Semen Baturaja (SMBR) Raih Proper Hijau saat Laba 2025 Melonjak 33 Persen
— Emiten semen pelat merah, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, mulai memadukan strategi bisnis dan keberlanjutan lingkungan di tengah persaingan industri semen yang semakin ketat. Hal itu tercermin dari raihan Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di saat laba perusahaan tumbuh dua digit sepanjang 2025.
Penghargaan Proper Hijau diberikan kepada perusahaan yang dinilai melampaui standar kepatuhan lingkungan atau beyond compliance, termasuk dalam inovasi pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Direktur Utama SMBR Suherman Yahya mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa transformasi berbasis keberlanjutan mulai menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.
“Pencapaian Proper Hijau ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pemangku kepentingan,” ujar Suherman dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Semen Baturaja Sasar Proyek Infrastruktur Lampung, Tingkatkan Pangsa Pasar
Menurut dia, perusahaan terus memperkuat inovasi untuk mendukung efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon di sektor industri semen yang dikenal padat energi.
“SMBR berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mendukung efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, serta pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab,” kata dia.
Dalam periode penilaian Proper, SMBR menjalankan sejumlah program, mulai dari optimalisasi energi alternatif, efisiensi proses produksi, hingga penguatan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Langkah itu juga menjadi bagian dari transformasi operasional berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), seiring meningkatnya perhatian investor terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
Di sisi lain, penguatan aspek lingkungan ternyata berjalan seiring dengan perbaikan kinerja keuangan perseroan. SMBR membukukan laba bersih sebesar Rp 171,92 miliar sepanjang 2025, naik 33 persen dibandingkan Rp 129,25 miliar pada 2024.
Pendapatan perusahaan juga tumbuh 12,9 persen menjadi Rp 2,36 triliun dari sebelumnya Rp 2,09 triliun. Kinerja tersebut ditopang peningkatan volume penjualan dan optimalisasi distribusi di pasar utama perseroan.
Baca juga: Laba Bersih Semen Baturaja (SMBR) Melonjak 33 Persen Sepanjang 2025
Sejalan dengan itu, margin laba bersih meningkat menjadi 7,3 persen dari 6,2 persen pada 2024, menandakan efisiensi operasional mulai memberikan dampak terhadap profitabilitas perusahaan.
SMBR juga mencatat penurunan beban keuangan sebesar 32,9 persen menjadi Rp 52,93 miliar, dari Rp 78,85 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan itu didorong strategi pengelolaan utang dan biaya pendanaan yang lebih efisien.
Dari sisi neraca, total ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp 3,41 triliun, tumbuh 4,6 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp 3,26 triliun. Sementara total liabilitas turun 17,8 persen menjadi Rp 1,36 triliun dari Rp 1,63 triliun.
Perbaikan struktur keuangan tersebut dinilai membuat rasio utang perusahaan semakin sehat, sekaligus memperkuat kemampuan SMBR dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tantangan industri semen nasional.
Tag: #semen #baturaja #smbr #raih #proper #hijau #saat #laba #2025 #melonjak #persen