Bos Xiaomi Buka-bukaan, Sekian Harga yang Harus Dibayar Akibat Krisis RAM
- Presiden Xiaomi, Lu Weibing, memaparkan rincian selisih harga RAM yang harus di bayar perusahaan, setelah krisis chip memori melanda industri belakangan ini. Krisis memori global dipicu masifnya pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Menurut Weibing, Xiaomi kini harus membayar selisih harga sebesar 1.500 yuan (sekitar Rp 3,7 juta) untuk paket RAM dan storage 12 GB/512 GB, dibanding kuartal I-2025.
Singkatnya, belanja RAM Xiaomi dengan konfigurasi tadi pada kuartal awal 2026, lebih mahal 1.500 yuan dibanding kuartal yang sama pada tahun lalu.
Penjelasan itu disampaikan Weibing dalam sebuah posting di media sosial Weibo. Harga untuk paket RAM/storage 16 GB/1 TB, bahkan lebih mahal lagi, tetapi rincian harganya tidak diungkap.
"Kenaikan harga memori akhir-akhir ini memang sangat jauh dari ekspektasi, dengan lonjakan harga empat kali lipat dibanding kuartal pertama tahun lalu," kata Weibing di Weibo.
Baca juga: Daftar HP Samsung, Xiaomi, dan Oppo yang Naik Harga per April 2026
Sebagai gambaran, katakan lah paket RAM 12 GB/512 GB pada tahun 2025 dibanderol 500 yuan (sekitar Rp 1,2 juta) per paket.
Bila mengacu pada pernyataan Weibing, harga untuk paket yang sama adalah sekitar 2.000 yuan (sekitar Rp 4,9 juta). Harganya nyaris setara dengan harga satu unit smartphone kelas menengah ke bawah.
Bagi Xiaomi, lonjakan harga RAM paling berdampak pada merek Redmi, karena merek ini fokus pada harga yang terjangkau. Akibatnya, ponsel-ponsel dari submerek Xiaomi ini mengalami kenaikan.
Contohnya Redmi K90 Pro Max, yang harganya akan naik di pada 11 April 2026 nanti, dengan kenaikan sebesar 200 yuan (sekitar Rp 497.000).
Xiaomi juga akan membatalkan promosi harga Redmi Turbo 5 dan Turbo 5 Max yang sedang berjalan di China.
Perlu dicatat, penyesuaian harga ini baru berlaku di pasar China, yang selama ini dikenal memiliki margin keuntungan paling tipis untuk lini Redmi, dihimpun KompasTekno dari GSM Arena.
Baca juga: Krisis RAM Global Mulai Ganggu Industri Game, Bisa Bikin Berubah Total
Harga HP Xiaomi di Indonesia juga naik
Penyesuaian strategi harga produk Xiaomi tak hanya terjdi di China, tapi juga di Indonesia. Selain di China, penyesuaian harga juga berlaku untuk beberapa produk Xiaomi dan Redmi di Indonesia, walaupun model produknya agak berbeda.
Pantauan KompasTekno pada awal April 2026, sejumlah smartphone Xiaomi di Indonesia terpantau mengalami kenaikan pada awal April 2026 ini.
Kenaikannya tidak hanya berlaku untuk ponsel merek Xiaomi saja, tetapi juga mencakup submereknya, seperti Redmi dan Poco. Selisih kenaikannya cukup bervariasi, mulai dari Rp 200.000 hingga yang tertinggi Rp 1 juta.
Menurut Marketing Director Xiaomi Indonesia Andi Renreng, penetapan harga produk ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga perusahaan melakukan peninjauan secara berkala untuk memastikan nilai yang dihadirkan tetap mencerminkan kualitas dan inovasi produk.
Contoh ponsel Xiaomi yang mengalami kenaikan harga adalah Redmi 15 dengan RAM dan penyimpanan 8 GB/128 GB. Saat ini ponsel tersebut dibanderol dengan harga Rp 2,5 juta di situs resmi Xiaomi Indonesia.
Berdasarkan catatan KompasTekno, harga ini naik Rp 200.000 dibanding harga awal Maret 2026 yaitu seharga Rp 2,3 juta.
Bila dibandingkan dengan harga saat rilis, harga Redmi 15 April 2026 ini juga naik Rp 400.000 karena harga peluncurannya adalah Rp 2,1 juta untuk RAM 8/128 GB.
Selain ponsel tersebut, harga HP sub-premium flagship Xiaomi 15T juga terpantau mengalami kenaikan. Ponsel ini debut di Indonesia pada September 2025 lalu seharga Rp 6,5 juta untuk RAM 12/256 GB.
Namun per April 2026, Xiaomi 15T (12/256) dibanderol Rp 7,5 juta, naik Rp 1 juta dari harga debutnya.
Baca juga: Harga HP Xiaomi di Indonesia Naik sampai Rp 1 Juta, Kelas Atas Makin Mahal
Bila dibanding ponsel Xiaomi lainnya, peningkatan harga Xiaomi 15T varian 12/256 GB tercatat yang tertinggi. Sebab, sebagian besar kenaikan harga HP Xiaomi berkisar di bawah Rp 1 juta.
Ponsel dari Poco, seperti Poco C85 juga terpantau mengalami kenaikan. Poco C85 6/128 GB kini dijual seharga Rp 1.949.000, naik Rp 500.000 dari harga peluncuran Rp 1.549.000.
Selain ketiga ponsel tersebut, beberapa model ponsel Xiaomi, Redmi dan Poco juga kini dibanderol lebih tinggi.
Rincian HP Xiaomi di Indonesia yang mengalami kenaikan harga per 1 April 2026, bisa dilihat pada daftar berikut, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari situs resmi Xiaomi Indonesia.
Baca juga: Era HP China Murah Segera Berakhir
Perlu dicatat bahwa harga dalam daftar ini dibandingkan dengan harga awal Maret 2026 atau harga rilis ponsel.
- Xiaomi 15T (12/256 GB) – Rp 7,5 juta (naik dari Rp 6,5 juta)
- Xiaomi 15T (12/512 GB) – Rp 8 juta (naik dari Rp 7,5 juta)
- Xiaomi 15T Pro (12/512 GB) – Rp 10,5 juta (naik dari Rp 10 juta)
- Redmi A5 (4/128 GB) – Rp 1,6 juta (naik dari Rp 1,4 juta)
- Redmi 15C (6/128 GB) - Rp 2.049.000 (naik dari Rp 1,8 juta)
- Redmi 15C (8/256 GB) – Rp 2.249.000 (naik dari Rp 2 juta)
- Redmi 15 (8/128 GB) – Rp 2,5 juta (naik dari Rp 2,3 juta)
- Redmi 15 (8/256 GB) – Rp 2,7 juta (naik dari Rp 2,5 juta)
- Poco C85 (6/128 GB) – Rp 1.949.000 (naik dari Rp 1.549.000)
- Poco C85 (8/256 GB) – Rp 2.149.000 (naik dari Rp 1,7 juta)
- Poco M7 (8/256 GB) – Rp 2.649.000 (naik dari Rp 2,5 juta)
Tag: #xiaomi #buka #bukaan #sekian #harga #yang #harus #dibayar #akibat #krisis