ChatGPT Pro Kini Lebih Murah, Harga Turun Jadi Rp 1,8 Juta
- Perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) OpenAI, meluncurkan opsi paket langganan ChatGPT baru. Paket ini merupakan alternatif dari paket Pro yang sudah ada, tetapi harganya dibanderol lebih murah.
Paket ChatGPT Pro yang baru dibanderol seharga 100 dollar AS (sekitar 1,7 juta) per bulan, lebih hemat dibanding ChatGPT Pro yang sudah ada sebelumnya, seharga 200 dollar AS (sekitar Rp 3,4 juta) per bulan.
Paket ChatGPT Pro versi murah ini menawarkan batasan yang lebih tinggi untuk fitur agen AI pembantu coding, Codex.
Menurut pengumuman yang diunggah OpenAI di media sosial X/Twitter, ChatGPT Pro murah punya dukungan Codex hingga lima kali lebih banyak dibanding ChatGPT Plus.
Baca juga: Rumah Bos ChatGPT Dilempar Bom Molotov, Pelaku Ditangkap
Dukungan ini cocok untuk sesi pemrograman yang panjang dan cukup rumit.
"Paket Plus tetap menjadi penawaran terbaik untuk penggunaan Codex sehari-hari yang stabil, tetapi opsi (langganan) Pro 100 dollar AS, menawarkan peningkatan yang lebih mudah diakses untuk penggunaan harian yang lebih berat," kata induk ChatGPT itu dengan handle akun @OpenAI di X/Twitter.
Dengan dirilisnya paket ini, total paket ChatGPT untuk penggunaan pribadi kini menjadi lima paket, meliputi ChatGPT gratis, Go, Plus, dan dua opsi ChatGPT Pro.
Pantauan KompasTekno, Minggu (12/4/2026), paket murah ChatGPT Pro sudah tersedia di Tanah Air. Di Indonesia, paket baru ini dibanderol seharga Rp 1.889.000, lebih murah dari ChatGPT Pro lain yang dibanderol Rp 3,5 juta.
Tampilan paket ChatGPT Pro murah yang sudah tersedia di Indonesia
Selain menawarkan akses Codex yang lebih banyak dibanding versi Plus, paket baru ini juga menawarkan akses awal untuk fitur yang sedang dikembangkan oleh OpenAI untuk ChatGPT. Rincian fitur ChatGPT Pro murah sebagai berikut:
- Kuota penggunaan 5x lebih banyak dibanding ChatGPT Plus
- Akses ke model AI teratas OpenAI
- Akses ke Codex
- Akses awal ke fitur eksperimental ChatGPT yang lebih dirilis ke semua pengguna
Dilansir CNBC, paket baru ini dirilis sebagai upaya untuk menyaingi Anthropic, pesaing OpenAI.
Anthropic telah merilis agen coding Claude Code pada Mei 2025, sementara Codex dari OpenAI rilis pada April tahun yang sama.
Baca juga: Baru Uji Coba, Iklan ChatGPT Sudah Hasilkan Rp 1,6 Triliun
Adapun asisten coding berbasis AI kian populer di kalangan pengembang software, karena mampu melakukan mengotomatisasi berbagai tugas pemrograman, termasuk menulis kode maupun memperbaiki bug.
Menurut laporan CNBC sebelumnya, pendapatan tahunan terproyeksi (run-rate revenue) dari layanan coding AI telah melampaui 2,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 42,7 triliun) pada Februari, naik lebih dari 100 persen sejak awal 2026.