Harga Minyak 100 Dollar AS, Bos PLN: Ini Jadi Wake Up Call
Ilustrasi kilang minyak.(FREEPIK/ARTPHOTO_STUDIO)
21:16
13 April 2026

Harga Minyak 100 Dollar AS, Bos PLN: Ini Jadi Wake Up Call

- Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, perusahaan saat ini masih bergantung pada kebijakan harga gas domestik untuk menjaga stabilitas operasional pembangkit listrik di tengah gejolak harga energi global.

Ia menuturkan, kenaikan harga minyak dunia yang kini mencapai 100 dollar AS per barrel turut diikuti dengan kenaikan harga harga gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), yang menjadi salah satu bahan bakar pembangkit listrik.

"Soal bagaimana kondisi geopolitik, nah ini wake up call. Harga minyak sudah kemarin sempat menyentuh di atas 100 dollar AS per barrel. Nuwun sewu, harga gas ternyata berkorelasi dengan harga minyak internasional," ujarnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Baca juga: Dampak AS Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak ke 100 Dollar AS, Krisis Energi Bayangi Asia

Darmo, sapaan akrabnya, bilang harga LNG di pasar spot kini mencapai 19-20 dollar AS per MMBTU atau setara sekitar 14 sen dollar AS per kilowatt-hour (kWh). Harga itu cukup memberatkan perusahaan jika mengandalkan impor LNG.

"Untuk hari ini, alhamdulillah alokasi dari pemerintah cukup sehingga kami tidak perlu impor LNG. Tapi kalau kami harus impor, rasanya berat," ucap dia.

Ia mengaku, PLN sangat terbantu karena mendapatkan alokasi gas dari dalam negeri dengan harga yang telah dipatok, sehingga saat ini tidak perlu melakukan impor LNG.

Namun, perusahaan tetap perlu mengantisipasi jika dibutuhkan ekstra kargo LNG.

Selain dari sisi pendanaan, sumber LNG juga harus dipastikan karena saat ini setiap negara berupaya mengamankan pasokan energi.

Dia bilang, produksi LNG di Qatar yang menjadi salah satu sumber utama saat ini turun hingga 5 juta ton per tahun, dan diperkirakan butuh waktu 5 tahun untuk pulih kembali.

Meski begitu, dia menyebut, Indonesia sudah mengecek pasar LNG di Japan-Korea yang pasokannya masih tersedia, tetapi harganya sudah berada di 19 dollar AS per MMBTU.

"Begitu kami cek di Japan-Korean market, LNG harganya 19 dollar AS, alhamdulillah kalau butuh ekstra kargo masih mungkin kami mendapatkan. Tapi untuk hari ini, alhamdulillah alokasi dari pemerintah cukup," kata Darmo.

Baca juga: Trump Ancam Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Tembus 100 Dollar AS

Tag:  #harga #minyak #dollar #jadi #wake #call

KOMENTAR