CFD di Rasuna Said Butuh Evaluasi dan Pembenahan Sebelum Digelar Lagi
Suasana keramaian CFD pertama di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026)(KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman)
09:21
21 Mei 2026

CFD di Rasuna Said Butuh Evaluasi dan Pembenahan Sebelum Digelar Lagi

Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said kembali menjadi sorotan.

Setelah debut perdananya pada 10 Mei 2026, Pemprov DKI Jakarta memutuskan meniadakan sementara CFD di koridor tersebut pekan ini. Masyarakat pun diarahkan menikmati CFD di kawasan Sudirman–Thamrin sebagai alternatif.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dinas Perhubungan DKI Jakarta (Dishub DKI) menyebutkan bahwa CFD Rasuna Said masih membutuhkan evaluasi dan pembenahan di banyak titik agar pelaksanaannya bisa berjalan aman, nyaman, dan tertib.

Baca juga: Jangan Kecele! Tidak ada CFD Rasuna Said Akhir Pekan Ini

Direncanakan, CFD di Rasuna Said baru akan kembali digelar pada Juni 2026, setelah berbagai perbaikan dituntaskan.

Banyak catatan pada CFD Rasuna Said

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan bahwa pelaksanaan CFD perdana di Rasuna Said masih menyisakan berbagai persoalan teknis di lapangan.

Dilansir dari Kompas.com (21/5/2026), beberapa temuan penting yang harus segera dibenahi antara lain:

1. Titik putar kendaraan belum tersedia

Di sisi timur dan barat koridor Rasuna Said, titik putar kendaraan belum siap. Hal ini membuat rekayasa lalu lintas tidak berjalan optimal.

2. Pembatas jalur Transjakarta belum lengkap

Dishub mencatat masih ada bagian pembatas jalur Transjakarta yang belum terpasang sepenuhnya sehingga berpotensi mengganggu keamanan pengguna jalan.

3. Masih ditemukan parkir liar

Meski jalur sudah disterilkan untuk CFD, sejumlah titik tetap dipadati kendaraan yang parkir sembarangan.

Hari pertama pelaksanaan car free day di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2036)KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Hari pertama pelaksanaan car free day di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2036)

4. Penataan UMKM belum tertib

Aktivitas pedagang UMKM di beberapa area melebar hingga badan jalan. Selain mengganggu kenyamanan pengunjung, kondisi ini juga menimbulkan risiko penumpukan massa.

5. Proyek perbaikan jalan menyebabkan kemacetan

Sejumlah proyek konstruksi di jalur alternatif memicu kemacetan di sekitar lokasi CFD. Alur lalu lintas pengalihan pun belum berjalan ideal.

6. Permasalahan ketinggian jalan

Setelah pembongkaran tiang monorel, tercatat adanya perbedaan level ketinggian jalan. Kondisi ini berpotensi mengganggu kenyamanan para pejalan kaki, pelari, dan pesepeda.

Baca juga: Ingat! CFD Rasuna Said Ditiadakan Hari Ini, Bakal Digelar Lagi Juni 2026

7. Pelari dan pesepeda memakai jalur bus

Penumpukan aktivitas pengunjung di kawasan Plaza Festival menyebabkan sebagian pelari dan pesepeda berpindah ke lajur bus Transjakarta, sehingga menimbulkan potensi bahaya.

Evaluasi dipercepat untuk penyempurnaan Juni 2026

Syafrin menegaskan bahwa seluruh catatan ini sedang ditindaklanjuti. Pemprov DKI berkomitmen melakukan:

  • Pembenahan fasilitas pendukung, seperti pembatas jalur, marka jalan, dan titik putar.
  • Penertiban UMKM, termasuk penataan lokasi berjualan agar tidak mengganggu arus kegiatan olahraga.
  • Pengaturan ulang lalu lintas, terutama di jalur alternatif yang terdampak proyek jalan.
  • Peningkatan kenyamanan pengguna, termasuk merapikan kontur jalan pascapembongkaran tiang monorel.
  • Pengaturan kerumunan, khususnya di sekitar Plaza Festival.

“Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib,” ujar Syafrin.

Meski menghadapi banyak kendala, Pemprov DKI menilai keberadaan CFD di Rasuna Said membawa dampak positif. Koridor ini dinilai mampu menjadi alternatif ruang publik dan area olahraga baru di tengah kota, sehingga tidak semua masyarakat menumpuk di kawasan Sudirman–Thamrin.

Baca juga: Pramono Akan Pangkas Jam CFD Rasuna Said agar Tak Ganggu Ibadah Gereja

Selain itu, kualitas udara saat pelaksanaan CFD di Rasuna Said tercatat lebih baik dibanding hari kerja biasa, menunjukkan bahwa pelaksanaan HBKB benar-benar membantu mengurangi emisi kendaraan.

Syafrin juga menambahkan bahwa CFD ini turut membantu mengurangi kepadatan pengunjung di Sudirman–Thamrin, sehingga distribusi ruang publik menjadi lebih merata di Ibu Kota.

Tag:  #rasuna #said #butuh #evaluasi #pembenahan #sebelum #digelar #lagi

KOMENTAR