Surabaya Juga Punya Kota Lama, Serasa Kembali ke Masa Kolonial Belanda
Pengunjung di Kota Lama Surabaya, Senin (23/3/2026)(KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH )
19:14
24 Maret 2026

Surabaya Juga Punya Kota Lama, Serasa Kembali ke Masa Kolonial Belanda

- Yanti, menyewa kostum tradisional khas Jawa berbahan velvet cokelat tua dengan jarik batik merah senada dengan selendangnya. Sementara suaminya menggunakan baju adat hitam dan blangkon corak batik parang.

Meski berkali-kali mampir, Ini pertama kalinya bagi Yanti dan suaminya menyewa kostum untuk berfoto latar Gedung Internatio di kawasan Kota Lama Surabaya zona Eropa.

“Buat kenang-kenangan, mumpung liburan Idul Fitri, sama anak juga,” kata Yanti saat ditemui Kompas.com, Senin sore (23/3/2026).

Baca juga: Jadwal dan Harga Tiket Commuter SuPasPro Surabaya–Probolinggo

Ia bingung berpose, tapi fotografer mengarahkannya agar tidak mati gaya. Duduk bersimpung anggun dengan selendang yang melingkar di pundak menjuntai ke bawah. Senyum tipisnya dan saling pandang terekam dalam satu jepretan.

Per kostum, Yanti harus merogoh kocek Rp 25.000 dari Willemsplein Surabaya Kriya Gallery menyediakan jasa sewa kostum tradisional khas Jawa berbagai motif.

Yanti dan suaminya merupakan warga Rungkut, Surabaya. Mereka memilih menghabiskan waktu libur lebaran Idul Fitri di Kota Lama Surabaya karena jaraknya yang dekat dengan rumah.

“Ini Kota Kenangan buat kami. Kami tidak lahir di Surabaya tapi sudah lama di Surabaya. Sudah kenal Surabaya mana yang menarik untuk dikunjungi,” kata suami Yanti, Arsyid.

Di samping itu, kondisi Kota Lama Surabaya yang dulu lebih terkenal dengan sebutan Jembatan Merah Plaza atau JMP kini telah tertata setelah direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Surabaya pada 2023 lalu.

Baca juga: Ke Bromo Kini Bisa Naik DAMRI dari Malang dan Surabaya, Ini Jadwalnya

“Kalau dulu belum kayak gini. Sekarang sudah berubah total, seperti modern. Dulu di sini terminal, luar biasa sekarang. Sekarang jadi tempat wisata, makanya perubahannya luar biasa,” terangnya.

Gedung-gedung zaman kolonial Belanda di Kota Lama Surabaya

Di kawasan Kota Lama Surabaya, berjejer gedung-gedung didominasi warna putih dengan desain rangkaian besi dan jendela serta pintu dibuat lebar khas bangunan zaman Belanda di abad ke-16 hingga 19 an.

Pabrik Limoen JC van Drongelen & Hellfach salah satu yang menjadi ikon Kota Lama Surabaya, Senin (23/3/2026)KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH Pabrik Limoen JC van Drongelen & Hellfach salah satu yang menjadi ikon Kota Lama Surabaya, Senin (23/3/2026)

Misalnya Gedung Internatio, Gedung Cerutu, Gedung De Javasche Bank, Pabrik Limoen JC van Drongelen & Hellfach yang menjadi ikon Kota Lama Surabaya. Gedung-gedung tersebut menjadi spot pengunjung berfoto.

Gak cuma foto-foto, beberapa pengunjung menikmati sajian kuliner minuman khas yang hanya bisa ditemui di kawasan Kota Lama Surabaya.

Baca juga: Ramadan di Kebun Binatang Surabaya, dari Sunyi Menuju Ramai Jelang Lebaran

Masuk ke Jalan Mwilis, pengunjung akan menemukan minuman khas sirup limun resep kuno dari Pabrik Limoen JC van Drongelen & Hellfach. Minuman ini dulunya hanya dinikmati oleh kalangan orang-orang Belanda.

Tapi, sekarang pengunjung bisa puas menikmati minuman kombinasi rasa segar khas dari campuran air soda, gula, dan perasan jeruk nipis. Terasa segar di tenggorokan dalam satu tegukan.

Tag:  #surabaya #juga #punya #kota #lama #serasa #kembali #masa #kolonial #belanda

KOMENTAR