Kopi Indonesia Makin Diminati, Ekspor ke Australia Tembus Rp 114 Miliar
Indonesia berpartisipasi dalam ajang Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2026 yang diselenggarakan pada 26–28 Maret 2026 di Melbourne Convention and Exhibition Centre (MCEC)(Dok. KBRI Melbourne)
11:00
27 Maret 2026

Kopi Indonesia Makin Diminati, Ekspor ke Australia Tembus Rp 114 Miliar

- Perdagangan Indonesia dan Australia menunjukkan peningkatan dalam lima tahun terakhir. Salah satu komoditas yang menonjol adalah ekspor kopi.

Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Siswo Pramono menyebut implementasi Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement memberi dasar kuat bagi hubungan dagang kedua negara.

Data Australian Bureau of Statistics mencatat nilai ekspor kopi Indonesia ke Victoria mencapai 9,77 juta dollar Australia pada periode Juli 2024 hingga September 2025. Nilai ini setara Rp 114,26 miliar dengan asumsi kurs Rp 11.695 per dollar Australia.

Ekspor didominasi biji kopi mentah atau green beans.

"Pentingnya penguatan kemitraan global, mendorong para pelaku usaha untuk senantiasa membuka peluang perdagangan, serta menggiatkan inovasi dan keberlanjutan industri kopi Indonesia," kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Prabowo Heran RI Impor Kopi-Cokelat Meski Punya Bahan Terbaik

Kenaikan ekspor terlihat kuat pada Juli hingga September 2025. Nilainya mencapai 3,91 juta dollar Australia atau sekitar 40 persen dari total ekspor kopi ke Victoria pada 2024 hingga 2025.

Ekspor kopi ikut mendorong pertumbuhan perdagangan kedua negara. Total perdagangan barang dan jasa meningkat dari 13,3 miliar dollar Australia pada 2020 menjadi 31,3 miliar dollar Australia pada 2025. Pertumbuhan mencapai sekitar 116 persen.

Promosi kopi Indonesia juga dilakukan melalui ajang Melbourne International Coffee Expo. Partisipasi pada 2025 mencatat 53 prospek dengan potensi transaksi 2,39 juta dollar Australia.

Indonesia kembali ikut dalam MICE 2026 yang digelar 26 hingga 28 Maret 2026 di Melbourne Convention and Exhibition Centre.

Paviliun Indonesia menampilkan tiga produsen di bawah Asosiasi Kopi Indonesia. Peserta mencakup GravFarms Indonesia, Canaya Geothermal Coffee Producers, Bang Raden Coffee, serta Papua Black Gold Coffee.

Paviliun juga menghadirkan Bell Living Lab dari PT Kurva Lonceng Khatulistiwa. Inisiatif ini mengolah limbah kopi menjadi material untuk fesyen, furnitur, dan interior.

Kehadiran inovasi ini menunjukkan potensi ekonomi sirkular di industri kopi.

Baca juga: Praktik Regeneratif Jadi Taruhan Baru Rantai Kopi Indonesia

Pada 27 Maret 2026, Indonesia mengikuti sesi “Trip to Origin”. Peserta mempresentasikan produk dan menggelar coffee cupping untuk memperkenalkan karakter kopi Indonesia.

Kegiatan ini membuka peluang perluasan jaringan bisnis dan pemahaman pasar global.

MICE merupakan salah satu pameran kopi terbesar di Australia. Acara ini diikuti lebih dari 150 eksibitor dan menarik puluhan ribu pengunjung.

Tahun lalu, jumlah pengunjung melampaui 30.000 orang.

Tag:  #kopi #indonesia #makin #diminati #ekspor #australia #tembus #miliar

KOMENTAR