PSG Vs Arsenal: 2 Kunci The Gunners untuk Redam Daya Ledak Paris
- Arsenal mengejar gelar Liga Champions perdana mereka. Namun, sang juara bertahan PSG siap memupus asa The Gunners.
Puskas Arena, Budapest, Hongaria, akan jadi panggung final Liga Champions 2025-2026 PSG vs Arsenal.
Sepak mula final Liga Champions PSG vs Arsenal dijadwalkan digelar pada pukul 23.00 WIB.
Narasi yang terbangun menjelang final Liga Champions 2025-2026 adalah terciptanya duel antara kekuatan tak terbendung melawan objek tak tergoyahkan.
PSG datang ke final dengan potensi ofensif yang begitu menjanjikan. Kemenangan 5-4 pada leg pertama semifinal melawan Bayern sudah cukup menggambarkan betapa dahsyat daya ledak Paris Saint-Germain.
Musim ini, PSG asuhan Luis Enrique berstatut tim paling produktif di Liga Champions dengan torehan 44 gol.
Bandingkan dengan torehan Arsenal di Liga Champions 2025-2026 yang "cuma" menyentuh angka 29.
Namun, Arsenal menunjukkan kesolidan. Mereka merupakan unit bertahan solid dan susah ditembus.
Dalam perjalanan ke final, The Gunners total melalui sembilan pertandingan tanpa kebobolan.
Arsenal merupakan tim dengan catatan clean sheet terbanyak di Liga Champions 2025-2026.
Catatan di atas mungkin bisa jadi gambaran permainan di final Liga Champions nanti. PSG berpotensi tampil dominan dan menguasai bola, sementara Arsenal bermain menunggu.
Selama ini, PSG memang menonjol dalam hal penguasaan bola. Persentase penguasaan bola mereka sebesar 60,3 persen, alias cuma kalah dari Barcelona (60,4 persen).
Sektor bek sayap Arsenal diyakini akan menjadi kunci untuk meredam daya ledak PSG. Pemain yang menempati pos tersebut bertanggung jawab untuk mengeliminasi ruang gerak penyerang lincah skuad asal Paris.
"Arsenal tidak boleh membiarkan Desire Doue atau Khvicha Kvaratskhelia mendapatkan ruang gerak melawan siapa pun yang mereka tempatkan di posisi bek sayap," tulis pengamat taktik sepak bola, Jonathan Wilson, di The Guardian.
"Keduanya cepat, memiliki kemampuan menggiring bola yang luar biasa, dan sangat agresif."
Namun, situasi di pos bek sayap Arsenal tidak ideal, terutama di sisi kanan. Ben White dipastikan absen karena cedera lutut.
Sementara itu, Jurrien Timber diragukan tampil karena cedera pangkal paha yang dialami saat melawan Everton pada pertengahan Maret.
Martin Zubimendi jadi opsi untuk pelatih Arsenal, Mikel Arteta, di pos bek kanan. Namun, sepertinya Arteta akan lebih mengedepankan Cristhian Mosquera andai Timber tak bisa pulih tepat waktu.
Mosquera musim ini pernah beberapa kali mentas sebagai bek kanan meski itu tak bisa disebut posisi naturalnya.
Ia akan punya tugas penting meredam penetrasi ke arah dalam Khvicha Kvaratskhelia. Sementara itu di sektor bek kiri, kemungkinan Arteta bakal mengandalkan Riccardo Calafiori.
Calafiori bertugas untuk mengawasi Desire Doue. Sang bek Italia juga bisa bergeser ke dalam menambah kekuatan di lini tengah, terutama dalam situasi tanpa bola.
Dalam upaya meredam Doue, Calafiori, kemungkinan akan mendapatkan bantuan dari Myles Lewis-Skelly.
"Ada kemungkinan Myles Lewis-Skelly akan dipilih daripada Zubimendi, untuk bermain bersama (Declan) Rice, salah satunya karena dia terbiasa bermain sebagai bek kiri sehingga dapat membantu mengawal Doue, atau akan nyaman menggantikan Calafiori jika dia berada di posisi yang lebih maju," demikian ulasan Jonathan Wilson.
Arsenal bisa mengambil inspirasi dari kemenangan Chelsea di final Piala Dunia Antarklub 2025 silam atas PSG. Kontrol lini tengah jadi faktor penting untuk meredam agresivitas PSG.
Kala itu, Chelsea asuhan Enzo Maresca sukses mengeksploitasi ruang area halfspace PSG melalui pergerakan Cole Palmer dan agresivitas sang bek kanan, Malo Gusto.
Cuma, Cristhian Mosquera mungkin tidak akan seofensif Malo Gusto dalam naik membantu serangan.
Di sisi lain, Chelsea mendaulat Marc Cucurella untuk sering masuk ke area tengah guna menambah kontrol permainan, sedangkan pemain sayap membantu meredam ancaman serangan balik lawan.
Pendekatan serupa berpotensi diterapkan oleh Mikel Arteta, dengan Riccardo Calafiori berperan masuk ke lini tengah. Dalam situasi ini, Leandro Trossard dinilai lebih cocok dibanding Eberechi Eze untuk tugas defensif di sektor sayap.
Selain itu, Arteta diperkirakan akan memilih formasi 4-3-3 ketimbang 4-2-3-1 demi menjaga keseimbangan tim saat menghadapi PSG.
Tag: #arsenal #kunci #gunners #untuk #redam #daya #ledak #paris