AS Batal Pindah Pilar Pertahanan Korsel ke Timteng, Seoul Bisa Napas Lega
Sistem pertahanan udara THAAD atau Terminal High Altitude Area Defense.(Lockheed Martin)
13:36
22 April 2026

AS Batal Pindah Pilar Pertahanan Korsel ke Timteng, Seoul Bisa Napas Lega

- Amerika Serikat (AS) belum memindahkan sistem pertahanan rudal utama dari Korea Selatan (Korsel), kata seorang pejabat militer AS, Selasa (21/4/2026).

Sebelumnya, ada laporan yang menyebut bahwa Washington memindahkan sebagian dari sistem tersebut ke Timur Tengah.

Washington Post melaporkan bulan lalu, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, AS memindahkan sebagian dari sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari Korsel untuk digunakan dalam perang Iran.

Laporan tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi Seoul, sebab sistem tersebut merupakan pilar pertahanan nasional melawan Korea Utara yang bersenjata nuklir.

Baca juga: IRGC Ancam Serang Fasilitas Minyak Negara Teluk yang Bantu AS


Namun, komandan pasukan AS di Korea Selatan mengatakan Washington "belum memindahkan sistem THAAD apa pun" dari negara tersebut.

"THAAD masih berada di semenanjung Korea saat ini," kata Xavier Brunson dalam sidang komite Senat AS di Washington, dikutip dari AFP, Rabu (22/4/2026).

"Kami mengirimkan amunisi (ke Timur Tengah), dan amunisi tersebut saat ini menunggu untuk dipindahkan," lanjut dia tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Ketika ditanya apakah ia memperkirakan sistem tersebut akan tetap berada di tempatnya, Brunson menjawab: "Ya."

Baca juga: Mulai Dibongkar, AS Boyong Sistem Pertahanan THAAD dari Korsel ke Timur Tengah?

Sementara itu, Presiden Korsel Lee Jae Myung mengatakan Seoul tidak senang dengan isu pemindahan sistem tersebut, tetapi mengakui bahwa pemerintah tidak dapat berbuat banyak.

Menurut Kementerian pertahanan Seoul, sistem tersebut dapat mencegah ancaman dari Korea Utara bahkan jika AS memindahkan beberapa aset militernya.

AS sendiri menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan, dan sistem THAAD dipasang di sana sejak tahun 2017.

Hal ini memicu protes keras dari China, yang memandang sistem tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya.

Baca juga: AS Akan Kirim Pasukan dan Sistem Anti-Rudal Canggih THAAD ke Israel

Sistem pertahanan THAAD

Perisai udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) saat ditempatkan oleh militer Amerika Serikat di Israel pada 4 Maret 2019. Senjata ini kembali disiapkan dalam ancang-ancang serangan AS ke Iran, Januari 2026.DVIDS/CORY PAYNE via AFP Perisai udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) saat ditempatkan oleh militer Amerika Serikat di Israel pada 4 Maret 2019. Senjata ini kembali disiapkan dalam ancang-ancang serangan AS ke Iran, Januari 2026.

THAAD adalah sistem pertahanan yang dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak pendek, menengah, dan jauh menggunakan teknologi "hit-to-kill (tembak-dan-hancurkan)".

Dilansir CNN (14/20/2024), sistem pertahanan THAAD menggunakan kombinasi sistem radar canggih dan pencegat, yang menjadi salah satu senjata anti-rudal paling ampuh milik militer AS.

Ia mampu mencegat rudal balistik pada jarak 150 hingga 200 kilometer dan dengan tingkat keberhasilan yang hampir sempurna dalam pengujian.

Rudal pencegat THAAD bersifat kinetik, artinya rudal ini menghancurkan target yang datang dengan cara bertabrakan dengan target tersebut, bukan meledak di dekat hulu ledak yang datang.

Yang membuat THAAD begitu akurat adalah sistem radar yang menyediakan informasi penargetannya, yaitu radar Army Navy/Transportable Radar Surveillance, atau AN/TPY-2.

Tag:  #batal #pindah #pilar #pertahanan #korsel #timteng #seoul #bisa #napas #lega

KOMENTAR