Peneliti Bikin Pakaian Pintar Buat Pantau Kesehatan, Jadi Pengganti Smartwatch?
- Perangkat wearable seperti smartwatch selama ini menjadi andalan untuk memantau kesehatan harian. Namun, ke depannya fungsi smartwatch ini bisa digantikan oleh pakaian.
Peneliti dari National University of Singapore mengembangkan teknologi kain pintar yang mampu memantau tekanan darah secara real-time.
Teknologi ini disebut berpotensi mengubah pakaian sehari-hari menjadi alat pemantau kesehatan yang digunakan sepanjang waktu, tanpa perlu perangkat tambahan.
Sistem pakaian pintar ini dijelaskan dalam makalah terbaru di jurnal ilmiah Nature Electronics dan dilaporkan oleh outlet media Tech Xplore.
Dalam laporan tersebut, salah satu keunggulan utama yang ditonjolkan teknologi ini adalah kemampuannya untuk beroperasi tanpa baterai.
Baca juga: Smartwatch Murah Honor Watch X5i Resmi, Baterai Kuat 3 Minggu
Daya dari smartphone
Alih-alih menggunakan baterai bawaan, sistem pakaian pintar ini memanfaatkan sensor ultra-tipis menempel ke kulit pengguna.
Sensor tersebut terhubung melalui kain khusus yang dirancang untuk menyalurkan daya secara nirkabel dari perangkat ponsel ke pakaian.
Untuk daya, terdapat material khusus yang disebut "metamaterial", yaitu kain yang direkayasa secara khusus untuk mentransfer daya dari smartphone terdekat ke sensor.
Sistem tekstil pintar menghubungkan sensor melalui kain khusus dan memanfaatkan smartphone sebagai sumber daya serta pusat pengolahan data.
Sistem ini juga memisahkan jalur pengiriman daya dan komunikasi data ke dalam saluran frekuensi yang berbeda, sehingga dapat menghindari gangguan dan menjaga kestabilan sinyal.
Jadi, secara keseluruhan, ponsel pengguna akan berfungsi sebagai sumber daya sekaligus pusat daya yang secara aktif mengumpulkan informasi kesehatan.
Dengan mekanisme tersebut, pengguna diharapkan tidak perlu lagi repot mengisi daya perangkat wearable seperti yang dilakukan pada smartwatch saat ini.
Bisa dipakai saat olahraga
Pakaian pintar ini difokuskan untuk memantau tekanan darah sistolik, yaitu tekanan darah saat jantung memompa darah.
Dalam pengujian awal, sistem ini diklaim mampu melacak data secara akurat, bahkan ketika pengguna sedang berolahraga. Biasanya, situasi ini menjadi tantangan bagi banyak perangkat wearable.
Tingkat konsistensi pelacakan yang dihasilkan pakaian pintar ini dinilai bermanfaat untuk pemantauan kesehatan jangka panjang maupun deteksi dini masalah kardiovaskular.
Dalam pengujian, pakaian pintar ini mampu memantau tekanan darah secara akurat bahkan saat pengguna berolahraga.
Sensor yang digunakan di pakaian pintar ini juga disebut sangat tipis dan fleksibel, sehingga dapat menempel di kulit pengguna tanpa mengganggu pergerakan.
Lapisan tekstil kemudian berfungsi menghubungkan berbagai sensor tersebut menjadi satu jaringan untuk mengumpulkan data secara terus-menerus di seluruh tubuh.
Baca juga: Uni Eropa Desak iPhone Kompatibel dengan Wearable Non-Apple
Menuju arah wearable baru
Meski masih dalam tahap pengembangan, teknologi ini menunjukkan arah baru perangkat wearable, di mana pemantauan kesehatan bisa dilakukan secara lebih praktis dan menyatu dengan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, teknologi wearable tanpa baterai sendiri sebenarnya sudah pernah dikembangkan sebelumnya.
Namun, pendekatan kain pintar ini dianggap lebih mendekati penggunaan di dunia nyata karena seluruh sistem terintegrasi langsung ke dalam pakaian.
Pasalnya, pengguna tidak perlu lagi memakai perangkat tambahan seperti smartwatch atau smartband, yang biasanya sering lupa dikenakan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari DigitalTrends.
Tag: #peneliti #bikin #pakaian #pintar #buat #pantau #kesehatan #jadi #pengganti #smartwatch