7 Maskapai yang Naikkan Tarif dan Kurangi Rute, Imbas Harga Avtur Naik
- Sejumlah maskapai penerbangan mengubah rute atau menaikkan biaya, imbas dari melonjaknya harga bahan bakar pesawat (avtur) dan gangguan pasokan global akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran.
Tidak hanya itu, ada pula yang membatalkan penerbangan sebagai langkah efisiensi untuk menekan biaya operasional yang meningkat tajam.
- AirAsia X Berencana Naikkan Harga Tiket Pesawat dan Kurangi Rute
- Insiden Pesawat ANA Mendarat Darurat dengan Satu Mesin, Penumpang Selamat
Dilansir dari Business Insider dan beberapa sumber lainnya, Senin (6/4/2026), berikut daftar maskapai penerbangan yang telah menerapkan aturan tertentu akibat konflik geopolitik itu.
1. Scandinavian Airlines
Lonjakan harga avtur memaksa maskapai penerbangan menerapkan aturan baru, termasuk menaikkan harga tiket pesawat. Salah satunya Scandinavian Airlines.
Scandinavian Airlines membatalkan sekitar 1.000 penerbangan, terutama pada rute jarak pendek di wilayah Nordik.
Kebijakan ini diambil sebagai respons langsung terhadap lonjakan biaya avtur yang berdampak pada seluruh sistem penerbangan Eropa.
Selain pembatalan, maskapai penerbangan ini juga menyesuaikan tarif tiket untuk menjaga keberlanjutan operasional.
- 23 Maskapai Masih Setop Penerbangan ke Timur Tengah, Ini Daftarnya
- 23 Maskapai Masih Setop Penerbangan ke Timur Tengah, Ini Daftarnya
2. United Airlines
Lonjakan harga avtur memaksa maskapai penerbangan menerapkan aturan baru, termasuk menaikkan harga tiket pesawat. Salah satunya United Airlines.
United Airlines membatalkan sejumlah penerbangan, khususnya pada jam-jam sepi dan penerbangan malam hari.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengurangan penerbangan yang dinilai tidak menguntungkan dalam jangka pendek.
Pihak maskapai penerbangan tersebut menyampaikanm lonjakan harga bahan bakar berpotensi menambah beban biaya hingga 11 miliar dollar AS (sekitar Rp 187,2 triliun) per tahun sehingga efisiensi menjadi langkah yang tidak terhindarkan.
3. Vietnam Airlines
Lonjakan harga avtur memaksa maskapai penerbangan menerapkan aturan baru, termasuk menaikkan harga tiket pesawat. Salah satunya Vietnam Airlines.
Vietnam Airlines menangguhkan tujuh rute penerbangan domestik mulai awal April 2026, tepatnya Rabu (1/4/2026).
Penghentian ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian jaringan penerbangan untuk mengurangi dampak kenaikan harga avtur.
Selain itu, maskapai penerbangan ini juga berpotensi melakukan pemangkasan penerbangan lebih luas jika harga bahan bakar terus meningkat, terutama pada rute domestik yang lebih sensitif terhadap biaya operasional.
4. Air New Zealand
Lonjakan harga avtur memaksa maskapai penerbangan menerapkan aturan baru, termasuk menaikkan harga tiket pesawat. Salah satunya Air New Zealand.
Air New Zealand membatalkan sebagian penerbangannya melalui pengurangan jadwal sekitar 1.100 penerbangan atau setara lima persen dari total kapasitas.
Dikutip dari Travel Radar, pembatalan ini difokuskan pada rute domestik dan jarak pendek, terutama di wilayah regional yang memiliki jumlah penumpang lebih sedikit.
Air New Zealand juga menggabungkan penerbangan di luar jam sibuk untuk menjaga efisiensi tanpa mengganggu layanan utama.
Secara umum, pembatalan penerbangan ini terjadi pada rute dengan permintaan rendah atau biaya operasional tinggi.
- 5 Penerbangan Internasional di Bali yang Dibatalkan akibat Konflik AS-Iran
- Sempat Ditangguhkan Akibat Perang Iran VS AS-Sirael, Penerbangan Emirates Rute Bali-Dubai Buka Lagi
5. AirAsia X
Lonjakan harga avtur memaksa maskapai penerbangan menerapkan aturan baru, termasuk menaikkan harga tiket pesawat. Salah satunya AirAsia X.
Maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Malaysia, AirAsia X baru saja mengumumkan rencana kenaikan harga tiket pesawat dan pengurangan kapasitas penerbangan dalam waktu dekat.
Pendiri AirAsia X, Tony Fernandes menyampaikan, kenaikan harga tiket adalah sesuatu yang "tidak bisa dihindari".
"Kami kurangi rute di mana kami rasa tidak bisa menutup biaya bahan bakar," ujar Fernandes, dikutip dari Sinar Daily.
Kendati demikian, layanan ke Bahrain pada Juni 2026 nanti akan tetap dilakukan karena banyaknya permintaan.
6. JAL dan ANA
Lonjakan harga avtur memaksa maskapai penerbangan menerapkan aturan baru, termasuk menaikkan harga tiket pesawat, antara lain JAL dan ANA.
Dua maskapai penerbangan asal Jepang, Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) berencana menaikkan biaya tambahan bahan bakar hingga dua kali lipat dari tarif saat ini mulai Juni 2026.
Nantinya, jumlah biaya tambahan bahan bakar akan ditentukan setiap dua bulan sekali dan diumumkan dua bulan sebelumnya oleh kedua maskapai penerbangan tersebut.
7. Batik Air Malaysia
Lonjakan harga avtur memaksa maskapai penerbangan menerapkan aturan baru, termasuk menaikkan harga tiket pesawat. Salah satunya Batik Air Malaysia.
Batik Air Malaysia akan mengurangi 35 persen penerbangan berjadwal pada pertengahan awal bulan April 2026, dikutip dari The Edge.
CEO Batik Air Malaysia, Datuk Chandran Rama Muthy menyampaikan, pengurangan tersebut menjadi langkah untuk menghemat sumber daya seiring melonjaknya harga avtur level tertinggi sepanjang sejarah.
Maskapai penerbangan ini juga menawarkan cuti tanpa gaji sukarela kepada karyawan, dengan pendaftaran dibuka hingga Jumat (3/4/2026) untuk cuti yang dimulai pada Senin (6/3/2026).
Tag: #maskapai #yang #naikkan #tarif #kurangi #rute #imbas #harga #avtur #naik