Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melanjutkan program Jumat Hening bersamaan dengan perayaan Jumat Agung 2026 pada Jumat (3/4/2026).
Pemkab telah menyosialisasikan pengurangan aktivitas selama sembilan jam di Labuan Bajo.
"Program ini dilakukan sebagai salah satu upaya daerah dalam melestarikan lingkungan. Tujuannya memberikan waktu bagi alam untuk beristirahat dari aktivitas kendaraan dan menciptakan suasana yang lebih tenang dan tertib," kata Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Selasa (31/3/2026).
- Mengenal Makna Jumat Agung dan Kisah di Baliknya
- Apakah Jumat Agung Termasuk Paskah? Ketahui Bedanya
Ada Jumat Hening 9 jam di Labuan Bajo, apa itu?
Pembatasan aktivitas kendaraan dan kebisingan
Program Jumat Hening tahun ini adalah kelanjutan dari tahun lalu, tujuannya membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi polusi.
Jumat Hening akan berlangsung selama satu hari dengan cara pembatasan aktivitas kendaraan dan kebisingan lain pada pagi dan sore hari.
Pembagiannya dimulai pukul 06.00 Wita-11.00 Wita, kemudian dilanjutkan pada pukul 14.00 Wita-18.00 Wita.
Selain kendaraan, pemerintah minta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, penggunaan listrik, dan mengurangi sampah plastik.
Masyarakat juga diimbau mematikan pengeras suara dan berjalan kaki ke tempat ibadah.
Jalan akan ditutup
Demi jaga alam dan hormati Jumat Agung, Labuan Bajo di NTT batasi polusi dan kebisingan selama sembilan jam. Simak aturan selengkapnya.
Pemerintah juga akan menutup jalan di beberapa titik yakni di simpang Yos Adu-Langka Kabe-Sernaru-simpang Lancang, simpang Wae Mata-Langka Kabe-Patung Caci, dan simpang Prundi-Simpang Lamantoro.
"Pelaksanaan program ini juga akan memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan ibadah mulai dari Jumat Agung dan salat Jumat," kata Edi.
Dukungan gereja
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus berkunjung ke Polres Manggarai Barat, pada Jumat (4/4/2025) sore. Demi jaga alam dan hormati Jumat Agung, Labuan Bajo di NTT batasi polusi dan kebisingan selama sembilan jam. Simak aturan selengkapnya.
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus menyambut program Jumat Hening. Ia mengatakan, program tersebut sudah disepakati semua pihak baik itu forkopimda maupun para tokoh agama.
Bersamaan dengan itu, Maksimus mengatakan, Gereja Katedral juga akan menjalankan ibadah Jalan Salib hidup untuk mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus di kayu salib dan perayaan Jumat Agung.
"Jumat Agung itu akan menjadi Jumat Hening kita bersama. Perayaan jalan salib hidup juga sudah diatur sedemikian rupa sesuai dengan mekanisme yang ada," kata dia.
Jalan salib hidup atau tablo rutin dilakukan di Labuan Bajo beberapa tahun terakhir dilaksanakan pada hari Jumat Agung.
Perayaan yang dilakukan di jalan umum ini melibatkan ribuan umat Katolik di Labuan Bajo.
- Biaya Liburan ke Pulau Kanawa Labuan Bajo: dari Snorkeling hingga Trekking
- Jangkar Rusak Terumbu Karang di Labuan Bajo, Pelaku Disanksi Transplantasi Karang