Eks Bintang Afrika Beda Pandangan soal Peluang Juara Piala Dunia 2026
Jay-jay Okocha kala terlibat dalam acara Bundesliga Community Pitch Opening pada 9 Juli 2022 di negara asalnya, Nigeria.(© Luke Dray)
13:16
21 Mei 2026

Eks Bintang Afrika Beda Pandangan soal Peluang Juara Piala Dunia 2026

Peluang tim Afrika menjuarai Piala Dunia 2026 memunculkan perbedaan pandangan di antara sejumlah mantan bintang sepak bola benua tersebut.

Mantan penyerang Senegal, El Hadji Diouf, percaya negara Afrika memiliki kemampuan untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Pandangan Diouf sejalan dengan Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Patrick Motsepe, yang menilai wakil Afrika kini punya kepercayaan diri lebih besar setelah pencapaian Maroko di Qatar.

Baca juga: UEFA Akan Rombak Format Kualifikasi Piala Dunia 2030 demi Kurangi Laga Tak Menarik

Namun, legenda Nigeria, Jay-Jay Okocha, memilih bersikap lebih hati-hati dalam menilai peluang tim Afrika melaju hingga final.

Maroko menjadi sorotan besar setelah menyingkirkan Spanyol dan Portugal dalam perjalanan menuju semifinal Piala Dunia 2022.

Langkah Maroko saat itu terhenti di tangan Perancis, tetapi pencapaian tersebut tetap menjadi tonggak penting bagi sepak bola Afrika.

Kini, Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan format baru yang melibatkan 48 peserta.

Pertanyaan besar pun muncul, apakah Afrika bisa melangkah lebih jauh dari pencapaian Maroko atau keberhasilan di Qatar hanya menjadi kejutan sesaat.

Diouf yakin Afrika bisa juara

Pemain Senegal El Hadji Diouf saat masih berseragam Liverpool.Reuters/Daily Mail Pemain Senegal El Hadji Diouf saat masih berseragam Liverpool.

Diouf menyampaikan keyakinannya ketika ditanya AFP mengenai kemungkinan kapten tim Afrika mengangkat trofi Piala Dunia 2026 di dekat New York pada 19 Juli.

“Mengapa tidak?” kata Diouf.

Mantan pemain Liverpool itu menilai kualitas pemain Afrika sudah cukup untuk bersaing dengan negara-negara kuat dunia.

Ia mencontohkan Senegal yang memiliki sejumlah pemain berpengalaman di level tertinggi, seperti Sadio Mane, Idrissa Gueye, dan Edouard Mendy.

“Mereka dapat menandingi bintang dari negara mana pun. Piala Dunia 2026, Afrika akan pergi ke sana untuk memenangkan turnamen,” ujar Diouf.

Keyakinan serupa disampaikan Patrick Motsepe, miliarder asal Afrika Selatan yang sebelumnya menjabat sebagai ketua klub Mamelodi Sundowns sebelum memimpin CAF.

Motsepe percaya kehadiran 10 tim nasional Afrika di Piala Dunia 2026 dapat membawa kebanggaan besar bagi benua tersebut.

Baca juga: Dokter Tim Santos Janjikan Neymar Fit untuk Piala Dunia 2026

“Kami yakin bahwa 10 tim nasional Afrika di Piala Dunia 2026 akan membuat kami bangga dan bahwa sebuah negara Afrika akan menjadi juara,” kata Motsepe.

Menurut Motsepe, persoalan utama tim Afrika pada masa lalu bukan hanya kualitas teknis, melainkan kepercayaan diri. Ia menilai Maroko telah mengubah cara pandang itu melalui perjalanan bersejarah di Qatar.

“Hal yang kurang dari kami di masa lalu adalah kepercayaan diri. Maroko mengubahnya di Qatar empat tahun lalu. Kami dapat menandingi yang terbaik di dunia,” ujar Motsepe.

“Saya akan bekerja tanpa henti sampai saya melihat kapten sebuah negara Afrika mengangkat hadiah sepak bola terbesar,” tuturnya.

Okocha lebih berhati-hati

Jay-Jay Okocha memiliki pandangan berbeda mengenai peluang Afrika di Piala Dunia 2026. Mantan gelandang kreatif Nigeria itu pernah tampil di sejumlah edisi Piala Dunia, termasuk turnamen 1994 di Amerika Serikat.

Okocha menyebut Piala Dunia 1994 sebagai pengalaman yang sangat berkesan bagi dirinya dan sepak bola Nigeria.

“Kenangan saya yang paling berkesan tentang tahun 1994 adalah atmosfer yang luar biasa. Ditambah lagi fakta bahwa itu adalah penampilan pertama Nigeria di Piala Dunia, dan itu sangat istimewa,” kata Okocha kepada wartawan.

