Harga Tiket JR Pass Jepang Bakal Naik 6 Persen
Harga tiket Japan Rail Pass (JR Pass) di Jepang bakal naik sekitar lima sampai enam persen mulai awal Oktober 2026, tepatnya Kamis (1/10/2026). Hal tersebut diumumkan oleh Japan Railways Group (JR Group).
JR Pass adalah tiket perjalanan yang cukup populer di kalangan wisatawan asing di Jepang. Sebab, tiket ini memungkinkan mereka menjelajahi hampir seluruh bagian Negeri Sakura, termasuk naik kereta shinkansen.
- 5 Negara yang Terima QRIS Selain Indonesia, dari Thailand hingga Jepang
- Jepang Dinobatkan Jadi Negara Paling Sopan di Dunia, Apa Alasannya?
Harga tiket JR Pass di Jepang akan naik enam persen
Penyesuaian tarif dari perusahaan anggota
Harga JR Pass bergantung pada durasi masa berlakunya, dilansir dari Kyodo News, Senin (13/4/2026).
Untuk tiket dewasa durasi tujuh hari kategori standar, harganya naik 3.000 yen (sekitar Rp 321.896) menjadi 53.000 yen (sekitar Rp 5,68 juta).
Jika memilih kategori premium atau Green Car, harganya naik 4.000 yen (sekitar Rp 429.194) menjadi 74.000 yen (sekitar Rp 7,94 juta).
Sementara itu, tiket durasi 14 hari kategori standar juga naik sebesar 4.000 yen sehingga harga barunya akan menjadi 84.000 yen (sekitar Rp 9,01 juta).
Tidak hanya itu, tiket untuk durasi 21 hari kategori standar naik sebesar 5.000 yen (sekitar Rp 536.493) sehingga menjadi 105.000 yen (sekitar Rp 11,26 juta).
Harga tiket JR Pass akan naik lima sampai enam persen mulai Oktober 2026. Berapa biaya yang harus disiapkan?
Adapun perubahan tarif ini menjadi revisi tarif pertama JR Pass setelah tiga tahun terakhir. JR Group terakhir kali menaikkan harga pada Oktober 2023, yang mana cukup drastis hingga mencapai 70 persen.
Perubahan harga ini mencerminkan penyesuaian tarif dari perusahaan anggota. Salah satu contohnya adalah East Japan Railway Co. atau JR East.
Pada Maret 2026, JR East menaikkan tarif kereta rata-rata sebesar 7,1 persen. Keputusan tersebut menjadi kenaikan tarif pertama JR East sejak didirikan pada tahun 1987, di luar penyesuaian sebelumnya terkait kenaikan pajak dan biaya tambahan aksesibilitas.
Kenaikan tarif ini disebut paling dirasakan oleh para pelaku perjalanan di pusat kota Tokyo.
"Sejak perusahaan ini didirikan, kami telah menanggung kenaikan biaya tenaga kerja melalui peningkatan produktivitas, tapi akhirnya kami telah mencapai titik di mana kami tidak lagi mampu mengamankan dana yang cukup," kata Presiden JR East, Yoichi Kise waktu itu, dilansir dari The Asahi Shimbun.
"Ke depannya, kami akan berupaya untuk lebih meningkatkan tingkat keselamatan dan memperbaiki layanan kami," tambah dia.
- Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terbaik Asia, Sejajar Jepang
- Imbas Konflik Timur Tengah, Maskapai Jepang Ini Naikkan Biaya Bahan Bakar hingga 2 Kali Lipat
Cakupan layanan JR Pass
Suasana di salah satu destinasi wisata populer Dotonburi di Osaka, Jepang, Senin (6/11/2023). Harga tiket JR Pass akan naik lima sampai enam persen mulai Oktober 2026. Berapa biaya yang harus disiapkan?
Meskipun harganya naik, JR Pass tetap menawarkan kemudahan akses. Tiket ini mencakup enam operator kereta penumpang di bawah naungan JR Group.
Layanan yang tersedia mencakup kereta api cepat, ekspres, dan kereta lokal. Beberapa layanan bus dan feri tertentu juga sudah termasuk di dalamnya.
Namun, ada pengecualian untuk layanan kereta super cepat Nozomi dan Mizuho yang beroperasi di jalur Tokaido, Sanyo, dan Kyushu. Jika ingin naik kereta tersebut, pelaku perjalanan harus membayar biaya tambahan.
Tiket JR Pass tersedia untuk wisatawan asing dengan status masuk ke Jepang sebagai "temporary visitor" atau pengunjung sementara.
Wisatawan membeli tiket ini di kantor penjualan resmi sebelum tiba di Jepang, atau memesan melalui agen resmi di luar negeri.
Pilihan lainnya adalah melalui platform daring resmi bernama "Japan Rail Pass Reservation".
- Biaya Masa Tinggal di Jepang Bakal Naik 10 Kali Lipat, Bayar Berapa?
- Biaya Visa Jepang Naik Per 1 April 2026, Ini Detail Harganya