Pesawat KLM Putar Balik ke Amsterdam Usai Tabrak Burung
KOMPAS.com - Pesawat KLM Royal Dutch Airlines terpaksa putar balik ke bandara asal usai menabrak burung, Sabtu (13/4/2026).
Pesawat lepas landas dari Bandara Amsterdam Schiphol, Belanda, menuju Perancis sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Namun, sekitar 15 menit setelah mengudara, pesawat dilaporkan mengalami tabrakan dengan seekor burung.
- Wisatawan Diminta Bersiap Hadapi Tiket Pesawat Mahal dan Pembatalan Penerbangan
- 4 Maskapai Naikkan Biaya Bagasi Pesawat akibat Avtur Mahal
Pesawat KLM putar balik usai tabrak burung
Pesawat menabrak seekor bangau berukuran besar
Ilustrasi Bandara Schiphol di Belanda. Pesawat KLM putar balik ke Bandara Schiphol, Belanda, setelah menabrak burung (bird strike). Simak penjelasan bahaya pesawat tabrak burung berikut.
Pilot kemudian memutuskan kembali ke bandara asal sebagai langkah antisipasi keselamatan, dilansir dari Aviationa2z, Senin (13/4/2026).
Setelah mendarat dengan selamat di Bandara Schiphol, seluruh penumpang segera dipindahkan ke pesawat pengganti.
Penerbangan kemudian dilanjutkan menuju Perancis sekitar pukul 18.00 waktu setempat, atau hampir empat jam dari jadwal keberangkatan semula.
Perwakilan maskapai penerbangan mengklasifikasikan insiden tersebut sebagai gangguan teknis.
Mereka menyebut pesawat diduga menabrak seekor bangau (heron), burung berukuran besar yang relatif jarang terlibat dalam insiden dibandingkan burung kecil.
Meski demikian, terdapat kemungkinan burung tersebut sempat masuk ke dalam mesin pesawat. Hal tersebut masih dalam tahap konfirmasi lebih lanjut oleh pihak terkait.
Terlepas dari titik benturan pastinya, maskapai penerbangan memastikan bahwa insiden tersebut cukup serius sehingga penerbangan tidak dapat dilanjutkan.
Oleh karena itu, pesawat segera diarahkan kembali ke Bandara Schiphol demi memastikan keselamatan penumpang dan awak.
- China Tutup Wilayah Udara untuk Penerbangan Sipil 40 Hari, Ada Apa?
- 7 Maskapai yang Naikkan Tarif dan Kurangi Rute, Imbas Harga Avtur Naik
Bird strike
Pesawat KLM putar balik ke Bandara Schiphol, Belanda, setelah menabrak burung (bird strike). Simak penjelasan bahaya pesawat tabrak burung berikut.
Insiden tabrakan dengan burung dikenal sebagai bird strike. Insiden ini memang menjadi risiko yang cukup sering terjadi di sekitar Bandara Schiphol.
Kondisi ini dipengaruhi oleh letak geografis bandara yang berada di dekat lahan terbuka serta jalur migrasi burung.
Sebagai langkah pencegahan, pengelola bandara telah menempatkan petugas khusus untuk mengendalikan populasi burung di sekitar landasan.
Berbagai metode digunakan untuk mengusir burung, termasuk koordinasi dengan pengatur lalu lintas udara guna mengalihkan jalur penerbangan jika diperlukan.
Meski upaya tersebut terus dilakukan, risiko bird strike tidak sepenuhnya dapat dihindari.
Burung berukuran besar seperti bangau dinilai memiliki potensi bahaya lebih tinggi karena dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin pesawat, mulai dari gangguan pada baling-baling hingga kegagalan mesin dalam kondisi ekstrem.
Bird strike termasuk insiden yang membahayakan dan merugikan, tidak hanya untuk pelaku perjalanan, tapi juga maskapai penerbangan.
Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mencatat sekitar 19.000 insiden bird strike di hampir 800 bandara di Amerika Serikat (AS) pada tahun 2023.
Secara keseluruhan, insiden-insiden tersebut diperkirakan merugikan maskapai penerbangan sebesar 461 juta dollar (AS) atau sekitar Rp 7,89 triliun, dikutip dari The Guardian.
Burung juga disebut berkontribusi terhadap kecelakaan pesawat Jeju Air pada Desember 2024 yang menewaskan 179 orang. Pihak berwenang Korea Selatan menemukan sisa-sisa burung itik baikal di kedua mesin pesawat.
- Harga Tiket Pesawat Naik hingga 13 Persen, Imbas Harga Avtur Melonjak
- Etihad Airways Tawarkan Diskon hingga 50 Persen di Tengah Krisis Avtur
Tag: #pesawat #putar #balik #amsterdam #usai #tabrak #burung