Hacker Bobol Data Rockstar dan Sebar Informasi GTA, Saham Take-Two Malah Meroket
Ilustrasi hacker. (Freepik)
14:16
20 April 2026

Hacker Bobol Data Rockstar dan Sebar Informasi GTA, Saham Take-Two Malah Meroket

Industri gaming heboh setelah hacker atau peretas terkenal mengklaim telah membobol data milik Rockstar dan menyebar data GTA Online.

Tak disangka, data penjualan GTA Online yang bocor justru membuat saham Take-Two (induk Rockstar Games) malah membaik.

Saham Take Two Interactive (NASDAQ:TWTO) menguat 7,07 persen di angka 212 dolar AS (Rp3,64 juta) pada 20 April 2026.

Itu meningkat dari 198 dolar AS (Rp3,4 juta) dibanding 7 hari sebelumnya.

Upaya kelompok peretas Rockstar, ShinyHunters, untuk menekan sang developer game justru berakhir menjadi bumerang yang menguntungkan.

Alih-alih merugi, perusahaan induk Rockstar, Take-Two Interactive, malah menikmati lonjakan harga.

Investor kemungkinan bertambah optimis setelah data pendapatan masif dari GTA Online bocor ke publik. Ini adalah sebuah ironi yang jarang terjadi di dunia siber.

Awalnya, ShinyHunters mengancam akan merilis data rahasia jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, sebuah taktik yang sering berhasil menekan perusahaan besar.

Namun, data yang mereka bocorkan (setelah Rockstar menolak untuk tunduk) ternyata bukanlah informasi sensitif terkait pengembangan GTA 6, melainkan data finansial.

Itu justru membuat para investor tersenyum lebar. Bocoran tersebut mengungkap fakta mengejutkan: GTA Online, sebuah game yang sudah berumur lebih dari satu dekade, masih mampu menghasilkan lebih dari 1 juta dolar AS per hari.

Itu sekitar 500 juta dolar AS (Rp8,6 triliun) per tahun, melalui penjualan Shark Card.

Informasi ini seketika mengubah narasi dari krisis keamanan menjadi demonstrasi kekuatan finansial.

Pasar merespons positif, melihat GTA Online sebagai mesin uang yang luar biasa tangguh.

Kenaikan saham menambah sekitar 1 miliar dolar AS pada kapitalisasi pasar perusahaan, sebuah keuntungan tak terduga yang dipicu oleh para peretas itu sendiri.

Mengutip TechRadar, pihak Rockstar sendiri secara konsisten meremehkan dampak peretasan ini.

GTA Online. [Rockstar Games]GTA Online. [Rockstar Games]

"Insiden peretasan tidak berdampak pada organisasi kami atau pemain GTA," bunyi pernyataan resmi dari Rockstar.

Peristiwa ini menunjukkan betapa kuatnya ekosistem yang telah dibangun Rockstar di sekitar seri Grand Theft Auto.

Sementara para penggemar harus terus bersabar menanti Grand Theft Auto 6 yang dijadwalkan rilis pada 19 November 2026, para investor kini punya bukti baru betapa berharganya properti intelektual besutan Rockstar.

ShinyHunters mungkin berhasil mencuri data, tetapi mereka tanpa sengaja memberikan hadiah miliaran dolar kepada target mereka.

Editor: Farah Nabilla

Tag:  #hacker #bobol #data #rockstar #sebar #informasi #saham #take #malah #meroket

KOMENTAR