Baca juga: Patrick Kluivert Takjub Curacao Lolos ke Piala Dunia 2026

Namun, Okocha mengaku masih ragu melihat peluang tim Afrika menembus final Piala Dunia 2026.

“Mengenai turnamen 2026, saya khawatir tentang peluang tim Afrika untuk melaju hingga final,” ujarnya.

Okocha menilai persaingan tidak hanya datang dari kekuatan tradisional Eropa dan Amerika Selatan.

Menurut dia, negara-negara dari Amerika Utara dan Asia juga menunjukkan perkembangan pesat.

“Kita banyak berbicara tentang para kandidat juara dari Eropa dan Amerika Selatan, tetapi bagaimana dengan Amerika Utara dan Asia? Mereka berkembang pesat,” ucap Okocha.

Meski demikian, Okocha tetap berharap keraguannya bisa dipatahkan oleh tim-tim Afrika.

“Saya akan sangat senang jika terbukti salah. Pesepak bola Afrika telah mengejutkan dunia sebelumnya. Mari kita berharap itu terjadi lagi,” kata dia.

Maroko dan Senegal disebut paling kuat

Maroko dan Senegal banyak dipandang sebagai dua wakil Afrika terkuat di antara 10 tim kualifikasi dari benua tersebut.

Senegal sempat mengalahkan Maroko pada final Piala Afrika 2025.

Namun, CAF kemudian membatalkan hasil tersebut setelah Maroko mengajukan banding terkait aksi mogok sementara sejumlah pemain Senegal karena persoalan penalti.

Baca juga: Siapa Kandidat Juara Piala Dunia 2026? Intip Persiapan Tim Favorit

Senegal merespons pencabutan gelar itu dengan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS. Tim Senegal kini masih menunggu putusan dari lembaga tersebut.

Di Piala Dunia 2026, Maroko yang diperkuat Achraf Hakimi berada di Grup C bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti.

Brasil berstatus juara dunia lima kali, tetapi Maroko tetap diperkirakan mampu bersaing dan setidaknya finis di posisi kedua grup.

Senegal berada di Grup I bersama Perancis, Norwegia, dan Irak.

Grup tersebut dipandang sebagai salah satu yang terberat di antara 12 grup kecil pada Piala Dunia 2026.

Pelatih Senegal, Pape Thiaw, memiliki kenangan khusus menghadapi Perancis di Piala Dunia.

Ia merupakan pemain pengganti ketika Senegal mengejutkan juara bertahan Perancis pada laga pembuka Piala Dunia 2002 di Seoul.

“Itu sudah menjadi sejarah. Kami mengenal tim Perancis saat ini dengan baik. Ini akan menjadi pertandingan spesial dan mari kita berharap kita menang lagi,” kata Thiaw di Dakar.

Target realistis dari pelatih Afrika

Di tengah mimpi besar sebagian pihak untuk melihat Afrika menjuarai Piala Dunia, sejumlah pelatih memilih memasang target lebih realistis.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menilai tampil di Piala Dunia saja sudah menjadi tantangan besar.

“Mencapai Piala Dunia itu rumit dan bermain di sana bahkan lebih sulit,” kata Hassan kepada wartawan di Kairo. Meski begitu, Hassan melihat ambisi besar dari para pemain Mesir.

“Namun, saya melihat ambisi besar pada para pemain saya. Mereka ingin mencapai lebih dari apa yang telah dilakukan Mesir di masa lalu,” ujarnya.

Mesir pertama kali tampil di Piala Dunia 92 tahun lalu. Setelah itu, Mesir hanya dua kali kembali berpartisipasi di ajang global tersebut.

Sebagai juara Afrika tujuh kali, Mesir masih mengejar kemenangan pertamanya di Piala Dunia.

Baca juga: Aplikasi Folaplay Dijanjikan Minim Kendala Selama Piala Dunia 2026

Pelatih baru Tunisia, Sabri Lamouchi, juga berbicara terbuka mengenai peluang timnya. Tunisia sudah enam kali lolos ke Piala Dunia, tetapi selalu tersingkir setelah babak pertama.

“Saya tidak akan bercerita dengan berpura-pura bahwa kita akan mengulangi apa yang dilakukan Maroko pada tahun 2022. Tapi siapa tahu, mungkin suatu hari nanti,” kata Lamouchi kepada media Tunisia.

Adapun 10 wakil Afrika di Piala Dunia 2026 adalah Aljazair, Tanjung Verde, Republik Demokratik Kongo, Mesir, Ghana, Pantai Gading, Maroko, Senegal, Afrika Selatan, dan Tunisia.

Tag:  #bintang #afrika #beda #pandangan #soal #peluang #juara #piala #dunia #2026

KOMENTAR