Harga Emas Dunia Stabil, Pelaku Pasar Cermati Isu Perdamaian AS-Iran
- Harga emas dunia cenderung stabil pada akhir perdagangan Kamis (16/4/2026) waktu setempat atau Jumat (17/4/2026) pagi WIB, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta dampaknya terhadap arah suku bunga dan harga energi global.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot relatif tidak berubah di level 4.785,57 dollar AS per ons. Sementara kontrak emas berjangka AS ditutup melemah 0,3 persen ke posisi 4.808,30 dollar AS per ons.
Sebelumnya, harga emas sempat tertekan pada Maret lalu setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran inflasi meningkat, likuiditas pasar mengetat, serta kemungkinan bank sentral tak menurunkan suku bunganya.
Baca juga: Harga Emas Dunia Naik, Perak Melonjak Lebih dari 2 Persen
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (zero-yielding asset), emas memang cenderung kehilangan daya tarik saat suku bunga tinggi.
Namun, harapan bahwa AS dan Iran dapat mencapai kesepakatan damai dan mengakhiri konflik, yang berpotensi menurunkan harga energi serta meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga, mendorong harga emas kembali menguat dalam beberapa waktu terakhir.
Kedua negara juga diperkirakan akan melanjutkan kembali pembicaraan damai setelah negosiasi sebelumnya sempat terhenti pada akhir pekan lalu.
Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam unggahan media sosial bahwa gencatan senjata akan dimulai pada pukul 17.00 waktu setempat, dengan tujuan menghentikan konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran, yang kembali memanas akibat perang AS-Israel melawan Iran.
"Jika kita melihat adanya pelonggaran ketegangan antara AS dan Iran atau bahkan berakhirnya perang, maka kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve akan semakin besar, dan itu dapat mendukung kinerja logam mulia," ujar Direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, David Meger.
Baca juga: Wall Street Perkasa, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor di Tengah Harapan Damai AS-Iran
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 32 persen bagi bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga pada tahun ini.
Dari sisi ekonomi, klaim tunjangan pengangguran di AS tercatat menurun pada pekan lalu, mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja yang masih stabil. Namun, pelaku usaha disebut tetap berhati-hati dalam melakukan perekrutan di tengah bayang-bayang konflik dengan Iran.
Adapun harga logam mulia lainnya bergerak bervariasi. Harga perak di pasar spot turun 1 persen menjadi 78,29 dollar AS per ons.
Sementara itu, platinum melemah 0,6 persen ke level 2.096,20 dollar AS dan paladium turun 0,7 persen menjadi 1.561,50 dollar AS per ons.
Tag: #harga #emas #dunia #stabil #pelaku #pasar #cermati #perdamaian #iran