Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen, Lampaui Target RKPD
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai Rapat Paripurna penyampaian Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 di Gedung DPRD Jatim, Senin (30/3/2026).(KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH )
07:09
1 April 2026

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen, Lampaui Target RKPD

– Perekonomian Jawa Timur pada 2025 mencatat kinerja di atas target, dengan pertumbuhan mencapai 5,33 persen dan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional.

Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia, dengan kontribusi 14,40 persen terhadap perekonomian nasional dan 25,29 persen terhadap Pulau Jawa.

“Jawa Timur juga mencatat kontribusi sebesar 14,40 persen terhadap perekonomian nasional dan 25,29 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa,” kata Khofifah Indar Parawansa, Senin (30/3/2026).

Menurut Khofifah, pertumbuhan ekonomi 5,33 persen tersebut melampaui target Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang berada di kisaran 4,80 hingga 5,20 persen. Kinerja ini ditopang sektor investasi, jasa, industri pengolahan, perdagangan, hingga pertanian.

Selain itu, inflasi Jawa Timur pada 2025 tercatat 2,93 persen secara tahunan, masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5 ± 1 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,25.

“Pencapaian ini patut kita syukuri karena kita tetap berada dalam koridor sasaran inflasi nasional yang mencerminkan efektivitas kebijakan intervensi Pemprov Jatim,” imbuhnya.

Baca juga: Lebaranomics: Transformasi Mudik Jadi Stimulus Ekonomi Daerah

Investasi dan ekspor menguat

Dari sisi investasi, realisasi di Jawa Timur mencapai Rp 147,7 triliun pada 2025, menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir. Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di provinsi tersebut.

Sementara itu, kinerja perdagangan juga menunjukkan penguatan. Nilai ekspor meningkat 16,61 persen, terutama didorong ekspor nonmigas.

Transaksi dari 12 kali misi dagang dalam negeri tercatat Rp 16,31 triliun, sedangkan misi dagang luar negeri ke Singapura mencapai Rp 4,163 triliun.

“Capaian ini merupakan rekor tertinggi yang melampaui capaian kumulatif periode 2019–2024 yang tercatat sebesar 11,05 triliun dari 36 kali kegiatan,” jelas Khofifah.

Baca juga: WPR Dinilai Kunci Pemerataan Ekonomi Daerah Tambang

Kemiskinan turun, desa mandiri meningkat

Perbaikan ekonomi juga tercermin dari penurunan angka kemiskinan. Pada 2025, tingkat kemiskinan Jawa Timur turun menjadi 9,30 persen atau berkurang 89,53 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam periode 2020–2025, Jawa Timur mencatat penurunan kemiskinan terbesar secara nasional, yakni mencapai 781,68 ribu jiwa.

“Penurunan kemiskinan berseiring dengan keberhasilan spektakuler dalam meningkatkan status kemandirian desa,” tuturnya.

Pada 2025, jumlah desa mandiri di Jawa Timur mencapai 4.716 desa, tertinggi secara nasional.

“Dari total 20.503 Desa Mandiri di Indonesia, 23 persen atau 4.716 Desa Mandiri ada di Jawa Timur,” pungkasnya.

Selain itu, tingkat ketimpangan juga menunjukkan perbaikan, tercermin dari rasio gini sebesar 0,359, menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir.

Baca juga: Ekonomi Kendal Tumbuh 8,84 Persen, KEK Kendal Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Tag:  #ekonomi #jatim #tumbuh #persen #lampaui #target #rkpd

KOMENTAR