Ketua Panpel Ungkap Alasan Persija Batal Berkandang di SUGBK Vs Semen Padang
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief, mengungkapkan alasan Macan Kemayoran memilih berkandang di Jakarta International Stadium (JIS) pada laga pamungkas Super League 2025-2026 ketimbang Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Persija Jakarta akan menjalani laga kandang terakhirnya musim ini dengan menjamu Semen Padang pada pekan ke-34 Super League 2025-2026.
Duel Persija Jakarta vs Semen Padang akan bergulir pada Sabtu (23/5/2026) mulai pukul 16.00 WIB.
Pada pertandingan ini, Persija sudah diumumkan bakal bermain di JIS. Kepastian tersebut sudah diutarakan langsung oleh kubu Macan Kemayoran melalui akun media sosial resminya.
Diungkapkan oleh Ketua Panpel Pertandingan, Ferry Indrasjarief, sejatinya Persija ingin menutup musim ini dengan merumput di SUGBK.
Baca juga: Belum Ditunjuk Tangani Real Madrid, Mourinho Minta Morten Hjulmand
Tak Dapat Kepastian
Namun, harapan tersebut harus pupus lantaran pihak Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) tak kunjungmemberi kepastian mengenai penggunaan venue untuk pertandingan di akhir pekan ini.
"Kami sebenarnya sudah kirim surat ke GBK, tapi tidak dibalas-balas. Setiap ditelepon jawabannya masih ada di meja direksi dan belum ditandatangani," kata pria yang akrab disapa Bung Ferry itu kepada awak media.
"Mereka bilang menunggu keputusan keamanan. Padahal biasanya kan stadion dulu baru keamanan."
"Ketika kami minta ke pihak keamanan, polisi malah bingung karena biasanya memang pihak stadion dulu yang memberi keputusan," jelasnya.
Lebih lanjut, Ferry menyatakan pihaknya telah menunggu hingga awal pekan ini untuk mendapatkan kepastian dari PPK GBK.
Baca juga: Persib Larang Bobotoh Nyalakan Flare dan Petasan di Laga Melawan Persijap
Namun, karena kepastian tak kunjung didapat, akhirnya diputuskan untuk bermain di JIS.
"Karena tidak ada kepastian, akhirnya saya diskusi dengan manajemen, akhirnya diputuskan main di JIS," ujar Bung Ferry.
"Kami telepon juga Pak Hiro. Beliau bilang kalau main di JIS tidak masalah. Polres Jakarta Utara juga tidak mempermasalahkan. Jadi akhirnya diputuskan di JIS dan surat ke Polres Jakarta Utara juga sudah dimasukkan," jelasnya.
Kendati sudah dipastikan bermain di JIS, tetapi Bung Ferry menyatakan Persija tak memakai seluruh tribune di stadion berkapasitas 82 ribu penonton itu.
Hanya Jual 30 Ribu Tiket
Panpel Macan Kemayoran hanya mencetak 30 ribu tiket untuk diperjualbelikan pada laga kandang besok.
Baca juga: Bernardo Tavares Ungkap Cerita di Balik Hattrick Bruno Paraiba saat Gilas Semen Padang
"Kami minta izin 30 ribu penonton. Awalnya saya maunya 15 ribu saja, tapi ada masukan dari teman-teman bahwa antusiasme supporter masih besar, jadi akhirnya dibuka 30 ribu," ujar Bung Ferry.
"Kami buka sampai tier 2. Kalau cuma tier 1 kapasitasnya sekitar 14 ribu," tutur dia.
Apa pun hasil dari pertandingan ini tak akan memengaruhi posisi Persija di klasemen akhir Super League musim ini yang finis di peringkat ketiga.
Perubahan hanya pada jumlah poin yang akan dikumpulkan. Andai berhasil meraih poin penuh, Macan Kemayoran bakal mengoleksi 71 angka yang menjadi rekor tertinggi sejak era Liga 1 dimulai pada 2017.
Sementara, Semen Padang telah dipastikan terdegradasi ke Championship musim depan.
Tag: #ketua #panpel #ungkap #alasan #persija #batal #berkandang #sugbk #semen #padang