AirAsia Setop Dua Rute Australia-Bali karena Harga Avtur Naik
AirAsia menghentikan dua rute penerbangan dari Australia menuju Bali di tengah melonjaknya harga bahan bakar pesawat akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Dilansir News.com.au, Jumat (15/52026) Indonesia AirAsia akan menghentikan penerbangan Melbourne-Denpasar dan Adelaide-Denpasar mulai 18 Juni 2026.
General Manager Indonesia AirAsia, Achmad Sadikin Abdurachman, mengatakan keputusan tersebut diambil karena kenaikan harga avtur global yang terus berlangsung.
“Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga bahan bakar jet global yang berkelanjutan akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah,” kata Achmad Sadikin.
Baca juga: Thai AirAsia Kurangi Penerbangan karena Harga Avtur Naik dan Penumpang Turun
Harga minyak dunia melonjak
Kenaikan harga bahan bakar pesawat terjadi setelah konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia.
News.com.au melaporkan harga minyak mentah bertahan di atas 100 dollar AS per barel setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memanas.
Situasi tersebut membuat biaya operasional maskapai meningkat tajam, terutama untuk penerbangan internasional jarak menengah dan jauh.
AirAsia menyebut kondisi tersebut memaksa perusahaan memfokuskan operasional pada rute yang dinilai masih layak secara bisnis.
Baca juga: Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat 100 Persen, Kapan Berlaku?
Penumpang akan dialihkan lewat Kuala Lumpur
Maskapai mengatakan pihaknya tengah menghubungi penumpang yang sudah membeli tiket untuk kedua rute tersebut.
AirAsia juga akan menawarkan opsi penerbangan alternatif, termasuk melalui Kuala Lumpur untuk menuju Bali.
“Kami memahami keputusan ini berdampak pada rencana perjalanan yang sudah disusun jauh hari dan kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Achmad.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat AirAsia X Bakal Naik 40 Persen, Penerbangan Dikurangi
Rute Melbourne-Bali padahal baru dibuka
Rute Melbourne-Denpasar sebenarnya baru diumumkan AirAsia pada Maret 2026.
Sementara rute Adelaide-Bali sebelumnya justru sempat ditambah frekuensinya dari empat kali menjadi tujuh kali penerbangan per minggu.
Pada periode ramai wisatawan, AirAsia bahkan sempat berencana meningkatkan layanan Adelaide-Bali hingga 10 kali penerbangan per minggu.
Namun, lonjakan harga bahan bakar membuat ekspansi tersebut tidak dapat dilanjutkan.
Industri penerbangan ikut terdampak
Tidak hanya AirAsia, sejumlah maskapai lain juga mulai merasakan dampak kenaikan biaya operasional akibat harga avtur.
Maskapai Air New Zealand misalnya telah menaikkan harga tiket dan memperingatkan potensi kerugian tahunan yang lebih besar.
Sementara maskapai asal Amerika Serikat, Spirit Airlines, disebut menghentikan operasionalnya awal bulan ini setelah menghadapi tekanan biaya yang tinggi.
Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana gejolak harga energi global mulai berdampak langsung pada industri penerbangan dan perjalanan internasional.
Tag: #airasia #setop #rute #australia #bali #karena #harga #avtur #naik