Taiwan Tegaskan Tak Bisa Didekte Kekuatan Asing, Sindir Trump?
Presiden Taiwan Lai Ching-te saat berpidato mengenai infiltrasi pasukan China di Taipei, 13 Maret 2025.(KANTOR KEPRESIDENAN TAIWAN via AFP)
10:48
20 Mei 2026

Taiwan Tegaskan Tak Bisa Didekte Kekuatan Asing, Sindir Trump?

- Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan, kekuatan asing sama sekali tidak memiliki hak untuk menentukan masa depan negaranya.

Penegasan ini mencuat hanya berselang beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan wacana kontroversial yang menyebut pasokan senjata ke Taiwan bisa dijadikan sebagai alat tawar-menawar dalam diplomasinya dengan China.

Sebelumnya, dalam kunjungan kenegaraan ke Beijing pekan lalu, Presiden China Xi Jinping dilaporkan sempat mendesak Trump secara langsung agar Washington menyetop segala bentuk dukungan militer terhadap pihak Taipei.

"Masa depan Taiwan tidak dapat ditentukan oleh kekuatan asing, dan juga tidak dapat disandera oleh rasa takut, perpecahan, atau kepentingan jangka pendek," cetus Lai dalam pidato resminya untuk memperingati dua tahun masa kepresidenannya pada Rabu (20/5/2026), seperti dikutip dari AFP.

Baca juga: Tak Peduli Peringatan Trump, Taiwan Tegaskan Negaranya Merdeka

Anggaran besar militer bukan untuk memulai perang

Dalam pidatonya, Lai menyatakan, pengeluaran pertahanan untuk mencegah perang, bukan untuk memulainya, dan memperingatkan adanya ancaman lebih besar dari sebelumnya. 

"Taiwan harus memiliki kemampuan untuk melindungi diri sendiri dan menjaga perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan," ujarnya.

Sejak kembalinya Trump ke Gedung Putih, Taiwan terus berada di bawah tekanan besar dari Washington untuk menaikkan pengeluaran belanja militer demi pertahanan mandiri, sekaligus didorong meningkatkan investasi ekonomi mereka di dalam negeri AS.

Selama beberapa tahun terakhir, Taipei telah menggelontorkan dana hingga miliaran dollar AS guna memodernisasi angkatan bersenjata serta mengembangkan industri galangan pertahanan domestik.

Baca juga: Sindir Trump, Taiwan Tegaskan Negaranya Bukan Alat Tawar dengan China

Meski demikian, mereka tetap sangat bergantung pada penjualan senjata AS yang akan dibutuhkannya dalam perang melawan China.

Terbaru, Parlemen Taiwan diketahui telah menyetujui draf undang-undang alokasi anggaran pertahanan jumbo sebesar 25 miliar dollar AS yang dikhususkan untuk memborong berbagai sistem persenjataan mutakhir buatan pabrikan Washington.

Para anggota legislatif merinci, dana tersebut mencakup hampir 9 miliar dollar AS untuk melunasi paket persenjataan senilai 11,1 miliar dollar AS yang sempat diumumkan Washington pada Desember lalu, serta sekitar 15 miliar dollar AS untuk mendanai rencana pembelian fase kedua.

Baca juga: Selesai Kunjungi China, Donald Trump Peringatkan Taiwan Jangan Merdeka

Penjualan senjata ke Taiwan tergantung China

Di sisi lain, Trump mengaku masih mengevaluasi kelanjutan proyek penjualan senjata tersebut dan baru akan mengambil keputusan final dalam waktu dekat.

Setelah KTT, Trump menyatakan bahwa penjualan senjata AS ke Taiwan bergantung pada China dan akan menjadi alat tawar-menawar yang sangat baik.

Hal itu telah membuat Taipei khawatir dan bersikeras bahwa penjualan tersebut adalah bagian dari komitmen keamanan Washington terhadap pulau itu.

Baca juga: Taiwan Heran Jet Tempur China Mendadak Tak Muncul Saat Trump di Beijing

Berdasarkan hukum AS, Amerika Serikat wajib menyediakan senjata kepada Taiwan untuk pertahanannya, tetapi masih belum jelas apakah pasukan AS akan datang membantu.

Ketua DPR AS Mike Johnson menilai, pernyataan Lai adalah hal yang wajar untuk dikatakan oleh pemimpin di sana.

"Mereka harus sedikit menunjukkan kekuatan mereka," kata Johnson kepada Fox News.

"China tidak bisa begitu saja merebut wilayah, kita akan berdiri teguh, dan Kongres pun akan demikian," sambungnya.

Tag:  #taiwan #tegaskan #bisa #didekte #kekuatan #asing #sindir #trump

KOMENTAR