Posko Darurat Dibuka untuk Keluarga Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur
PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) membuka posko tanggap darurat usai kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyampaikan, posko tanggap darurat sebagai bentuk pendampingan bagi keluarga korban kecelakaan kereta.
- 19 Kereta Jarak Jauh Batal Berangkat Hari Ini, Imbas Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek
- Transjakarta Sediakan Bus Shuttle Stasiun Bekasi Timur-Stasiun Bekasi
“Kami menyiapkan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir, serta layanan Contact Center 121. Posko ini akan kami siagakan sekitar dua minggu ke depan untuk membantu kebutuhan informasi bagi keluarga,” kata Bobby dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).
Posko informasi di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir akan disiagakan selama dua minggu ke depan. Keluarga korban dapat memperoleh informasi melalui Contact Center KAI 121.
Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek
Total 14 korban meninggal dunia
Proses evakuasi kecelakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). Posko informasi di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir akan disiagakan selama dua minggu ke depan untuk keluarga korban kecelakaan KRL.
Berdasarkan data terbaru KAI hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka akibat kecelakaan ini.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut, sementara korban luka mendapatkan penanganan di berbagai fasilitas kesehatan.
“Sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit. Evakuasi telah kami lakukan bersama tim gabungan, dan saat ini kami memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik,” kata Bobby.
Adapun penanganan korban kecelakaan kereta saat ini dilakukan di sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Bobby mengatakan, KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal.
Seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung oleh asuransi bersama KAI.
Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang.
Perjalanan KRL dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional dengan pengaturan terbatas dan jalur hulu masih dalam proses penanganan.
- Mengenal KA Eksekutif Argo Bromo Anggrek, Sejarah, Rute, Hingga Harga Tiketnya
- Update 08.45 WIB, 14 Korban Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur
Evaluasi dan investigasi berlangsung
Proses evakuasi kereta yang mengalami kecelakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono menyampaikan, proses investigasi insiden operasional KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek akan dilakukan secara menyeluruh dan independen.
“Seluruh aspek akan kami dalami dalam proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat diidentifikasi secara objektif,” kata Soerjanto.
Presiden Prabowo Subianto juga meninjau langsung kondisi korban kecelakaan kereta api di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi, Selasa pagi (28/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, presiden memastikan penanganan korban berjalan optimal serta menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya datang untuk memastikan korban mendapatkan penanganan terbaik. Kita semua tentu prihatin atas kejadian ini. Pemerintah akan segera melakukan investigasi dan mengambil langkah-langkah perbaikan agar keselamatan perkeretaapian semakin terjaga,” kata Prabowo.
- KAI Lakukan Penyesuaian Jadwal Perjalanan Kereta Api, Begini Cara Ceknya!
- Daftar 9 KA Wilayah Daop 6 Yogyakarta yang Dibatalkan, Imbas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Tag: #posko #darurat #dibuka #untuk #keluarga #korban #kecelakaan #bekasi #timur