Riset Omdia: 5 Besar Merek HP se-Asia Tenggara, Samsung Teratas
Suasana konter HP di sentra ponsel Pusat Grosir Cililitan (PGC)(Kompas.com/Lely Maulida)
10:09
20 Mei 2026

Riset Omdia: 5 Besar Merek HP se-Asia Tenggara, Samsung Teratas

- Firma riset pasar Omdia merilis laporan terbaru mengenai pasar smartphone di kawasan Asia Tenggara untuk kuartal I (Januari-Maret) 2026.

Secara keseluruhan, total shipment ponsel di Asia Tenggara pada kuartal I-2026 mencapai 21,6 juta unit, turun 9 persen dari periode yang sama tahun lalu di angka 23,7 juta unit.

Dalam laporan ini, Omdia juga merilis daftar lima merek ponsel dengan pengiriman tertinggi di periode tersebut. Samsung menempati urutan pertama dalam daftar tersebut dengan total pengiriman (shipment) perangkat mencapai 4,6 juta unit.

Perusahaan asal Korea Selatan tersebut memiliki pangsa pasar (market share) sekitar 21 persen.

Omdia mencatat pengiriman HP Samsung di kawasan ini juga tumbuh 4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Baca juga: Update Harga HP Samsung 28 April 2026, Galaxy S25 FE Turun hingga Rp 2 Juta

Menurut firma riset ini, keberhasilan Samsung didorong oleh performa seri flagship Galaxy S26 Series dan penjualan lini Galaxy A Series yang kuat di segmen menengah.

Secara YoY, Samsung juga dinobatkan Omdia sebagai satu-satunya vendor smartphone yang mengalami kenaikan. 

Empat vendor di bawah Samsung, yaitu Oppo, Xiaomi, Transsion (Infinix, Tecno, Itel), hingga Vivo kompak mengalami penurunan shipment, dan ini berpengaruh pada nilai market share mereka di Asia Tenggara pada kuartal I-2026.

Selengkapnya, berikut data lima vendor ponsel terlaris di Asia Tenggara pada kuartal I-2026 versi Omdia, lengkap dengan pertumbuhannya secara YoY. 

Perlu dicatat, data Omdia ini menggunakan metode sell-in shipment, bukan sell-out.

Dengan kata lain, angka yang dicatat merupakan jumlah perangkat yang dikirim vendor ke distributor, toko, atau kanal penjualan, bukan jumlah unit yang benar-benar terjual ke konsumen akhir.

Peringkat Vendor Pengiriman Kuartal I-2025 (juta unit) Pangsa Pasar Kuartal I-2025 (persen) Pengiriman Kuartal I-2026 (juta unit) Pangsa Pasar Kuartal I-2026 (persen) Pertumbuhan YoY (persen)
1. Samsung 4,4 19 4,6 21 4
2. Oppo 5,1 21 4,2 20 -17
3. Xiaomi 4,2 18 3,7 17 -12
4. Transsion 3,7 16 3,4 16 -10
5. Vivo 2,8 12 2,1 9 -7
6. Merek lain 3,5 15 3,7 17 7
  Total 23,7 100   100 -9

Harga jual rata-rata naik

Seperti disebutkan di atas, secara keseluruhan, pasar smartphone Asia Tenggara mengalami penurunan 9 persen YoY dari 23,7 juta unit pada kuartal I-2025 menjadi 21,6 juta unit di kuartal I-2026.

Meski volume pengiriman turun, Omdia mencatat harga jual rata-rata (average selling price/ASP) smartphone di kawasan ini justru mencapai rekor baru sebesar 349 dollar AS atau sekitar Rp 6,1 juta per unit-nya.

Nilai itu naik 19 persen dibanding tahun sebelumnya yang masih berada di bawah angka 300 dollar AS (sekitar Rp 5,3 juta).

Menurut Omdia, kenaikan harga ini dipicu meningkatnya biaya komponen memori seperti DRAM dan NAND yang membuat ongkos produksi smartphone ikut naik.

Kondisi tersebut dinilai paling terasa di segmen entry-level dan menengah, karena komponen memori memiliki porsi biaya yang cukup besar pada perangkat di kelas tersebut.

Baca juga: Tren HP Murah China Berubah, Tanda-tandanya Terlihat di Indonesia

Akibatnya, vendor mulai menaikkan harga perangkat, mengurangi spesifikasi tertentu, atau mengatur suplai produk lebih ketat agar margin keuntungan tetap terjaga.

“Pada akhirnya, vendor smartphone kini lebih fokus menjaga profitabilitas dan menaikkan ASP, ketimbang sekadar mengejar pertumbuhan volume,” kata Research Manager Omdia, Le Xuan Chiew dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno.

Omdia memperkirakan volatilitas harga dan suplai smartphone masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

Sebab, vendor saat ini masih harus menghadapi keterbatasan pasokan komponen sekaligus mempertimbangkan dampak kenaikan harga terhadap daya beli konsumen.

Dengan kata lain, pasar smartphone Asia Tenggara diprediksi masih akan mengalami tekanan harga hingga beberapa kuartal ke depan, terutama di segmen HP murah yang sensitif terhadap kenaikan harga.

Tag:  #riset #omdia #besar #merek #asia #tenggara #samsung #teratas

KOMENTAR