AS Rekrut Gamer Jadi Pengatur Lalu-Lintas Udara, Gaji Rp 2,5 Miliar Setahun
- Otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), mulai melirik komunitas gamer sebagai sumber talenta baru untuk mengatasi kekurangan tenaga pengatur lalu lintas udara (air traffic controller/ATC) yang kian mendesak.
Namun, pendekatan ini bukan berarti FAA secara literal “merekrut gamer”. Lembaga tersebut, bersama Departemen Perhubungan AS, mengemas kampanye rekrutmen dengan pendekatan yang menargetkan kalangan gamer, karena dinilai memiliki keterampilan yang relevan dengan profesi ATC.
Kampanye ini menyoroti kemampuan yang kerap diasah dalam bermain game, seperti berpikir cepat, menjaga fokus dalam durasi panjang, serta mengelola situasi kompleks di bawah tekanan tinggi.
Berdasarkan evaluasi internal FAA, keterampilan tersebut juga muncul dalam wawancara keluar (exit interview) para petugas ATC, yang menyebut latar belakang gaming membantu mereka dalam pekerjaan.
Baca juga: Gamer Frustasi, Serukan Boikot RAM
Menteri Perhubungan AS, Sean Duffy, menyebut pendekatan ini diperlukan untuk menjangkau generasi baru tenaga kerja.
“Untuk menjangkau generasi baru pengatur lalu lintas udara, kita perlu beradaptasi,” ujar Duffy dikutip KompasTekno dari Fortune.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini juga bertujuan menjangkau kelompok baru yang memiliki keterampilan relevan, termasuk dari kalangan gamer.
Pesawat United Airlines saat lepas landas dari Bandara Internasional Chicago O'Hare di Chicago, Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat, 7 November 2025.
Dalam materi kampanye resminya, FAA bahkan menggunakan pendekatan visual dan bahasa yang dekat dengan dunia game, seperti konsep “level up your career”, untuk menarik minat pelamar muda.
Selain pendekatan komunikasi yang berbeda, FAA juga menawarkan insentif yang kompetitif. Kandidat yang lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan berbayar, tunjangan, serta prospek penghasilan yang tinggi.
Dalam beberapa tahun, pengatur lalu lintas udara berpengalaman dapat memperoleh gaji lebih dari 155.000 dollar AS, atau setara Rp 2,5 miliar per tahun.
Kekurangan Ribuan ATC di AS
Langkah ini diambil di tengah kekurangan tenaga ATC yang signifikan di Amerika Serikat. Data menunjukkan FAA saat ini masih kekurangan sekitar 3.000 hingga 3.500 pengatur lalu lintas udara dibandingkan kebutuhan ideal.
Baca juga: Singapura Perketat Aturan Power Bank di Pesawat, Maksimal 2 Unit
Secara keseluruhan, jumlah ATC di AS juga tercatat turun sekitar 6 persen dalam satu dekade terakhir, sementara jumlah penerbangan justru meningkat sekitar 10 persen.
Kondisi ini membuat banyak fasilitas pengatur lalu lintas udara beroperasi di bawah target kapasitas. Bahkan, sebagian besar fasilitas tidak mencapai ambang ideal 85 persen dari kebutuhan tenaga kerja.
FAA sendiri menargetkan perekrutan besar-besaran, dengan rencana menambah sekitar 8.900 ATC baru hingga 2028 untuk menutup kekurangan tersebut.
Krisis ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari gelombang pensiun, tingginya tingkat keluar-masuk pegawai, hingga gangguan pelatihan selama pandemi Covid-19 yang sempat menghentikan proses rekrutmen dan pendidikan selama berbulan-bulan.
Tag: #rekrut #gamer #jadi #pengatur #lalu #lintas #udara #gaji #miliar #setahun