Liburan ke Jepang? Ada 10 Etika yang Wajib Diketahui Wisatawan agar Tetap Sopan
Ilustrasi wisatawan asing di Jepang.(Dok. Shutterstock/witaya ratanasirikulchai)
08:56
9 April 2026

Liburan ke Jepang? Ada 10 Etika yang Wajib Diketahui Wisatawan agar Tetap Sopan

 Jepang tidak hanya dikenal dengan kuil kuno, kota futuristik, dan kulinernya yang lezat, tetapi juga budaya etiket sosial yang kuat dan sering kali tidak tertulis. 

Dilansir dari BBC Travel, banyak wisatawan justru paling terkesan dengan kebersihan jalan, ketepatan waktu transportasi, serta keteraturan masyarakatnya.

Namun, di balik itu, terdapat aturan sosial yang perlu dipahami agar wisatawan tidak mengalami situasi yang canggung.

Budaya Jepang menempatkan kepentingan kelompok di atas individu.

Karena itu, wisatawan dianjurkan untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan lokal sebagai bentuk penghormatan.

Berikut 10 etika penting yang perlu diketahui sebelum berkunjung ke Jepang.

Baca juga: 5 Negara yang Terima QRIS Selain Indonesia, dari Thailand hingga Jepang

1. Tata krama menggunakan sumpit dan mangkuk

Sumpit adalah alat makan utama di Jepang, tetapi penggunaannya tidak boleh sembarangan.

Menancapkan sumpit di nasi atau memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit lain dianggap menyerupai ritual pemakaman.

Saat makan, mangkuk sebaiknya diangkat mendekati wajah, bukan membungkuk ke arah meja.

Baca juga: 10 Negara Tersopan di Dunia, Jepang Nomor Satu

2. Menyeruput mi itu wajar

Berbeda dengan budaya Barat, menyeruput mi seperti ramen atau udon justru dianggap sopan di Jepang.

Kebiasaan ini dipercaya membantu menyatu­kan rasa kaldu dan mi, sekaligus mendinginkan makanan panas.

Baca juga: Jepang Dinobatkan Jadi Negara Paling Sopan di Dunia, Apa Alasannya?

3. Gunakan istilah sederhana di restoran

Wisatawan tidak wajib fasih berbahasa Jepang, tetapi beberapa frasa sederhana sangat membantu.

Ucapan seperti “sumimasen” (permisi), “itadakimasu” sebelum makan, dan “gochisousama” setelah makan menunjukkan penghargaan terhadap makanan dan pelayan.

Baca juga: Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terbaik Asia, Sejajar Jepang

4. Tidak ada budaya memberi tip

Jepang tidak mengenal budaya tip. Memberi uang tambahan justru bisa membingungkan.

Selain itu, menghabiskan makanan adalah bentuk sopan santun. Meninggalkan sisa makanan tidak dianjurkan.

Baca juga: Wisata Gunung Bromo Ditutup Sementara untuk Pemulihan Ekosistem, Cek Jadwalnya

5. Tidak perlu membalas sapaan toko

Sapaan “irasshaimase” (selamat datang) umum terdengar saat masuk toko atau restoran.

Sapaan ini tidak perlu dijawab—cukup dengan senyum atau anggukan.

Baca juga: AirAsia Minta Maaf Banyak Penerbangan Batal, Beri Opsi Refund 100 Persen

6. Jaga ketenangan di transportasi umum

Transportasi umum di Jepang dianggap sebagai ruang bersama yang tenang. Panggilan telepon dan percakapan keras sangat tidak dianjurkan.

Wisatawan diharapkan mengaktifkan mode senyap pada ponsel.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia dan Citilink Bakal Naik, Imbas Avtur Mahal

7. Hindari makan sambil berjalan

Makan di jalan atau di transportasi umum umumnya tidak disukai. Sebaiknya makan di tempat yang disediakan atau di area duduk seperti taman.

Namun, makan di kereta cepat seperti Shinkansen diperbolehkan.

Baca juga: Bali Perketat Keamanan Usai Kasus Kriminal Turis Asing Meningkat

8. Simpan sampah sendiri ketika sedang di perjalanan

Meski jalanan Jepang sangat bersih, tempat sampah umum justru jarang ditemukan.

Masyarakat terbiasa membawa pulang sampah sendiri. Tempat sampah biasanya hanya tersedia di minimarket atau stasiun.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Rute Asia-Eropa Naik hingga 70 Persen akibat Konflik Timur Tengah

9. Etika di pemandian air panas (onsen)

Onsen merupakan bagian penting budaya Jepang. Pengunjung harus mandi bersih sebelum masuk dan biasanya tidak mengenakan pakaian.

Tato terkadang masih dikaitkan dengan kelompok kriminal seperti Yakuza, meski beberapa tempat mulai lebih fleksibel.

Baca juga: Thailand Berencana Perketat Syarat Masuk, Turis Wajib Punya Asuransi Kesehatan

10. Ikuti aturan eskalator

Di Tokyo dan wilayah timur Jepang, orang berdiri di sisi kiri eskalator dan memberi jalan di kanan.

Sementara di Osaka dan wilayah barat, kebalikannya berlaku. Wisatawan disarankan mengikuti kebiasaan lokal di sekitarnya.

Meski aturan ini terlihat banyak, wisatawan tidak perlu merasa tertekan.

Dengan memahami kebiasaan dasar ini, perjalanan ke Jepang akan terasa lebih nyaman sekaligus menunjukkan rasa hormat terhadap budaya setempat.

Tag:  #liburan #jepang #etika #yang #wajib #diketahui #wisatawan #agar #tetap #sopan

KOMENTAR