Mengenal Arca Shiva dan Prasasti Damalung, Kembali ke Indonesia dari Belanda
Indonesia memulangkan warisan budaya yang lama berada di Belanda yaitu Arca Shiva abad ke-13 dari Jawa Timur dan Prasasti Damalung abad ke-15 dari Jawa Tengah.
"Ini adalah pemulihan memori kolektif bangsa dan langkah nyata menuju rekonsiliasi sejarah. Warisan budaya harus kembali kepada masyarakat yang menjadi pemiliknya," kata Menteri Kebudayaan, Fadli Zon lewat keterangan resmi, dikutip Kamis (9/4/2026).
- 6 Benda Cagar Budaya Dipulangkan ke Indonesia, Ada Arca Perunggu
- Bawa Keris dan Arca, Museum Tosan Aji Ikut Pameran di Surabaya
Kesepakatan pengembalian dua artefak tersebut ditandatangani pada akhir Maret 2026 di Den Haag, Belanda, antara Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung dan Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Belanda, Youssef Loukili.
Semasa di Belanda, dua artefak ini berada dalam koleksi milik Belanda Wereldmuseum Amsterdam dan Wereldmuseum Leiden.
Dua artefak Indonesia kembali dari Belanda
Arca Shiva diduga berasal dari Candi Kidal
Arca Shiva disebut berasal dari Jawa Timur, serta diduga berasal dari Candi Kidal di Malang. Arca yang memiliki tinggi sekitar 123 sentimeter (cm) ini terbuat dari batu andesit.
Para ahli menyimpulkan bahwa arca ini dibuat pada abad ke-13, tepatnya pada masa Kerajaan Singhasari pada tahun 1222-1292, dilaporkan oleh Kompas.com, Rabu (8/4/2026).
Dalam tradisi Hindu di Nusantara, Dewa Shiva sering dikaitkan dengan raja sebagai perwujudan dewa. Arca ini diduga merupakan perwujuduan dari Raja Anuspati penguasa kedua Singhasari yang memerintah pada tahun 1227-1248.
Candi Kidal dibangun sebagai candi pendharmaan untuk menghormati raja-raja Singhasari.
Arca Shiva mencerminkan praktik sinkretisme Hindu-Buddha yang berkembang dan menunjukkan kekuatan politik dan kepercayaan spiritual Jawa abad ke-13.
- Apa Itu Prasasti Pucangan dan Mengapa Begitu Penting bagi Indonesia?
- Upaya Pengembalian Prasasti Pucangan, Langkah Strategis Diplomasi Kebudayaan Indonesia di India
Prasasti Damalung, ajaran moral dan spiritual masyarakat Majapahit
Indonesia pulangkan Arca Shiva dan Prasasti Damalung yang tersimpan selama ratusan tahun di Belanda. Simak penjelasan soal kedua artefak ini.
Prasasti Damalung atau prasasti Ngadoman pertama kali ditemukan pada tahun 1824 di Desa Ngadoman, Semarang, Jawa Tengah.
Penemuan yang dilakukan oleh Residen Semarang bernama Hendrik Jacob Domis. Prasasti tersebut berasal dari abad ke-15 yaitu periode akhir kerajaan Majapahit.
Sebelumnya, prasasti sempat hilang selama beberapa tahun. Namun, pada Agustus 2024, sejarawan Bonnie Triyana bersama dengan kurator Pim Westerkamp kembali menemukan prasasti tersebut di gudang sebuah museum kecil di ‘s-Gravenzande Belanda.
Temuan ini yang kemudian menjadi dasar rekomendasi pengembalian ke Indonesia.
Isi prasasti menunjukkan adanya perubahan transisi aksara dari Jawa Kuno (kawi) menuju Jawa Baru.
Dalam prasasti tersebut berisi tentang ajaran moral dan spiritual yang menekankan pentingnya kebaikan hati, keteguhan dalam beragama, ucapan baik serta menjauhi perbuatan buruk.
Prasasti Damalung dibawa ke Belanda melalui Gubernur Jenderal Leonard Pierre Joseph Du Bus de Gisignies.
Selama hampir dua abad, artefak ini masuk dalam koleksi Rijks Etnographich Museum yang saat ini dikenal sebagai Wereldmuseum pada tahun 1904.
- Panduan Lengkap ke Pameran Freemason di Museum Taman Prasasti
- 5 Wisata Dekat Museum Taman Prasasti, Bisa Jalan Kaki
Sebagai informasi, proses pengembalian artefak milik Indonesia dari luar negeri ini disebut repatriasi.
Dilansir dari laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, repatriasi benda bersejarah merupakan proses pengembalian benda-benda budaya yang telah diambil atau diperoleh secara ilegal dari negara asalnya.
Sebelumnya Indonesia bisa memulangkan fosil Manusia Jawa pada tahun 2025 setelah lebih dari satu abad berada di luar negeri.
Kemudian, pada tahun 2018, Indonesia mendapatkan repatriasi arca Dwarapala dari Belanda. Arca ini berasal dari kompleks candi Penataran di Blitar, Jawa Timur, yang dicuri pada tahun 1885.
Tag: #mengenal #arca #shiva #prasasti #damalung #kembali #indonesia #dari #belanda