Bukan Keberuntungan, 50.000 Koin Turis Cemari Air Kolam di Jepang
Niatnya cari keberuntungan, tapi lempar koin ke kolam Oshino Hakkai di Jepang justru merusak air dan ekosistemnya. (FREEPIK/FREEPIK)
13:49
16 April 2026

Bukan Keberuntungan, 50.000 Koin Turis Cemari Air Kolam di Jepang

Aksi wisatawan melempar koin demi keberuntungan berdampak terhadap keberlangsungan kolam mata air Oshino Hakkai, Jepang.

Baru-baru ini, sekitar 50.000 koin ditemukan dalam kolam tersebut, yang mana bagian dari Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO Gunung Fuji, dilansir dari The Straits Times, Kamis (16/4/2026).

Banyak wisatawan yang menganggap bila melempar koin ke kolam tersebut bisa membawa keberuntungan.

Padahal, alih-alih keberuntungan, kegiatan melempar koin justru merusak keindahan kolam alami di Negeri Sakura itu.

Ribuan koin yang dilempar turis penuhi kolam di Jepang

Salah satu kolam rusak parah akibat timbunan koin

Kolam Wakuike di Oshino Hakkai di Prefektur Yamanashi, Jepang. Niatnya cari keberuntungan, tapi lempar koin ke kolam Oshino Hakkai di Jepang justru merusak air dan ekosistemnya. Dok. Wikimedia Commons/663highland Kolam Wakuike di Oshino Hakkai di Prefektur Yamanashi, Jepang. Niatnya cari keberuntungan, tapi lempar koin ke kolam Oshino Hakkai di Jepang justru merusak air dan ekosistemnya.

Oshino Hakkai merupakan sebutan untuk delapan kolam mata air di Jepang yang diyakini dialiri oleh air bawah tanah dari Gunung Fuji.

Saat mengunjungi Desa Oshino, wisatawan bisa melihat kolam-kolam di desa yang merefleksikan panorama gunung sebagai daya tarik jutaan wisatawan domestik dan asing ke lokasi tersebut setiap tahunnya.

Pada Selasa (24/3/2026), rombongan wisatawan asing di kawasan tersebut tampak penasaran dengan banyaknya tumpukan koin dalam kolam.

Saking banyaknya tumpukan koin, seorang wisatawan berusia 44 tahun asal Amerika Serikat (AS) khawatir dan bertanya-tanya apakah kolam itu buatan manusia atau alami.

Menurutnya, meski tradisi ini umum dilakukan di negara-negara AS dan Eropa, aktivitas melempar koin biasanya dilakukan ke dalam air mancur atau kolam buatan.

Ia lantas menyayangkan kegiatan merusak alam yang sudah lama terjadi di mata air di Jepang tersebut.

Desa Oshino mencatat bahwa koin mulai ditemukan di kolam setelah Gunung Fuji ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia pada tahun 2013.

Sebagian besarnya dikaitkan dengan aktivitas wisatawan asing karena koin yang ditemukan dalam kolam tersebut merupakan mata uang asing dari negara-negara Barat dan Asia.

Akibat aktivitas ini, Kolam Wakuike, tempat aliran air paling deras, dilaporkan mengalami kerusakan paling parah.

Padahal Kolam Wakuike terkenal akan kejernihannya, sampai memungkinkan wisatawan untuk melihat dasar danau hingga kedalaman empat meter.

Sayangnya, dasar danau kini berkilauan dengan perak dan tembaga dari koin-koin yang tak terhitung jumlahnya.

Air kolam Oshino Hakkai di Jepang tercemar akibat koin

Niatnya cari keberuntungan, tapi lempar koin ke kolam Oshino Hakkai di Jepang justru merusak air dan ekosistemnya. Dok. Wikimedia Commons/Olaf2 Niatnya cari keberuntungan, tapi lempar koin ke kolam Oshino Hakkai di Jepang justru merusak air dan ekosistemnya.

Banyak koin yang dilaporkan mulai mengalami korosi sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa koin-koin tersebut dapat membahayakan kualitas air.

Selain budaya yang tabu, kegiatan melempar koin ke dalam kolam juga bisa meracuni ikan yang hidup di dalamnya.

Dikutip dari Soranews24, air yang mengisi kolam-kolam tersebut merupakan air dari salju yang mencair dari Gunung Fuji dan telah meresap ke dalam tanah selama sekitar satu dekade.

Airnya sangat jernih dan telah menciptakan ekosistem yang dipenuhi dengan berbagai jenis bakteri, tumbuhan, dan ikan.

Akibatnya, air tersebut memiliki tingkat pH yang lebih tinggi daripada air mancur. Saat dikombinasikan dengan bakteri yang hidup di dalamnya, penguraian logam dalam koin menjadi jauh lebih cepat.

Dengan demikian, unsur-unsur seperti tembaga dan seng terus dilepaskan ke dalam volume air yang kecil di kolam, membuatnya semakin beracun bagi ikan koi yang hidup di kolam tersebut.

Unsur-unsur tersebut juga diserap oleh lumpur di dasar kolam, yang dimakan oleh makhluk seperti udang dan diserap oleh tumbuhan, sehingga mencemari seluruh rantai makanan di kolam tersebut.

Strategi pemerintah Jepang

Niatnya cari keberuntungan, tapi lempar koin ke kolam Oshino Hakkai di Jepang justru merusak air dan ekosistemnya. Dok. Wikimedia Commons/Olaf2 Niatnya cari keberuntungan, tapi lempar koin ke kolam Oshino Hakkai di Jepang justru merusak air dan ekosistemnya.

Para pejabat desa tersebut  menduga kebiasaan melempar koin ke kolam ini meniru aktivitas wisata di Air Mancur Trevi di Italia.

Padahal, seorang pejabat desa menyesal dan menegaskan bahwa Oshino Hakkai tidak memiliki tradisi semacam itu.

Desa Oshino telah melakukan lima operasi pemulihan di Danau Wakuike pada tahun 2016. Pemulihan ini dilakukan oleh penyelam sukarelawan untuk memperbaiki pemandangan yang rusak.

Rambu peringatan dalam bahasa Jepang, Inggris, Mandarin, dan Korea, juga dipasang untuk mengimbau pengunjung agar tidak melempar koin, tapi praktik tersebut tetap berlanjut.

“Ini adalah siklus tanpa akhir, begitu kita menangkap mereka, lebih banyak lagi yang akan dilemparkan,” kata pejabat desa tersebut.

Kolam-kolam di Oshino Hakkai telah ditetapkan sebagai monumen alam nasional sehingga melempar koin ke dalamnya dapat melanggar Undang-Undang Perlindungan Warisan Budaya Jepang.

Namun, upaya untuk meningkatkan kesadaran belum membuahkan hasil karena wisatawan asing diyakini sebagai dalang di balik sebagian besar insiden tersebut.

Desa Oshino akhirnya memutuskan untuk memasang kotak persembahan di sekitar kolam pada akhir tahun.

Kotak ini akan berfungsi sebagai lokasi alternatif bagi pengunjung untuk melempar koin, tanpa merusak keindahan alami kolam.

Tag:  #bukan #keberuntungan #50000 #koin #turis #cemari #kolam #jepang

KOMENTAR