Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara 4 April 2026, Ini Sebabnya
Ilustrasi Gunung.(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)
16:07
4 April 2026

Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara 4 April 2026, Ini Sebabnya

- Seluruh jalur pendakian Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah, resmi ditutup sementara mulai Sabtu (4/4/2026).

Penutupan dilakukan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas vulkanis di kawasan kawah gunung tersebut.

Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menyatakan penutupan dilakukan demi keselamatan pendaki.

Baca juga: Aktivitas Vulkanis Kawah Gunung Slamet Meningkat, Jalur Pendakian Ditutup Sementara

“Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami bersama pengelola jalur pendakian Gunung Slamet jalur Bambangan akan memberlakukan penutupan pelayanan sementara bagi calon pendaki sampai dengan adanya status aman,” ujarnya dilansir dari Kompas.com (4/4/2026).

Seluruh jalur pendakian ditutup sementara

Penutupan tidak hanya berlaku untuk jalur Bambangan di Purbalingga, tetapi juga seluruh jalur pendakian di kabupaten lain.

Sugeng mengungkapkan bahwa hingga registrasi terakhir, masih terdapat 364 pendaki di jalur Bambangan.

“Hari ini Tim SAR Bambangan sudah standby di Pos 9 untuk mencegat dan memastikan pendaki tidak naik sampai ke puncak,” jelasnya.

Asap Kawah Gunung Slamet menjulang 300 meter

Peningkatan aktivitas Gunung Slamet telah dilaporkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) sejak Jumat (3/4/2026).

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa perubahan visual terlihat jelas pada aktivitas kawah.

“Ada perubahan visual terutama pada kolom asap berwarna putih dengan tinggi maksimum 300 meter dari atas bibir kawah. Asap teramati keluar secara terus-menerus, yang mengindikasikan adanya aktivitas degassing atau pelepasan gas-gas magmatik,” tulisnya.

Analisis citra termal juga menunjukkan kenaikan suhu kawah yang cukup drastis, dari 247,4°C pada September 2024 menjadi 411,2°C pada 2 April 2026.

“Sebaran anomali panas pada tahun 2026 berkembang lebih luas dan membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah,” ungkap Lana.

Gempa vulkanik meningkat, magma bergerak ke permukaan

Dari data kegempaan periode 16 Maret – 3 April 2026, tercatat peningkatan signifikan:

  • 866 kali gempa embusan
  • 620 kali gempa frekuensi lemah
  • 1 kali gempa vulkanik dalam
  • 11 kali gempa tektonik jauh
  • Tremor menerus amplitudo 1 mm (dominant 0,5 mm)

Gempa frekuensi rendah meningkat konsisten sejak 22 Maret, dengan pola makin tegas sejak 27 Maret.

Foto citra visual perubahan kondisi kawah Gunung Slamet dari 13 September 2024 hingga 2 April 2026.KOMPAS.COM/Dok Pos PGA Slamet Foto citra visual perubahan kondisi kawah Gunung Slamet dari 13 September 2024 hingga 2 April 2026.

“Gempa-gempa berfrekuensi rendah ini berasosiasi dengan adanya peningkatan aktivitas gas magmatik,” jelas Lana.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Slamet, Muhammad Rusdi, mengonfirmasi adanya pergerakan magma berdasarkan alat Electronic Distance Measurement (EDM).

Baca juga: Aktivitas Vulkanis Gunung Slamet Meningkat, Status Level 2 Waspada

“Dari pemantauan deformasi, magma telah melewati reflektor di Stasiun Cilik (1.516 mdpl) menuju kedalaman lebih dangkal di Stasiun Bambangan (1.878 mdpl),” terang Rusdi.

Ia menambahkan bahwa peningkatan tekanan di bawah tubuh gunung menyebabkan munculnya gempa dangkal yang meningkatkan potensi erupsi.

Potensi bahaya di radius 2 kilometer

Rusdi menyebutkan tiga potensi ancaman yang dapat terjadi di sekitar kawah:

  • Erupsi freatik yang menghasilkan abu dan hujan lumpur
  • Erupsi magmatik yang melemparkan material pijar
  • Embusan gas vulkanik berkonsentrasi tinggi

Meski aktivitas meningkat, hingga 3 April 2026 status Gunung Slamet masih di Level II (Waspada).

Rekomendasi untuk masyarakat adalah tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak.

Saat ini, empat petugas berada di Pos Pengamatan Gunungapi Slamet di Desa Gambuhan, Pemalang.

Baca juga: Suhu Kawah Meningkat Signifikan, Radius Aman Gunung Slamet Jadi 3 Kilometer dari Puncak

“Dalam waktu dekat rencananya akan ada tambahan personel dari tim tanggap darurat,” ujar Rusdi.

Dengan kondisi aktivitas vulkanik yang terus meningkat, seluruh pihak terkait mengimbau masyarakat dan calon pendaki untuk mengikuti arahan otoritas guna menghindari risiko erupsi.

Tag:  #pendakian #gunung #slamet #ditutup #sementara #april #2026 #sebabnya

KOMENTAR