RI Aman dari Darurat Energi, Bahlil Pastikan Pasokan Nasional Memadai
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dii Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).(KOMPAS.com / YOHANA ARTHA ULY)
19:16
26 Maret 2026

RI Aman dari Darurat Energi, Bahlil Pastikan Pasokan Nasional Memadai

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, Indonesia belum dalam kondisi darurat energi, meski sejumlah negara di Asia sudah menyatakan kondisi darurat akibat konflik Timur Tengah.

Konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran di kawasan tersebut, telah mengganggu pasokan minyak global dan membuat harga melambung.

Bahlil memastikan, di tengah gejolak global saat ini, pasokan energi nasional masih memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Strategi Kurangi Impor Energi: Kendaraan dan Kompor Listrik

Ilustrasi bahan bakar minyak (BBM). PIXABAY/ENGIN AKYURT Ilustrasi bahan bakar minyak (BBM).

Seperti pada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang kini tak lagi mengandalkan impor.

"Sekalipun negara-negara lain, sebagian negara di Asia sudah mulai masuk dalam keadaan yang tidak diharapkan oleh hampir semua negara, dalam hal ini darurat, harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaAllah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi clear," ujarnya dalam kunjungan kerja di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).

Ia menuturkan, Indonesia memang masih melakukan impor BBM jenis bensin berkisar 50 persen, serta gas alam cair atau liquefied petroleum gas berkisar 70 persen.

Bahlil bilang, untuk kedua produk ini, pihaknya telah mencari alternatif sumber, selain dari negara Timur Tengah.

Baca juga: Permintaan Minyak Rusia Melonjak di Tengah Krisis Energi Global

"Kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude (minyak mentah)-nya," ucap dia.

Maka dari itu, Bahlil pun menegaskan bahwa masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan energi.

Namun, ia tetap meminta masyarakat untuk menggunakan energi secara bijaksana mengingat kondisi global yang masih bergejolak.

"Sekalipun kita dalam kondisi yang baik, saya memohon dukungan dari semua rakyat Indonesia. Masalah ini tidak hanya masalah pemerintah, tapi masalah kita semua. Saya memohon, menyarankan, agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak," pinta Bahlil.

Ilustrasi BBM.Freepik/jcomp Ilustrasi BBM.

Baca juga: Filipina Umumkan Darurat Energi, Bangladesh Krisis BBM, Korsel Aktifkan Mode Siaga

Sebagai informasi, Filipina telah mengumumkan keadaan darurat energi nasional pada Selasa (24/3/2026), menyusul meningkatnya risiko terhadap pasokan bahan bakar domestik dan stabilitas energi akibat perang di Timur Tengah.

Kementerian Energi Filipina kini mengaktifkan dana darurat sebesar 20 miliar peso atau sekitar Rp 5,61 triliun. Nilai ini setara 333 juta dollar AS.

Dana tersebut digunakan untuk membeli hingga 2 juta barrel bahan bakar. Pembelian mencakup produk minyak olahan dan elpiji.

Sementara krisis bahan bakar minyak (BBM) tengah melanda Bangladesh.

Baca juga: Filipina Tetapkan Darurat Energi, Siapkan Dana Rp5,6 Triliun Hadapi Lonjakan Harga Minyak

Terjadi antrean panjang dan kekacauan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Asosiasi pemilik SPBU Bangladesh pun menyampaikan kekhawatiran serius, bahkan mengancam akan menghentikan operasional jika situasi tidak segera diatasi.

Di sisi lain, pemerintah Korea Selatan (Korsel) telah mengaktifkan mode tanggap darurat nasional pada Rabu (25/3/2026), dengan menyiapkan berbagai langkah antisipatif menghadapi potensi guncangan akibat konflik Timur Tengah.

Pemerintah Korea Selatan telah meminta masyarakatnya berpartisipasi dalam penghematan energi.

Baca juga: Menkeu Purbaya: RI Belum Darurat Energi, APBN Masih Tahan Tekanan Harga

Lembaga publik diwajibkan menerapkan sistem rotasi kendaraan satu hari dalam lima hari kerja.

Kebijakan tersebut membatasi penggunaan kendaraan bermotor, dengan mewajibkan setiap kendaraan tidak beroperasi satu hari dalam sepekan berdasarkan angka terakhir pelat nomor.

Tag:  #aman #dari #darurat #energi #bahlil #pastikan #pasokan #nasional #memadai

KOMENTAR