7 Negara dengan Kereta Api Paling Maju dan Terbaik di Dunia
KOMPAS.COM - Transportasi kereta api masih jadi tulang punggung mobilitas di banyak negara maju.
Mulai dari kereta cepat (high-speed rail), jaringan metro modern, hingga sistem yang super tepat waktu, semuanya jadi indikator kualitas infrastruktur rel suatu negara.
Berdasarkan laporan dari Vanguard (16/12/25), yang mengacu pada data World Economic Forum (WEF), kualitas infrastruktur kereta api diukur dengan skor 1–7, di mana semakin tinggi nilainya berarti semakin baik sistemnya.
Nah, dari daftar 10 besar dunia, berikut 7 negara dengan infrastruktur kereta api paling maju yang layak jadi acuan global.
Baca juga: Cuma Stasiun Kecil, Tetapi Ini Alasan Semua Kereta Api Wajib Berhenti di Sini
1. Jepang
Jepang menempati posisi pertama dengan skor tertinggi. Sistem kereta di negara ini terkenal lewat jaringan Shinkansen yang super cepat, tepat waktu, dan hampir tanpa cacat operasional.
Ilustrasi Shinkansen. Masinis di Jepang Melamun Saat Operasikan Shinkansen, Kecepatan Kereta Langsung Melambat 36 Km/jam
Integrasi antara kereta cepat, commuter line, dan sistem perkotaan membuat mobilitas jadi sangat efisien. Selain itu, budaya maintenance yang ketat bikin kualitas layanan tetap konsisten.
2. Hong Kong
Hong Kong dikenal dengan sistem MTR yang sangat modern. Frekuensi kereta tinggi, sistem otomatis canggih, dan manajemen waktu yang presisi bikin layanan keretanya nyaris tanpa hambatan.
Teknologi seperti pintu peron otomatis juga membantu mempercepat naik-turun penumpang dan menjaga keselamatan.
Baca juga: Sinergi Pusat dan Daerah Penting untuk Atasi Perlintasan Liar Kereta Api
3. Swiss
Meski punya kondisi geografis pegunungan, Swiss justru jadi salah satu negara dengan sistem kereta paling andal di dunia.
Mereka menerapkan sistem jadwal terintegrasi (clock-face timetable) yang membuat koneksi antar kereta sangat rapi dan minim keterlambatan, bahkan di musim dingin ekstrem.
4. Korea Selatan
Korea Selatan sukses menggabungkan kereta cepat KTX dengan jaringan metro yang luas.
Kereta tercepat di dunia, KTX dari Korea Selatan
Manajemen jalur dan sistem logistik yang baik juga membantu menjaga performa jaringan tetap optimal, termasuk mengurangi gangguan akibat transportasi barang.
Baca juga: Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Kembali Normal usai Kecelakaan di Bekasi Timur
5. Singapura
Walaupun wilayahnya kecil, Singapura punya sistem MRT yang sangat efisien dan modern.
Negara ini mengandalkan teknologi predictive maintenance dan pengembangan kapasitas bertahap agar jaringan tetap lancar meski padat pengguna.
MRT Singapura
6. Belanda
Belanda memiliki jaringan kereta yang sangat padat, cocok untuk mobilitas harian.
Dengan sistem sinyal modern dan kemampuan penanganan gangguan yang cepat, keterlambatan bisa diminimalkan meski lalu lintas kereta sangat tinggi.
Baca juga: KAI Lakukan Penyesuaian Jadwal Perjalanan Kereta Api, Begini Cara Ceknya!
7. Finlandia
Finlandia membuktikan bahwa cuaca ekstrem bukan halangan.
Sistem keretanya dirancang khusus untuk menghadapi suhu dingin, termasuk penggunaan rel berpemanas dan prosedur operasi musim dingin yang matang.
Data WEF juga menunjukkan bahwa kualitas rel bukan hanya soal kecepatan, tapi juga konsistensi layanan, manajemen sistem, dan ketahanan terhadap gangguan.
Baca juga: Dulu Kereta Api Melintas sampai Bantul, Ini Peninggalannya hingga Sekarang
Baca juga: Kereta Api Laris Manis di Wilayah Grobogan Saat Libur Panjang Paskah 2026