untuk pertandingan puncak yang akan digelar pada 19 Juli di Stadion MetLife, New Jersey, kini menyentuh angka 32.970 dollar AS atau setara Rp 527,8 juta.

Kenaikan drastis harga tiket Piala Dunia ini terjadi di tengah sorotan tajam dari otoritas setempat.

Sebelumnya, harga tertinggi untuk kategori yang sama dipatok sebesar 10.990 dollar AS.

Namun, saat ini harga tersebut hanya tersedia bagi kategori dengan fasilitas akses mudah untuk pengguna kursi roda, sementara kursi reguler di posisi serupa telah melonjak berkali-kali lipat.

Baca juga: Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, dari Times Square ke Final

Langkah FIFA dalam menentukan skema harga ini memicu reaksi keras dari sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat.

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Nellie Pou dan Frank Pallone Jr., secara resmi telah melayangkan surat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta transparansi mengenai struktur harga yang dinilai tidak jelas.

Dalam surat resminya, kedua politisi asal New Jersey tersebut menyatakan kekhawatiran mendalam atas praktik yang mempersulit akses bagi para penggemar sepak bola di AS.

“Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa FIFA menerapkan penetapan harga yang tidak transparan, mengubah aturan, dan berpotensi melakukan praktik yang menipu sehingga menyulitkan penggemar untuk mendapatkan tempat duduk,” bunyi surat tersebut.

Mereka juga mendesak agar turnamen Piala Dunia 2026 tetap dapat dijangkau oleh semua kalangan.

“Kami menulis surat ini untuk meminta informasi lebih lanjut tentang praktik penjualan tiket ini, termasuk bagaimana FIFA memastikan bahwa Piala Dunia terjangkau bagi semua penggemar dan menanggapi penggemar yang merasa disesatkan.”

Pembelaan Gianni Infantino: Mengikuti Harga Pasar

Baca juga: Philadelphia Sambut Piala Dunia 2026 dan HUT Ke-250 Amerika Serikat

Menanggapi kritik yang mengalir, Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan pembelaannya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menggelar pidato kenegaraan pertama di hadapan Kongres di Gedung Capitol, Washington DC, Selasa (4/3/2025).AFP/ALLISON ROBBERT Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menggelar pidato kenegaraan pertama di hadapan Kongres di Gedung Capitol, Washington DC, Selasa (4/3/2025).

Saat berbicara di Konferensi Global Milken Institute, ia menegaskan bahwa penentuan harga tiket tersebut didasarkan pada logika pasar industri hiburan di Amerika Serikat yang sangat kompetitif.

“Kita harus melihat pasar. Kita berada di pasar di mana industri hiburan paling maju di dunia, jadi kita harus menerapkan harga pasar,” ujar Infantino.

Ia berpendapat bahwa jika harga awal ditetapkan terlalu rendah, tiket tersebut justru akan dieksploitasi oleh pasar sekunder atau penjual kembali (reseller) dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Infantino juga membandingkan harga tersebut dengan biaya menonton pertandingan olahraga lain di AS.

“Anda tidak bisa menonton pertandingan perguruan tinggi di AS, apalagi pertandingan profesional tingkat atas, dengan harga kurang dari 300 US Dollar,” tambahnya.

Tantangan Biaya Transportasi bagi Penggemar

Selain persoalan tiket masuk, biaya operasional bagi para suporter di turnamen Piala Dunia mendatang juga mencakup urusan transportasi.

Di New Jersey, tarif transportasi umum menuju stadion sempat direncanakan naik drastis sebelum akhirnya dilakukan penyesuaian untuk sedikit meringankan beban para pemegang tiket.

Baca juga: Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, dari Times Square ke Final

Tingginya biaya hidup dan akses selama turnamen menjadi pekerjaan rumah besar bagi panitia penyelenggara lokal guna memastikan ajang ini tidak hanya menjadi pesta bagi kalangan elit.

Meskipun demikian, antusiasme tetap tinggi mengingat stadion-stadion besar di AS akan menjadi saksi sejarah bagi pertemuan tim-tim raksasa dunia mulai 13 Juni mendatang.

Publik kini menanti bagaimana hasil akhir dari tekanan politik yang diberikan oleh para anggota Kongres terkait kemudahan akses menonton Piala Dunia.

Tag:  #fifa #naikkan #harga #tiket #piala #dunia #2026 #kongres #layangkan #protes #keras

KOMENTAR