Harga Ayam Hidup Turun ke Rp 18.000, Peternak Merugi
Ilustrasi ayam potong.(KOMPAS.COM/Ahmad Riyadi)
15:56
7 April 2026

Harga Ayam Hidup Turun ke Rp 18.000, Peternak Merugi

Harga ayam hidup kembali turun setelah Lebaran 2026. Kondisi ini menekan peternak akibat kelebihan pasokan dan lemahnya serapan pasar.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Jawa Timur Kholiq menyebut harga ayam hidup saat ini berada di kisaran Rp 18.000 per kilogram. Angka ini berada di bawah biaya produksi.

“HPP peternak broiler Jatim rata-rata di Rp20.000, harga LB saat ini Rp18.000, kerugian peternak Rp2.000/kg,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Harga Ayam Anjlok, Peternak: Program MBG Belum Jalan

Pasokan Berlebih Tekan Harga

Tekanan harga mendorong peternak menekan produksi. Langkah yang diambil antara lain mengurangi chick in dan mempercepat panen ayam berbobot kecil.

“Untuk mengurangi kerugian, peternak mengurangi chick in dan panen ayam berbobot kecil,” kata Kholiq.

Kondisi ini menunjukkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan setelah periode Lebaran. Serapan pasar belum kembali normal, sementara produksi masih tinggi.

Baca juga: Harga Ayam Hidup Anjlok, Permindo: Bisa Pukul Usaha Peternak Rakyat

Usulan Intervensi Harga

Kholiq meminta langkah cepat dari pemerintah untuk menahan penurunan harga. Salah satu usulan berupa imbauan kepada pelaku usaha besar agar menjual ayam minimal sesuai harga pokok produksi.

“Pemerintah segera mengimbau minggu depan agar pelaku usaha besar wajib menjual ayam minimal di harga HPP yaitu Rp20.000. Selain itu, pelaku usaha besar disarankan panen berbobot kecil dan melakukan chick in sesuai kebutuhan pasar masing-masing supaya tidak menghancurkan harga di pasar lainnya,” katanya.

Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul Harga Ayam Hidup Turun ke Rp 18.000, Peternak Merugi

Tag:  #harga #ayam #hidup #turun #18000 #peternak #merugi

KOMENTAR